Ajaib
Menu

Saham

Short Selling: Langkah, Strategi, dan Batasannya dalam Investasi

SarifaNovember 7, 2025

short-selling

Kebanyakan investor mencari untung saat harga saham naik: beli rendah, jual tinggi. Tapi bagaimana jika kamu yakin suatu saham justru akan turun? Di sinilah short selling muncul sebagai strategi. Short selling adalah teknik perdagangan yang memungkinkan investor mendapat keuntungan dari penurunan harga aset, sekaligus berfungsi sebagai alat lindung nilai (hedging). Artikel ini akan memandu kamu memahami mekanisme, strategi, risiko, dan regulasi short selling di Indonesia. Dengan mempelajarinya, kamu bisa menambah wawasan tentang berbagai sisi dunia investasi.

Apa itu Short Selling?

Secara sederhana, short selling adalah praktik menjual aset (seperti saham) yang tidak kamu miliki, dengan harapan bisa membelinya kembali di masa depan dengan harga yang lebih murah. Bayangkan kamu meminjam sebuah buku dari teman dan menjualnya dengan harga Rp 100.000. Jika kemudian harga buku itu turun menjadi Rp 70.000, kamu bisa membelinya kembali dan mengembalikan buku tersebut kepada temanmu. Kamu pun mendapat untung Rp 30.000. Prinsip inilah yang diterapkan dalam short selling saham. Investor melakukan ini biasanya karena dua alasan utama: untuk berspekulasi guna mendapat keuntungan dari pasar yang turun, atau untuk melindungi (hedging) portofolio saham mereka yang lain dari risiko penurunan harga.

Bagaimana Mekanisme Short Selling Bekerja

Mekanisme short selling melibatkan beberapa langkah berurutan dan biaya yang perlu kamu pahami:

  1. Peminjaman Saham: Pertama-tama, kamu meminjam sejumlah lot saham dari perusahaan sekuritas (broker) yang menyediakan layanan ini. Saham yang dipinjam biasanya adalah saham likuid yang memenuhi syarat.
  2. Penjualan di Pasar: Saham yang telah dipinjam kemudian langsung kamu jual di pasar dengan harga saat ini. Uang hasil penjualan ini akan ditahan sementara di akun kamu oleh broker.
  3. Menunggu dan Membeli Kembali (Covering): Kamu menunggu hingga harga saham tersebut turun seperti yang diantisipasi. Setelah harganya turun, kamu membeli kembali saham tersebut di pasar.
  4. Mengembalikan Saham: Saham yang telah dibeli kembali itu kemudian kamu kembalikan kepada broker untuk melunasi pinjaman.

Keuntungan kamu adalah selisih antara harga jual awal dan harga beli kembali, dikurangi berbagai biaya. Biaya-biaya yang harus diperhitungkan termasuk biaya pinjam saham (lending fee) dan bunga margin. Di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatur ketat praktik ini. Hanya saham tertentu yang memenuhi kriteria likuiditas dan kapitalisasi yang boleh dijual short, dan transaksinya diawasi untuk mencegah manipulasi pasar.

Bagaimana Contoh Short Selling Saham?

Mari kita lihat contoh konkretnya. Misalnya, Saham XYZ diperdagangkan di harga Rp 2.000. Setelah melakukan analisis mendalam, kamu yakin harga saham ini akan turun karena kinerja kuartalannya yang buruk.

  • Langkah 1: Kamu meminjam 10.000 lembar Saham XYZ dari broker dan langsung menjualnya di harga Rp 2.000. Hasil penjualan yang kamu dapat adalah 10.000 x Rp 2.000 = Rp 20.000.000.
  • Langkah 2: Prediksimu ternyata benar. Beberapa minggu kemudian, harga Saham XYZ anjlok menjadi Rp 1.500.
  • Langkah 3: Kamu memutuskan untuk menutup posisi short (covering) dengan membeli kembali 10.000 lembar saham tersebut di harga Rp 1.500. Total biaya yang kamu keluarkan adalah 10.000 x Rp 1.500 = Rp 15.000.000.
  • Keuntungan Kotor: Rp 20.000.000 – Rp 15.000.000 = Rp 5.000.000.

Keuntungan bersih kamu adalah Rp 5.000.000 dikurangi biaya pinjam dan komisi broker. Sebaliknya, jika harga Saham XYZ justru naik menjadi Rp 2.500, kamu akan mengalami kerugian karena terpaksa membeli kembali dengan harga lebih tinggi.

Strategi Short Selling yang Umum Digunakan

Short selling bukan sekadar menebak-nebak. Ada strategi yang biasa diterapkan trader dan investor:

  • Strategi untuk Pasar Bearish atau Saham Overvalued: Ini adalah tujuan paling umum. Investor mencari perusahaan dengan fundamental yang lemah, valuasi yang dianggap terlalu mahal (overvalued), atau prospek bisnis yang suram, lalu membuka posisi short untuk mendapat untung dari koreksi harga.
  • Strategi Hedging untuk Melindungi Portofolio: Investor yang memegang banyak saham (long position) bisa menggunakan short selling sebagai asuransi. Dengan melakukan short pada saham atau indeks yang berkorelasi dengan portofolionya, mereka bisa melindungi nilai portofolio jika pasar secara keseluruhan turun. Kerugian dari saham yang dipegang akan diimbangi sebagian oleh keuntungan dari posisi short.
  • Memilih Timing yang Tepat: Timing adalah segalanya dalam short selling. Trader sering menggunakan analisis teknikal untuk mengidentifikasi titik resistance, pola bearish, atau kelemahan momentum sebagai sinyal untuk masuk. Menentukan target profit dan stop-loss yang jelas juga merupakan bagian krusial dari timing untuk keluar dari posisi.

Keuntungan dan Risiko dari Short Selling

Seperti dua sisi mata uang, short selling menawarkan peluang sekaligus bahaya yang besar.

Keuntungan:

  • Potensi profit dalam kondisi pasar turun.
  • Fleksibilitas strategi dan alat hedging yang efektif.
  • Likuiditas bagi pasar, membantu harga menemukan level wajar lebih cepat.

Risiko (yang bisa sangat besar):

  • Risiko Kerugian Tak Terbatas: Saat kamu membeli saham (long), kerugian maksimal adalah 100% jika harganya turun ke nol. Namun, dalam short selling, kerugianmu TIDAK TERBATAS karena harga saham bisa naik terus-menerus.
  • Margin Call: Jika harga saham naik signifikan, broker akan meminta kamu menambah dana jaminan (margin). Jika tidak dipenuhi, posisimu akan ditutup paksa dengan rugi.
  • Short Squeeze: Jika banyak pelaku short yang harus menutup posisi mereka secara bersamaan karena harga naik, hal ini justru mendorong kenaikan harga lebih lanjut, memperparah kerugian para pelaku short.
  • Biaya yang Terus Berjalan: Biaya pinjam saham dan bunga margin akan terus membebani posisimu selama masih terbuka.

Regulasi Short Selling di Indonesia

OJK mengatur short selling dengan ketat untuk menjaga stabilitas pasar. Beberapa aturan utama meliputi:

  • Daftar Saham Eligible: Hanya saham-saham dengan likuiditas dan kapitalisasi tertentu yang boleh diperdagangkan secara short.
  • Aturan Uptick: Di beberapa bursa, short selling hanya boleh dilakukan saat harga sedang naik (on an uptick) untuk mencegah aksi gempuran jual yang memperparah penurunan.
  • Transparansi dan Pelaporan: Broker diwajibkan untuk melaporkan posisi short selling klien mereka kepada OJK.
  • Circuit Breaker: Mekanisme penghentian sementara perdagangan otomatis akan aktif jika pasar mengalami penurunan drastis, yang juga membekukan semua transaksi short.

Tips Ketika Melakukan Short Selling

Bagi pemula, mendekati short selling harus dengan sangat hati-hati. Berikut tipsnya:

  • Pahami Mekanisme dan Regulasi Sepenuhnya: Jangan coba-coba short selling sebelum kamu benar-benar paham semua aturan, biaya, dan risikonya.
  • Terapkan Manajemen Risiko Ketat: Selalu gunakan stop-loss order untuk membatasi kerugian. Jangan pernah menggunakan dana yang bukan untuk spekulasi berisiko tinggi.
  • Pilih Saham yang Likuid dan Memenuhi Syarat: Hindari melakukan short pada saham yang tidak likuid, karena akan sulit keluar dari posisi saat dibutuhkan.
  • Perhitungkan Biaya dan Skenario Terburuk: Selalu hitung berapa kerugian potensial jika harga saham naik 50% atau 100%. Jangan sampai terjebak dalam short squeeze.
  • Mulai dengan Posisi Kecil: Jika ingin mencoba, mulai dengan posisi yang sangat kecil untuk merasakan dinamikanya tanpa membahayakan portofolio utama kamu.

Investasi Saham di Ajaib!

Memahami strategi lanjutan seperti short selling memperkaya pengetahuanmu, tetapi untuk perjalanan investasi jangka panjang yang lebih aman, membangun portofolio yang terdiversifikasi adalah kunci utama. Kamu bisa memulai dan mengelola investasi saham dengan lebih mudah dan terpercaya melalui Ajaib!.

Platform investasi modern ini menyediakan berbagai fitur yang mendukung proses belajarmu, mulai dari analisis fundamental, berita pasar terkini, hingga antarmuka yang ramah untuk pemula. Dengan Ajaib!, kamu bisa fokus pada pembelajaran dan pengembangan strategi investasi yang sesuai dengan profil risikomu. Jadilah investor yang cerdas dengan memanfaatkan tools yang tepat, dan selalu utamakan manajemen risiko dalam setiap keputusan investasimu.

Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Membeli dan Menjual Saham di Ajaib

Mulai Investasi Saham di Ajaib!

Ajaib adalah aplikasi investasi all-in-one, mulai dari Saham Indonesia, reksadana, obligasi, kripto, hingga saham Amerika. Ajaib hadir untuk memberikan pengalaman investasi yang lebih cepat, aman, dan handal. Yuk mulai berinvestasi di beragam instrumen di Ajaib. Proses pendaftarannya mudah dan 100% online. Sudah berizin dan diawasi OJK & BAPPEBTI.

Google Play StoreApple App Store

Tags :

#Saham

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!