Saham

Rekomendasi Saham Hari Ini: INCO, ARCI, dan BRIS

Ratih Mustikoningsih•November 3, 2026

Key Takeaways:

  • IHSG diprediksi bergerak bervariasi pada rentang 5.000–5.150 setelah ditutup menguat +0,79% ke level 5.096 didorong pemulihan data ekonomi domestik.
  • Sentimen pasar diwarnai lonjakan PMI Manufaktur ke 54,0, yield dividen interim ITMG sebesar 5,03%, aksi borong saham ISAT oleh manajemen, serta penurunan harga minyak Brent sebesar -7,63%.
  • Tiga saham pilihan Ajaib Sekuritas untuk strategi Accumulate Buy dan Trading Buy hari ini meliputi INCO, ARCI, dan BRIS.

Sentimen Pasar Domestik: IHSG Rebound ke Level 5.096 Didorong Data Ekonomi yang Membaik

Langkah IHSG kembali bertenaga setelah ditutup menguat sebesar +0,79% atau naik 39 poin menuju level 5.096 pada perdagangan sebelumnya. Meskipun investor asing masih mencatatkan aksi outflow sebesar Rp375 miliar di pasar reguler, penguatan ini ditopang rilis data ekonomi dalam negeri yang membaik.

Kenaikan IHSG direspons positif oleh lonjakan PMI Manufaktur Indonesia pada Oktober 2026 ke level 54,0 yang merupakan posisi tertinggi dalam 31 bulan terakhir. Di samping itu, tingkat inflasi nasional tetap terjaga di angka 3,23% yoy serta neraca perdagangan domestik masih membukukan surplus senilai USD 3,36 miliar pada September 2026.

Aksi korporasi serta perubahan kinerja keuangan emiten semacam ini kerap memicu perubahan pergerakan modal di pasar saham secara signifikan. Oleh sebab itu, sangat penting bagi Kamu untuk memantau apakah saham target sedang mengalami akumulasi atau distribusi secara presisi melalui fitur Broker Flow di Ajaib Terminal. Nikmati Broker Fee Rp 0 dengan Transaksi di Ajaib Terminal.

Dividen Interim ITMG 5% dan Direksi ISAT Borong Saham

Kabar menarik datang dari aksi korporasi emiten sektor energi dan telekomunikasi yang memberikan sentimen positif bagi pasar. PT Indo Tambangraya Megah Tbk ($ITMG) mengalokasikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar USD 74,2 juta atau setara Rp1,343 triliun dengan indikasi dividend yield efektif mencapai 5,03% menjelang tanggal cum dividen 10 November 2026.

Di sisi lain, jajaran direksi PT Indosat Tbk ($ISAT) menunjukkan komitmen kuat dengan melakukan aksi borong saham perseroan senilai total Rp5,97 miliar. Direksi ISAT Vikram Sinha mengakumulasi 3.656.400 saham senilai Rp4,99 miliar pada 30 Oktober 2026, sementara Irsyad Sahroni membeli 640 ribu saham senilai Rp988,8 juta pada 29 Oktober 2026.

Harga Minyak Ambles dan Tekanan Saham Teknologi di Wall Street

Beralih ke pasar global, mayoritas indeks Wall Street lanjut terkoreksi dengan indeks Nasdaq turun -1,07% dan S&P 500 tergerus -0,5%. Aksi pelepasan pada sektor teknologi serta saham berbasis AI menutupi dampak positif dari penurunan harga energi dunia.

Di sisi lain, harga minyak Brent ambles -7,63% ke level USD 104 per barel seiring rekor produksi minyak AS yang menembus 13,99 juta barel per hari serta kenaikan kuota produksi OPEC+. Kombinasi dinamika global dan sentimen domestik ini diproyeksikan membuat pergerakan IHSG hari ini bervariasi terbatas dalam rentang support-resistance 5.000–5.150.

Rekomendasi Saham Hari Ini INCO, ARCI, dan BRIS

Kode SahamRekomendasiHarga PenutupanTarget PriceStop Loss
INCOAccum BuyRp3.330Rp3.420Rp3.200
ARCITrading BuyRp875Rp900Rp800
BRISAccum BuyRp1.015Rp1.045Rp980

1. INCO

  • Accum Buy: Rp3.330
  • Target Price: Rp3.420
  • Stop Loss: Rp3.200

Posisi harga INCO saat ini berada di area support dan indikator MACD bar histogram memperlihatkan pelemahan terbatas dalam momentum akumulasi.

Pada 9M26, PT Vale Indonesia Tbk ($INCO) membukukan laba bersih sebesar USD 147,12 juta (+180,5% yoy dari USD 52,45 juta) dengan pendapatan USD 896,07 juta (+27,0% yoy). Seluruh pendapatan $INCO didapat dari penjualan Nikel dalam Matte, dengan kontributor utama didominasi oleh penjualan ke Vale Canada Limited sebesar 59,4% (USD 532,48 juta), disusul penjualan ke Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. sebesar 40,6% (USD 363,59 juta). Sementara pada 3Q26, $INCO mencatatkan pendapatan USD 353,00 juta (+21,5% qoq, +26,7% yoy) dan laba bersih USD 42,75 juta (-29,7% qoq, +57,2% yoy).

2. ARCI

  • Trading Buy: Rp875
  • Target Price: Rp900
  • Stop Loss: Rp800

Posisi harga ARCI berada di area support dengan membentuk long white candle. Indikator stochastic crossing di area oversold mengindikasikan potensi rebound jangka pendek.

3. BRIS

  • Accum Buy: Rp1.015
  • Target Price: Rp1.045
  • Stop Loss: Rp980

Posisi harga BRIS bergerak sideways di area support. Indikator stochastic crossing di area oversold dan MACD bar mulai positif sebagai indikasi akumulasi.

Pantau Pergerakan Pasar dan Lakukan Diversifikasi Portofolio di Ajaib

Memanfaatkan momentum perbaikan kinerja emiten di tengah volatilitas IHSG membutuhkan eksekusi transaksi yang cepat dan presisi. Kamu dapat memantau perkembangan portofolio secara praktis dari ponsel melalui aplikasi Ajaib, atau memaksimalkan keputusan trading Kamu menggunakan fitur Broker Summary, Fast Trade, dan Custom Layout di Ajaib Terminal.

Yuk, download aplikasi Ajaib sekarang juga dan langsung eksekusi investasi saham pilihan Kamu!

Google Play StoreApple App Store

Sumber: Investing, Ajaib Research, Keterbukaan Informasi BEI

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Profil Penulis

Ratih Mustikoningsih
Ratih Mustikoningsih

Financial Expert Ajaib

Ratih Mustikoningsih merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman lebih 10 tahun di pasar modal Indonesia, khususnya dalam analisis saham dan strategi investasi. Melalui artikel dan edukasi yang ia sajikan, Ratih membantu investor memahami fundamental perusahaan, dinamika pasar, serta mengambil keputusan investasi saham yang lebih tepat.

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!