Bisnis & Kerja Sampingan

Ikan Arwana, Potensi Budidaya dan Ancaman Punah Menghantui

ikan arwana

Ajaib.co.id – Di balik tubuh pipih dan punggung datar memanjang, ikan arwana tak sekadar jenis ikan hias yang banyak diminati masyarakat. Ikan arwana juga memiliki potensi budidaya sekaligus menunjukkan status ekonomi. Meskipun arwana dibuntuti oleh ancaman punah.

Ikan Arwana atau arwana asia (Scleropages formosus) adalah ikan purba spesies ikan air tawar yang banyak dijumpai di kawasan perairan Asia Tenggara. Di Indonesia, ikan arwana memiliki habitat di Kalimantan dan Papua. Nama lainnya ikan siluk, ikan naga, saratoga, barramundi, kayangan, arwana, dan lainnya.

Ancaman Punah

Berdasarkan International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), ikan arwana asia masuk ke dalam daftar spesies langka berstatus terancam punah pada 2004. Hal tersebut disebabkan perburuan ikan di kawasan air tawar (sungai) lalu dijual kepada kolektor sebagai ikan hias.

Terkadang para kolektor rela mengeluarkan dana tinggi untuk membeli ikan arwana. Bahkan satu arwana bisa dihargai hingga ratusan juta sampai miliaran rupiah. Contohnya, arwana super red dari Kapuas Hulu terjual Rp875 juta setelah menjuarai kontes ikan hias di Tiongkok, wartakota.tribunnews.com (23/06/2019).

Di sisi lain, tak sedikit yang menganggap arwana adalah simbol status ekonomi seseorang. Seperti orang yang memelihara arwana adalah orang kaya. Ada juga yang beranggapan bahwa ikan ini membawa keberuntungan kepada sang pemilik.

Di balik keberuntungan, arwana asal Indonesia juga terancam punah. Arwana yang terancam punah terdapat di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, adalah jenis super red atau ikan silok merah. Jenis yang paling diminati masyarakat karena memiliki unsur hoki. Ciri khas arwana super red antara lain:

  • Sisik merah dan tebal.
  • Warna cenderung merah cabai atau merah darah, dianggap varietas paling berkualitas daripada arwana merah emas atau merah orange.
  • Kepala agak bulat dan besar.
  • Gerak jalannya berkelok-kelok, yang dipercaya mampu mengurangi stres.

Potensi Budidaya

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, mengatakan dalam laman kementerian (KKP.go.id) di kanal Dirjen Pengelolaan Ruang Laut bahwa perdagangan ikan arwana diperbolehkan secara hukum. Asal ikan tersebut merupakan hasil penangkaran atau budidaya. Pasalnya, Indonesia memiliki 400 spesies ikan hias air tawar dari 1,100 spesies lebih di dunia.

Hanya saja budidaya yang dikembangkan di sini masih sekitar 90 spesies. Padahal budidaya memiliki nilai ekonomi tinggi. Membantu roda perekonomian masyarakat dan menambah pemasukan bagi negara. Apalagi jika arwana diekspor hingga ke luar negeri.

Oleh karena itu, budidaya ikan arwana sangat menjanjikan. Kamu masih berkesempatan melakukannya. Hal-hal yang harus dipersiapkan adalah:

  • Peralatan. Akuarium ukuran sedang atau besar (empat-tujuh buah), bisa pula menggunakan kolam ikan, sediakan juga oksigen, aerator, penyaring air, lampu, pengukur suhu, saluran air, dan alat pelengkap lainnya.
  • Ruangan. Sediakan ruangan yang bersih, terjaga suhu udara, dan menyediakan air bersih dengan level ph 6-7.
  • Bibit Arwana. Sebelum membeli bibit arwana, kamu harus mengetahui jenis-jenisnya. Jenis ikan arwana yang paling banyak di Indonesia dan diminati adalah arwana merah, arwana golden CBG, arwana golden RTG, arwana hijau, banjar merah, serta red spotted pearl dan jardini. Beli bibit arwana yang berkualitas agar menghasilkan ikan bermutu dan unggul.
  • Makanan Ikan. Beri makan ikan berprotein tinggi dengan campuran daging cincang, cacahan ikan mas, udang, kepiting yang dihaluskan, dan tambahan wortel serta labu sebagai penambah vitamin. Paling tidak berikan makanan ke ikan-ikan minimal dua kali sehari.
  • Membesarkan Benih. Lihat tanda-tanda ikan yang membuahi pasangannya, lalu pindahkan ke akuarium atau kolam lain. Hal tersebut agar anakan arwana berkembang biak dengan sempurna.
  • Tanning. Dalam proses perkembangan, arwana membutuhkan tanning atau pemberian sinar. Hal ini untuk membantu warna kulit ikan agar lebih berpigmen. Proses tanning harus disesuaikan berdasarkan jenis dan tujuan (warna yang diinginkan).
  • Fokus. Yang tak kalah penting dari peralatan dkk. adalah fokus melakukan budidaya arwana. Agar menghasilkan ikan berkualitas dan dapat diekspor. Fokus juga untuk memperbarui ilmu tentang perikanan, karakter arwana, sistem ekspor, dan manajemen keuangan. Hal tersebut membantunya saat mengelola modal, menghitung pemasukan, pengeluaran, serta laba atau rugi.

Dukungan Pemerintah

Saat ini, ekspor hasil budidaya ikan arwana lesu. Penyebabnya adalah pandemi covid-19 yang mengglobal. Dilansir dari Antaranews, Menurut Sugiharto, Ketua Asosiasi Pecinta Koi Indonesia (APKI), dampak pandemi mengganggu pasar arwana dalam dan luar negeri, termasuk masalah transportasi yang dibatasi operasinya hingga tarif kargo pesawat yang melonjak.

Ikan arwana, lanjut Sugiharto, juga menghadapi masalah perizinan ekspor. Karena awal perizinan dipegang oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tetapi kini kewenangan ada di BKPM. Alhasil 40 izin perusahaan arwana mengalami penundaan, yang berdampak pada ekspor.

Selain itu, Arief Hardjadinata, pengusaha arwana, kerap mengalami masalah tentang ekspor. Ia mengaku proses ekspor arwana berbelit-belit. Mulai dari proses CITES, pengisian formulir yang tersedia di pelabuhan laut (padahal pengiriman menggunakan pesawat), hingga pengiriman menggunakan jasa kargo maskapai.

Saat ini, tak ada penerbangan langsung dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kota asalnya, ke negara tujuan ekspor Tiongkok. Sehingga pengusaha harus memperhitungkan waktu transit maskapai terhadap kebutuhan oksigen arwana.

Menyadari potensi arwana, pemerintah melalui Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI ingin meningkatkan ekspor komoditas ketika pandemi ini. Tujuannya agar devisa meningkat. Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Maritim dan Investasi, Safri Burhanuddin, mengatakan pemerintah akan berbuat sesuatu untuk mempercepat proses regulasi yang berbelit-belit.

Artikel Terkait