Ajaib
Menu

Berita

IHSG Nyaris Picu Trading Halt, Anjlok Lebih dari 7% Usai Sentimen MSCI

TikaJanuary 28, 2026

IHSG Tertekan, Pelemahan Saham Perbankan Jadi Penyebab Utama!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan sangat dalam pada perdagangan Rabu (28/1/2026) dan nyaris menyentuh ambang batas penghentian perdagangan sementara atau trading halt. Tekanan jual massif membuat IHSG bergerak ekstrem sejak pembukaan hingga menjelang akhir sesi pertama.

IHSG membuka perdagangan dengan penurunan tajam 6,8% ke level 8.369,48. Sempat terjadi upaya pemulihan sekitar 10 menit setelah pembukaan, dengan koreksi menyempit ke kisaran 4,55%. Namun tekanan kembali menguat dan mendorong IHSG jatuh lebih dalam.

Hingga pukul 11.23 WIB, IHSG tercatat anjlok 7,58% ke level 8.299,95 atau turun sekitar 780 poin dalam satu sesi. Bahkan pada titik terendahnya, IHSG sempat melemah lebih dari 7,8%, hanya terpaut tipis dari batas trading halt yang ditetapkan otoritas bursa di level penurunan 8%.

Panic Selling Meluas, Sentimen MSCI Tekan Pasar

Tekanan jual melanda hampir seluruh saham yang aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Tercatat sebanyak 764 saham berada di zona merah, hanya 26 saham yang menguat, dan 14 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat tinggi, mencapai Rp27,74 triliun dengan volume perdagangan sekitar 40 miliar saham dalam lebih dari 2,5 juta transaksi.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar dan saham yang selama ini menopang indeks ikut tertekan, bahkan menyentuh batas auto reject bawah (ARB).

Saham-saham seperti Bukit Uluwatu Villa (BUVA), Rukun Raharja (RAJA), Darma Henwa (DEWA), Petrosea (PTRO), Dian Swastatika Sentosa (DSSA), Barito Pacific (BRPT), hingga Bumi Resources (BUMI) tercatat masuk daftar saham ARB pada perdagangan pagi.

Berdasarkan data Refinitiv, seluruh sektor saham bergerak di zona merah. Sektor properti mencatat penurunan terdalam sekitar 6,29%, diikuti sektor energi yang melemah 5,5% dan sektor teknologi turun 3,66%.

Saham-saham dengan kontribusi tekanan terbesar terhadap IHSG antara lain DSSA, Barito Renewables Energy (BREN), Bank Central Asia (BBCA), Bayan Resources (BYAN), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Selain itu, DCI Indonesia (DCII), BRPT, dan BUMI juga masuk dalam jajaran pemberat utama indeks.

Penyebab Melemahnya IHSG

Pelemahan tajam IHSG terjadi sebagai respons langsung pasar terhadap pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait evaluasi free float saham-saham Indonesia dalam indeks global.

MSCI menilai masih terdapat kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham, meskipun telah ada perbaikan minor pada data free float yang disampaikan oleh Bursa Efek Indonesia.

Dalam keterangannya, MSCI menyebut bahwa sebagian investor mendukung penggunaan laporan kepemilikan bulanan dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai data tambahan.

Namun, banyak pelaku pasar global menilai klasifikasi pemegang saham dalam data tersebut belum cukup andal untuk mendukung penilaian free float dan kelayakan investasi secara menyeluruh.

Atas dasar itu, MSCI menerapkan perlakuan sementara (interim treatment) yang berlaku efektif segera. Kebijakan ini mencakup pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), penghentian penambahan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta penahanan migrasi naik antar segmen indeks, termasuk dari Small Cap ke Standard.

Langkah tersebut diambil untuk memitigasi risiko perputaran indeks dan risiko investabilitas, sembari menunggu perbaikan transparansi dari otoritas pasar.

MSCI juga membuka kemungkinan penurunan bobot saham Indonesia di MSCI Emerging Markets Index, bahkan potensi penurunan status pasar jika perbaikan tidak dinilai memadai hingga Mei 2026.

Tekanan ini memicu peningkatan volatilitas dan aksi panic selling, terutama pada saham-saham yang sensitif terhadap arus dana berbasis indeks global, sehingga membuat IHSG nyaris memasuki fase trading halt pada perdagangan hari ini.

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260128112135-17-705947/alert-ihsg-anjlok-758-dekati-level-trading-halt
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/97795/msci-picu-panic-selling-ihsg-pepet-batas-trading-halt/2

Google Play StoreApple App Store

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!

IHSG Nyaris Picu Trading Halt, Anjlok Lebih dari 7% Usai Sentimen MSCI - Ajaib