Investor Saham Pemula

Mengenal Perbedaan Investor dan Trader dalam Dunia Investasi

perbedaan investor dan trader

Ajaib.co.id – Di dalam dunia investasi, dikenal istilah investor dan trader sebagai pelaku investasi. Lalu, apa perbedaan investor dan trader? Untuk mengetahui perbedaan investor dan trader, simak ulasan redaksi Ajaib berikut ini.

Jika dikaji menggunakan istilah dunia investasi secara benar, kedua sebutan tersebut memiliki perbedaan dalam pemahamannya. Walaupun antara investor dan trader sama-sama ada di ranah pasar invetasi, penggunaan sebutan ini jelas kurang tepat digunakan. Perbedaan ini jelas terlihat dari segi cara kerja, sudut pandang, hingga strategi yang digunakan dalam berinvestasi.

Untuk dapat memahami perbedaan dan penggunaan sebutan antara investor dengan trader atau investasi dan trading, melalui artikel ini akan dibahas secara lengkap.

#1 Perbedaan Investor dan Trader

a. Investor

Investor merupakan seseorang atau mereka yang menggunakan dana dalam produk investasi bersifat jangka panjang meliputi industri dalam skala besar atau kecil, properti real estate, dan pasar saham atau pasar komoditi untuk memperoleh keuntungan yang juga besar. Jangka waktu pada investasi ini memiliki waktu yang panjang hingga puluhan tahun.

Fokus investor dalam proses pendanaan biasanya pada perusahaan-perusahan besar yang memiliki performa dan prospek baik ke depannya. Mengingat, jumlah pendanaan yang diberikan terbilang besar, para investor ini tentu tidak akan asal memilih target pendanaan. Kategori investor dibagi menjadi dua jenis yaitu investor institusi seperti lembaga keuangan, bank, perusahaan asuransi dan masih banyak lainnya serta investor perorangan.

b. Trader

Lain halnya dengan pengertian trader digunakan sebagai pelaku investasi yang memfokuskan pemilihan produk investasi pada situasi pasar dan menjualnya secepat mungkin. Di mana, produk investasi yang tengah mengalami kondisi pasar secara baik atau meningkat akan jadi produk yang dibeli, lalu dijual dengan jangka pendek untuk mendapat keuntungan.

Produk investasi yang dibeli oleh seorang trader biasanya dipengaruhi oleh suasana pasar yang sedang konflik dan menurunnya indeks harga saham Jika hal ini terjadi, trader biasanya tidak akan ikut bertransaksi hingga kondisi kembali normal. Trader biasanya memfokuskan investasi dengan mengandalkan strategi yang tepat seperti target profit, rasio risk dan reward, hingga stop loss, demi mendapatkan keuntungan lebih dan menghindari kerugian besar.

Trader biasanya dilakukan oleh perorangan yang melakukan trading sebagai penghasilan. Dengan memilih produk investasi seperti pasar forex, trading saham, mata uang, dan komoditi. Banyak trader-trader profesional yang mendulang keuntungan besar dengan menjadi seorang trader, sebut saja George Soros, pendiri dari Quantum Funds.

Dari sini, kamu sudah bisa menyimpulkan perbedaan investor dan trader itu cukup gamblang jika berdasarkan produk investasi yang digunakan. Investor fokus pada segi fundamental produk yang dipilih dan menggunakan strategi jangka panjang, sementara trader bertindak pada kondisi yang terjadi di pasar dan memilih jangka pendek untuk mendapatkan keuntungan.

#2 Lebih Baik yang Mana, Investor atau Trader?

Jika harus memilih, sebutan apa yang kamu harapkan ketika menggunakan produk investasi adalah tergantung dari jenis investasi apa yang dipilih. kamu pasti ogah disebut sebagai investor atau trader ecek-ecek walau pada kenyataannya seperti itu. Oleh karena itu, pastikan jenis investasi yang sesuai dengan karakter dan pendanaan. Dua hal ini merupakan unsur yang krusial dalam melakukan investasi.

Ada beberapa hal yang harus dipahami sebelum memutuskan untuk menjadi investor atau trader. Berikut ini penjelasannya:

a. Tujuan Investasi

Ketika kamu memutuskan untuk berinvestasi, tujuan utama adalah mendapatkan keuntungan dari setiap investasi yang dilakukan. Namun, tujuan utama ini bisa dibilang sifatnya luas. Keuntungan seperti apa yang ingin didapatkan dari sebuah investasi. Pasalnya, keuntungan yang didapat dengan menjadi investor atau trader jelas berbeda.

Menjadi investor harus siap dengan ketentuan dalam mendapatkan keuntungan seperti nilai investasi yang dibeli akan meningkat secara signifikan namun membutuhkan jangka waktu cukup lama, bahkan hingga puluhan tahun. Beda halnya, dengan menjadi trader. Jika tujuan kamu berinvestasi adalah mendapatkan keuntungan dengan jangka pendek, trader bisa menjadi pilihan.

b. Modal yang Dimiliki

Dengan modal yang dimiliki saat ini bisa menjadi jawaban, investasi apa yang sesuai dengan dana kamu. Seorang investor biasanya memiliki pendanaan yang terbilang besar. Hal ini karena produk investasi pada investor skalanya besar. Perusahaan-perusahaan yang sudah maju dengan performa bagus akan menjadi target pendanaan. Saat nilai investasi menurun, investor tidak akan merasa khawatir dengan pendanaan yang diberikan karena hal ini merupakan bagian dari risiko berinvestasi.

Namun, beda halnya dengan seorang trader yang fokus dengan situasi pasar investasi. Walau pekembangan perusahaan yang menjadi target pendanaan tidak begitu maju, namun nilai investasi yang tengah berjalan sedang naik. Dengan menggunakan strategi yang dirancang sedemikian rupa dan modal yang dimiliki agar keuntungan meningkat, trader akan ikut berinvestasi.

#3 Memahami Karakteristik ketika Menjadi Investor dan Trader

Di dalam dunia investasi, karakteristik sebagai seorang pelaku investasi memiliki pengaruh pada produk investasi yang dimiliki dari segi untung dan rugi. Bagi investor, analisis fundamental dari perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki adalah nilai tambah. Investor hanya memfokuskan keuntungan berdasarkan dividen tahunan yang dibagikan oleh setiap perusahaan.

Hal ini berarti seorang investor harus memiliki kesabaran yang lebih walau nilai investasi seperti saham harus turun. Keyakinan ini muncul dengan melihat laporan keuangan dan kredibilitas perusahaan yang bergengsi. Selama dividen perusahaan tersebut sehat dan konsisten membagikannya pada jangka waktu yang disepakati, saham perusahaan tersebut pasti akan dibeli.

Sementara bagi seorang trader, istilah short term dan long term menjadi karakteristik yang ada. Short term trader merupakan karakteristik trader yang akan membeli lalu menjual saham dalam kurun waktu singkat. Jangka waktu ini biasanya hanya selama 1 sampai 2 hari. Setelah itu, baik nilai saham naik atau turun pasti tetap dijual. Strategi yang biasa diterapkan pada short term trader yaitu analisis teknikal menggunakan beberapa tools analisis. Memanfaatkan capital gain sebagai keuntungan dari nilai selisih pembelian dan penjualan.

Lain halnya dengan karakteristik long term trader yang menggabungkan gaya investasi investor dan short term trader yaitu analisis fundamental dan teknikal secara bersamaan. Long term trader akan dengan sabar untuk tidak menjual saham hingga mencapai target yang telah ditetapkan, kecuali nilai trend saham berbalik drastis seperti dari bullish ke bearish. Long term trader juga menggunakan tools untuk melihat trend harga saham yang berlangsung.

Pertanyaan dari penjelasan ini adalah mana yang lebih baik antara investor dan trader, hal ini balik lagi kepada karakteristik dari seorang pelaku investasi. Jenis produk investasi apa yang sekiranya cocok dengan gaya berinvestasi kamu. Jika kamu memiliki banyak modal dan memilih investasi jangka panjang, investor bisa jadi pilihan. Namun, jika kamu ingin mendapatkan keuntungan dari berinvestasi dalam jangka pendek, menjadi trader adalah pilihan yang tepat.

Hal yang harus diingat dalam sebuah investasi adalah lebih bijak dalam membuat keputusan karena investasi memiliki risiko yang harus dihadapi. Bagi kamu yang ingin mencoba berinvestasi, aplikasi Ajaib dapat membantu mewujudkan hal tersebut. Dengan investasi reksa dana secara online melalui Ajaib, kamu akan mendapatkan keuntungan atau pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank.

Selain itu, dengan memilih investasi reksa dana, kamu juga tidak memerlukan analisis secara mendalam seperti ketika kamu memilih trader saham. Di mana, ketika kamu memilih instrumen investasi saham, kamu harus bisa menggunakan analisis fundamental perusahaan ketika ingin membeli sahamnya.

Sedangkan, ketika memilih untuk investasi reksa dana, kamu hanya perlu menentukan tujuan investasi dan memilih manajer investasi profesional yang akan membantu kamu mengelola dana investasi tersebut. Mudah bukan? Jadi tunggu apalagi? Yuk mulai investasi reksa dana di Ajaib sekarang juga!

Bacaan menarik lainnya:

Jogiyanto. (2009). Teori Portofolio Dan Analisis Investasi. Yogyakarta : BPFE


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait