Perencanaan Keuangan

Masih Kuliah? Ini Cara Atur Dana Darurat Mahasiswa

Dana Darurat Mahasiswa

Ajaib.co.id – Bagi kamu yang merupakan seorang mahasiswa, mungkin banyak di antara kamu yang sudah mulai belajar mandiri dengan mengalokasikan dananya dan mengatur keuangannya sendiri.

Namun, tentunya kebutuhan kamu tidak itu-itu saja bukan? Ada di mana saatnya kamu mengalami hal yang mengharuskan kamu mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Maka dari itu penting bagi kamu untuk memiliki dana darurat mahasiswa.

Lalu, bagaimana cara untuk mengatur dana darurat mahasiswa yang bisa kamu lakukan? 

Sebelum mengetahui cara mengatur dana darurat, ada baiknya kamu mengetahui, apa itu dana darurat? Dana darurat merupakan dana cadangan yang bisa kamu gunakan untuk keperluan mendesak, atau kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

Sesuai dengan namanya, dana darurat mahasiswa adalah dana yang disiapkan untuk kebutuhan-kebutuhan darurat untuk mahasiswa, misalkan saja salah satunya, mahasiswa yang merantau perlu biaya untuk membayar uang kuliah tambahan atau praktik-praktik dadakan.

Namun, kamu tidak perlu khawatir karena ada dua sistem yang bisa kamu lakukan dalam menempatkan dana darurat mahasiswa, antara lain:

1.   Dana Darurat Jangka Pendek

Dana darurat mahasiswa juga bisa disimpan dengan cara Short-Term Emergency Fund atau dana darurat untuk jangka pendek yang memiliki sifat lebih likuid daripada model investasi lainnya.

Mengingat kebutuhannya yang harus sesegera mungkin, maka sudah pasti dana darurat mahasiswa ini harus disimpan di tempat yang mudah untuk melakukan pencairan kapan saja.

Misalkan saja, dana darurat yang bisa kamu simpan di tabungan. Sehingga ketika membutuhkannya, kamu bisa menggunakannya kapanpun dan dimanapun.

Adapun tujuan daripada dana darurat yang bersifat jangka pendek adalah dipakai untuk keadaan darurat yang sifatnya lebih kecil, misalnya saat kendaraan kamu mogok dan memerlukan reparasi, atau juga untuk memperbaiki gadget atau laptop yang rusak.

Dana darurat mahasiswa juga terkadang dapat digunakan untuk cadangan ketika kamu sedang menunggu dana darurat jangka panjang.

2.   Dana Darurat Jangka Panjang

Long-Term Emergency Fund atau dana darurat mahasiswa untuk jangka panjang akan memungkinkan kamu untuk menabung dalam keadaan darurat berskala besar atau juga ekstrem. Misalkan saja saat tulang punggun keluargamu kehilangan pekerjaan, sebagai uang saku untuk bertahan bila kamu lulus tapi tak kunjung bekerja, atau juga masalah bencana alam seperti gempa bumi dan banjir. Dana darurat jangka panjang inilah yang kemudian bisa kamu tanamkan di instrumen investasi yang cenderung likuid, seperti reksa dana pasar uang.

Di sisi lain, kamu juga bisa menjalankan kemudahan akses dalam memperoleh sesuatu yang darurat, namun kamu tetap bisa berinvestasi secara lebih menguntungkan dengan memiliki dana darurat tersebut.

Lalu, butuh berapa banyak dana darurat yang penting kamu persiapkan? Hal ini tentunya berbeda-beda dan tergantung pada kondisi kehidupan seseorang. Jika kamu merupakan mahasiswa tentunya dana darurat kamu lebih kecil dibandingkan dana darurat orang yang telah berkeluarga.

Secara ideal, jumlah dana darurat yang dihitung adalah berdasarkan daripada rata-rata biaya hidup seseorang dan juga status orang tersebut. Contohnya saja, seorang yang masih single yang sudah tentu mempunyai pasangan dan pengeluaran yang juga berbeda.

Jika kamu perlu mengatur dana darurat mahasiswa, maka kamu hanya perlu menyiapkan tiga kali biaya hidup rata-rata per bulan. Dengan kamu menyimpan dana darurat lebih banyak dari yang dibutuhkan tentunya kamu akan lebih mudah menghadapi kondisi tidak pasti.

Nah, bagi kamu yang masih mengalami kesulitan dalam mengatur biaya hidup, apalagi untuk dana darurat mahasiswa, mungkin beberapa cara ini bisa kamu coba, antara lain :

1.   Memaparkan kebutuhan dana darurat

Sebagai tahapan awal kamu bisa menghitung jumlah dana darurat yang kamu butuhkan saat ini dan juga berapa biaya yang akan kamu simpan setiap bulannya. Selanjutnya kamu bisa menentukan berapa lama waktu yang kamu butuhkan dalam mencapai jumlah dana darurat yang dituju berdasarkan kemampuan finansial.

Dengan begitu, kamu tentunya bisa mengatur kondisi keuangan kamu dengan lebih jelas dan tidak mustahil kamu bisa mempersiapkan dana darurat kamu sambil meraih tujuan kemapanan finansial.

2.   Dana darurat sebaiknya terpisah dari uang pribadi

Cara mengatur dana darurat mahasiswa yang perlu kamu lakukan adalah dengan memisahkannya dengan uang pribadi. Dengan begitu, maka dana darurat kamu akan lebih aman dan tidak bercampur dengan uang yang selama ini kamu gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, dana darurat juga seharusnya terpisah dari rekening transferan pendapatan, kiriman orang tua dan bahkan penghasilan magang kamu. Ini bertujuan untuk memudahkan kamu dalam mencukupi kebutuhan kamu sehari-hari dan menyimpan dana kamu di tempat yang aman.

3.   Otomatisasikan proses

Ada banyak orang yang cenderung tidak mau berkomitmen untuk terus disiplin mengelola dana daruratnya. Beragam alasan juga menjadi hal yang terus dilakukan, sehingga dana darurat terus terpangkas dan sulit untuk kembali memulainya.

Namun demikian untungnya kini hal tersebut bisa diatasi dengan mudah melalui cara otomatis dengan auto debet.

Melalui auto debet kamu tentunya bisa menabung dengn sistem transfer setiap bulannya secara otomatis. Dengan begitu, kamu akan langsung melakukan setoran, tanpa perlu menimbang banyak alasan.

4.   Dana darurat harus likuid

Kamu tentunya harus tahu bahwa dana darurat tentunya harus likuid dan mudah dalam pencairan. Dengan waktu pencairan yang mudah maka kamu bisa menggunakan dana darurat kamu kapan saja.

Sangat disarankan agar kamu bisa menyimpan dana darurat kamu dalam bentuk reksa dana pasar uang (RDPU) yang sangat likuid dan cocok untuk penyimpanan jangka pendek hingga menengah.

Di Ajaib, kamu bisa mulai berinvestasi RDPU mulai dari Rp 10.000.
Yuk, berinvestasi, supaya kita bisa hidup tenang dalam kondisi apapun.

Artikel Terkait