Investasi

IDX Siap Jadi Pasar Bursa Terbesar Asia Karena hal Ini

idx

Sudah pernahkah kamu mengunjungi Indonesia Stock Exchange (IDX), atau yang sering juga dikenal dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower 1, Lantai 6. Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53. Jakarta Selatan? Atau malah sudah sering? Gedung bermodel menara kembar dengan gaya arsitektur era 90-an ini memiliki luas area mencapai 25.280 meter persegi, dan populer sebagai Perkantoran mewah dengan harga sewa selangit yang telah menjadikan kawasan sekitarnya sebagai pusat keuangan dan bisnis terkemuka di Jakarta.

Tapi sudah banyakkah yang tahu tentang prestasi mengagumkan yang telah diraih oleh IDX, terutama dalam lima tahun terakhir? Prestasi itu bukan sekedar menjadi pusat dinamisnya perdagangan bursa efek (saham) berskala nasional, namun juga Asia, bahkan siap mendunia. Ingin tahu lebih lanjut?

Setelah 5 Tahun IDX Siap Merebut Posisi Puncak

Indikator kesehatan keuangan dari perekonomian suatu negara biasanya adalah pasar sahamnya. Suasana hati, atau antusiasme para investor suatu negara tercermin di bursa efek, karena bursa efek bertindak sebagai penghubung antara para investor dengan perusahaan, ataupun institusi pemerintah, melalui perdagangan produk investasi seperti obligasi, saham, dan sejenisnya.

Dari jam 09.00-16.00 setiap harinya, bursa saham selalu riuh oleh aksi para broker dan pedagang yang beraktivitas jual-beli saham perusahaan terbuka (emiten), guna memaksimalkan perolehan keuntungan. Dan fakta yang cukup membanggakan adalah Indonesia Stock Exchange menjadi salah satu bursa efek terbesar di kawasan Asia, yang sejatinya juga memiliki beberapa bursa efek terbesar di dunia. Padahal 5 tahun lalu, Indonesia hanya menempati posisi ke-9 dalam peringkat nilai kapitalisasi pasar (market capitalization), masih jauh dari posisi kinclong saat ini.

Tahun 2020 ini, dengan nilai kapitalisasi pasar saham sebesar US$ 529 miliar, Indonesia sedang bersiap untuk merebut predikat sebagai pasar saham terbesar di kawasan Asia dari Thailand, yang nilai kapitalisasinya tengah merosot. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun telah mengalami kenaikan 5,5% dalam mata uang dollar AS di periode yang sama. Indonesia memulai babak baru proyek-proyek infrastruktur dan reformasi untuk merangsang pertumbuhan di negara terpadat ke-4 dunia ini. Sebagai hasilnya, Indonesia sempat menduduki posisi puncak kapitalisasi market di kawasan Asia pada Januari – April 2019, dan berada di peringkat ke-21 secara global!

Sedangkan sebelumnya, di tahun 2019, didukung oleh penguatan nilai mata uang Bath, Thailand merebut posisi teratas dari Singapura yang selama 2003 – 2019 menjadi pemimpin dan jawara bertahan peringkat bursa saham Asia Tenggara.

Pertumbuhan pesat Indonesia Stock Exchange tak dapat dipisahkan dari peran emiten-emiten blue chip yang market maker. Emiten yang saat ini menduduki peringkat puncak di kawasan Asia Tenggara adalah PT Bank Central Asia, dengan nilai kapitalisasi terbesar senilai USD62 miliar. Selanjutnya diikuti oleh DBS Group Holdings Ltd (Singapura) dan PTT Pcl (Thailand).

Sementara, secara global ada 8 perusahaan individual bernilai lebih dari pasar Thailand ataupun Indonesia, termasuk di antaranya perusahaan bernilai USD3 triliun, yaitu: Saudi Arabian Oil Co, Apple Inc dan Microsoft Corp.

IDX Hanya Peringkat 9 Asia di Tahun 2015

Berikut ini adalah list peringkat 10 bursa efek Asia dengan market capitalization terbesar di dunia pada 2015 lalu:

1. Tokyo Stock Exchange (TSE)

Jumlah kapitalisasi pasar: USD4.485 miliar

2. Shanghai Stock Exchange (SSE)

Jumlah kapitalisasi pasar: USD3.986 miliar

3. Hong Kong Stock Exchange (HKEX)

Jumlah kapitalisasi pasar: USD3.325 miliar

4. Shenzhen Stock Exchange (SZSE)

Jumlah kapitalisasi pasar: USD2.285 miliar

5. Bombay Stock Exchange (BSE)

Jumlah kapitalisasi pasar: USD1.682 miliar

6. National Stock Exchange of India (NSE)

Jumlah kapitalisasi pasar: USD1.642 miliar

7. Korea Exchange (KRX)

Jumlah kapitalisasi pasar: USD1.251 miliar

8. Taiwan Stock Exchange (TWSE)

Jumlah kapitalisasi pasar: USD861 miliar

9. Indonesia Stock Exchange (IDX) / Bursa Efek Indonesia (BEI)

Jumlah kapitalisasi pasar: USD426,78 miliar

10. Borsa Istanbul (BIST)

Jumlah kapitalisasi pasar: USD220,620 miliar

Semua Faktor Kejawaraan IDX

Seiring perkembangan terbaru ini, para pelaku usaha juga optimistis bahwa Indonesia Stock Exchange akan menjadi yang terbesar di Asean dilihat dari jumlah emiten, investor, dan kapitalisasi pasar.

Peringkat menurut jumlah emiten:

  • Singapura 794 emiten
  • Malaysia 780 emiten
  • Thailand 747 emiten.
  • Indonesia 630 emiten.  

Mengingat pada faktanya total jumlah korporasi > 5.000, jumlah emiten Indonesia seharusnya sudah > 1.000.

Peringkat menurut nilai market capitalization:

  • Bursa Thailand senilai USD 506,78 miliar.
  • Bursa Indonesia senilai USD 503,31 miliar.
  • Bursa Singapura senilai USD 494,9 miliar.

Nilai market capitalization berkaitan dengan jumlah saham tercatat dan harga saham. Sedangkan harga saham ditentukan oleh kondisi fundamental emiten dan jumlah investor.

Jumlah investor di Indonesia Stock Exchange kini baru 1,6 juta, masih sangat sedikit mengingat jumlah penduduk yang sudah mencapai 265.000.000, dimana kelas menengahnya sejumlah 90.000.000. Selayaknya, jumlah investor di Indonesia sudah > 5.000.000. Maka, IDX punya potensi tumbuh sangat besar, melampaui bursa negara-negara Asean dari segala sisi.

Faktor Penentu Kejawaraan IDX

  • Iklim investasi dan otoritas bursa yang sehat di Indonesia.
  • Stabilitas makroekonomi dan politik
  • Kebijakan Pemerintah dan OJK yang tidak menghambat gerak emiten, perusahaan sekuritas, dan manajer investasi dalam mencetak laba.
  • Kemudahan go public bagi calon emiten tanpa mengendurkan good governance, termasuk ringannya biaya Initial Public Offering (IPO).
  • Pertumbuhan di atas 6%.

Nggak nyangka ya, Indonesia Stock Exchange ternyata sedemikian eksisnya di Asia. Bukan tak mungkin, kelak pun begitu di dunia. Jadi, pertahankan antusiasme kamu dalam berinvestasi di bursa saham, dan raih keuntungan semaksimal mungkin demi mencapai tujuan investasimu. Tapi, untuk meminimalisasi risiko, jangan lupa diversifikasikan portfolio investasimu dengan investasi yang lebih minim risiko dan menguntungkan, seperti reksa dana di Ajaib. Yakni APERD berintegritas yang memberikan fleksibilitas dengan minimum investasi cuma Rp10.000, aplikasi mudah, menu pilihan paket investasi variatif, dan menyandang status kelulusan dari program pembinaan inkubator startup terkemuka Y Combinator di Silicon Valley, serta pengawasan penuh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ajaib tetap jadi pilihan keren untuk kalangan milenial!

Bacaan menarik lainnya:

Jogiyanto, H. (2015). Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Jakarta: Rajawali Pers.


 Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait