Back

Pengertian Scalping Saham dan Strateginya Bagi Trader

Key Takeaways:

  • Scalping saham adalah strategi trading frekuensi tinggi yang bertujuan mengamankan profit cepat dari fluktuasi harga jangka pendek dalam periode harian atau hitungan detik.
  • Keberhasilan strategi scalping sangat bergantung pada penguasaan analisis teknikal, pemahaman price action, serta kedisiplinan eksekusi trading plan.
  • Investor perlu menerapkan manajemen risiko yang ketat (stop loss) untuk menjaga modal dari potensi kerugian mendadak akibat pergerakan pasar yang cepat.

Apa Itu Scalping Saham?

Secara pengertian, scalping dalam trading saham merupakan suatu strategi untuk menghasilkan keuntungan dengan cara yang cepat, baik berupa harian ataupun dalam hitungan detik. Seorang trader yang menerapkan strategi scalping saham ini biasa disebut juga dengan istilah scalper.

Scalper melakukan transaksi pembelian saham kemudian menjual saham Kembali dengan memasang target kenaikan yang tidak terlalu tinggi dalam pergerakan harga harian sahamnya. Oleh karena itu, seorang scalper memiliki frekuensi trading yang tinggi karena dapat membeli kemudian akan menjual sahamnya dalam periode hari atau dalam suatu sesi perdagangan.

Para scalper hendaknya memonitor pergerakan pasar sepanjang sesi perdagangan, biasanya scalper memiliki waktu yang cukup untuk trading saham dan dilakukan oleh seseorang yang memang sudah mahir atau cukup berpengalaman dalam trading saham.

Yang mana para scalper biasanya mampu membaca pergerakan berdasarkan Analisa teknikal dengan memanfaatkan posisi di level terendah untuk membeli saham dan melihat ada potensi ataupun sinyal untuk bisa naik ke level tertinggi saham yang diincarnya.

Strategi Dalam Scalping Saham

Dalam setiap gaya perdagangan saham pasti memiliki strategi yang berbeda, termasuk dalam teknik scalping saham. Berikut ini strategi yang bisa kamu gunakan dalam menjalankan gaya perdagangan scalping:

1. Membaca Tren Perdagangan

Ketika kamu menggunakan strategi scalper saham, maka kamu wajib mengamati dan bisa membaca tren pergerakan pasar dengan baik. Dengan memiliki skill ini, kamu bisa membaca dan mengetahui momentum yang tepat untuk mengambil keuntungan.

Tentu perlu waktu atau jam terbang yang tinggi untuk bisa menguasai skill ini, namun jika sudah ahli, kamu bisa melakukan jual beli saham dengan waktu yang singkat karena sudah menguasai pattern pergerakan sahamnya.

2. Bisa Menganalisa Saham

Ada beberapa pendekatan yang bisa kamu gunakan dalam perdagangan saham, namun pendekatan yang sering digunakan adalah pendekatan fundamental dan teknikal. Hal ini karena prinsip dasar scalping adalah mengambil momentum pada price action suatu saham, maka analisis teknikal yang sering trader gunakan dalam scalping.

Namun kamu juga bisa mengombinasikannya dengan pendekatan lain sebagai pendukung dalam proses pengambilan keputusan.

Tips & Cara Melakukan Scalping Saham

Jika kamu memiliki waktu untuk dapat memonitor pergerakan pasar saham, dan memang merupakan individu yang memiliki profile risk yang agresif sehingga berminat untuk menerapkan strategi scalping saham ini, maka berikut tips nya:

1. Memiliki kemampuan Analisa teknikal

Sebelum memulai untuk menerapkan strategi scalping saham, sebaiknya kamu memastikan bahwa kemampuan Analisa teknikal yang kamu miliki sudah mumpuni. Kamu juga harus paham mengenai strategi entry yang baik maupun strategi keluar suatu saham yang baik.

2. Mencoba dengan swing trading

Scalping saham merupakan strategi yang lebih cepat dibanding melakukan swing trading, sehingga ada baiknya kamu menerapkan strategi swing trading terlebih dahulu dengan ritme yang sedikit lebih lamban, bisa dalam periode mingguan atau bulanan dibandingkan dengan scalping saham yang memiliki ritme trading cukup pendek.

Strategi swing trading tersebut biasanya dilakukan dalam periode mingguan atau secara bulanan, sehingga kamu dapat membiasakan diri terlebih dahulu untuk memahami karakter atau pola suatu saham yang terbentuk.

Baca Juga: Menyusun Strategi Swing Trading untuk Keuntungan Maksimal

3. Perhatikan frekuensi trading dan modal trading

Scalper biasanya memiliki frekuensi trading yang sangat cepat sehingga harus memperhatikan modal yang dimilikinya sebelum melakukan scalping saham.

4. Manajemen Keuangan dan Risiko

Kemampuan mengelola risiko dan membatasi kerugian sangat dibutuhkan ketika kamu ingin menjadi seorang scalper. Alasannya karena frekuensi transaksi perdagangannya yang begitu tinggi. Selain itu manajemen keuangan saham yang kuat juga bisa membantu kamu mendapatkan profit secara konsisten. Sebab prinsip scalping adalah agar scalper lebih banyak profit dari sekian banyaknya transaksi perdagangan yang dilakukan.

5. Fokus dan disiplin dengan trading plan

Tips terakhir cobalah untuk fokus dan disiplin dengan trading plan yang dimiliki, para scalper biasanya memiliki waktu trading yang cepat sehingga harus fokus terhadap potensi pergerakan suatu saham nya untuk mengejar keuntungan tersebut. Disiplin terhadap trading plan yang dimiliki agar dapat meminimalisir kemungkinan risiko loss terburuk untuk terjadi.

Indikator Teknikal Saham untuk Scalping

Scalper biasanya menggunakan beberapa indikator teknikal seperti berikut, diantaranya :

1. Moving Average (MA)

Scalper menggunakan indikator teknikal moving average ini karena cukup sederhana cara kerjanya. Cara kerja indikator ini juga dapat menentukan suatu time frame dan Batasan support ataupun resistance dalam trading saham.

2. Stochastic

Biasanya scalper juga melihat momentum saham tersebut bullish atau bearish dengan memanfaatkan indikator stochastic.

3. Bollinger bands

Indikator terakhir yang biasanya digunakan scalper adalah Bollinger bands. Ketika harga suatu saham terpantau menyentuh lower band, maka bisa dimanfaatkan untuk mengambil posisi buy. Jika sebaliknya, dimana harga suatu saham sudah menyentuh garis atas atau upper band nya, maka scalper biasanya akan bersiap untuk sell.

Kesimpulan

Scalping saham menawarkan peluang imbal hasil yang cepat namun diimbangi dengan tingkat risiko yang konstan tinggi. Keberhasilan dalam menerapkan strategi ini sangat bergantung pada kecepatan analisis teknikal, kedisiplinan trading plan, serta manajemen risiko yang ketat.

Bagi investor maupun trader domestik, memahami ritme pasar dan menggunakan indikator teknikal yang tepat merupakan kunci menjaga kestabilan modal. Dengan persiapan strategi yang matang, Kamu dapat memanfaatkan momentum pergerakan harga harian untuk mengoptimalkan profitabilitas investasi.

Pantau Pergerakan Pasar dan Lakukan Diversifikasi Portofolio di Ajaib

Dinamika fluktuasi pasar modal saat ini menjadi momen penting bagi Kamu untuk mengevaluasi kembali alokasi aset dan menerapkan strategi diversifikasi secara bijak. Kamu dapat memantau pergerakan saham secara real-time sekaligus menganalisis indikator teknikal dengan mudah melalui aplikasi Ajaib.

Manfaatkan kelengkapan fitur profesional Ajaib Terminal di desktop Kamu untuk mendukung eksekusi transaksi yang lebih cepat serta presisi di tengah volatilitas IHSG. Buka dan akses Ajaib Terminal via web browser atau download aplikasi desktop Ajaib Terminal sekarang untuk memaksimalkan analisis serta eksekusi pasar kamu!

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi  ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

FAQ

Apakah strategi scalping saham cocok untuk trader pemula?

Scalping kurang disarankan bagi pemula karena membutuhkan kecepatan eksekusi tinggi dan analisis teknikal yang matang. Pemula dianjurkan memulainya melalui swing trading atau investasi jangka menengah untuk memahami karakter fluktuasi saham terlebih dahulu.

Berapa target keuntungan rata-rata yang dicari seorang scalper?

Seorang scalper biasanya mengincar target keuntungan yang relatif kecil, berkisar antara 1% hingga 3% per transaksi, namun dilakukan dengan frekuensi perdagangan yang tinggi dalam satu hari.

Indikator apa yang paling penting dalam scalping saham?

Indikator popular yang sering digunakan meliputi Moving Average (MA) untuk memetakan tren, Stochastic Oscillator untuk mengukur momentum, serta Bollinger Bands untuk mengukur volatilitas harga.

Bagaimana cara meminimalisir risiko kerugian saat melakukan scalping?

Kamu dapat meminimalisir risiko dengan memasang batas stop loss secara ketat, mematuhi trading plan tanpa terbawa emosi, serta memanfaatkan platform perdagangan yang memiliki eksekusi cepat seperti Ajaib Terminal.

Related Content