IHSG Hari Ini Anjlok 2,59% Tertekan Saham Konglomerasi
Ratih Mustikoningsih•October 12, 2026

Key Takeaway:
- IHSG terkoreksi 2,59% ke level 5.936,15, dipicu tekanan makroekonomi global dan regional, kenaikan harga minyak Brent, serta pelemahan rupiah.
- Investor asing mencatat inflow Rp81 miliar di pasar reguler, menjadi inflow pertama setelah 16 hari bursa.
- Saham konglomerasi ikut tertekan di tengah rumor terkait MSCI, meski belum ada konfirmasi resmi mengenai sanksi atau denda.
- ASII berencana melakukan voluntary tender offer saham AUTO dengan harga Rp3.600 per saham pada 13 Oktober–11 November 2026.
IHSG Anjlok 2,59% ke Level 5.936

Statistik Perdagangan IHSG 12 Oktober 2026
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Penutupan IHSG | 5.936,15 |
| Perubahan IHSG | -2,59% |
| Perubahan poin | -157,61 |
| Level tertinggi | 6.128 |
| Level terendah | 5.917,39 |
| Nilai transaksi | Rp13,74 triliun |
| Volume transaksi | 621 juta lot |
| Frekuensi transaksi | 1,88 juta kali |
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin, 12 Oktober 2026. IHSG turun 157,61 poin atau 2,59% ke level 5.936,15, dengan level tertinggi 6.128 dan terendah 5.917,39.
Koreksi IHSG terjadi di tengah tekanan makroekonomi global dan regional. Harga minyak mentah Brent mencapai US$105,92 per barel secara intraday pada 12 Oktober 2026, naik 1,16%. Kenaikan harga minyak tersebut tercermin dari depresiasi rupiah, yang memicu kekhawatiran atas potensi arus modal keluar (capital outflow).
Tekanan juga terlihat di pasar regional. Indeks KOSPI Korea Selatan melemah 3,65% ke level 6.384,24 pada 12 Oktober 2026, mempertegas sentimen risk-off di kawasan Asia Pasifik.
Jepang juga menghadapi risiko dari situasi geopolitik karena lebih dari 90% pasokan minyak mentahnya diimpor dari Timur Tengah dan melewati Selat Hormuz.
Asing Mulai Inflow Rp81 Miliar Setelah 16 Hari Bursa

Investor asing mencatat inflow di pasar reguler sebesar Rp81 miliar pada perdagangan 12 Oktober 2026. Arus masuk tersebut menjadi inflow pertama setelah 16 hari bursa.
Kepemilikan investor asing di pasar saham Indonesia tercatat sebesar 39,67%, setara Rp2.723,23 triliun per September 2026.
Sementara itu, kepemilikan asing di pasar obligasi Surat Berharga Negara (SBN) telah turun menjadi 13,09%, setara Rp904,39 triliun per 8 Oktober 2026. Angka tersebut berada di bawah level sebelum pandemi COVID-19 yang berada di kisaran 40%.
Perbedaan porsi kepemilikan asing di pasar saham dan obligasi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dicermati di tengah kekhawatiran terhadap berlanjutnya pemangkasan porsi portofolio saham oleh investor asing.
Jangan bingung lihat inflow/outflow asing! Cek fiturnya di Foreign-Domestic activity di Ajaib Terminal.
Saham Konglomerasi Tertekan di Tengah Rumor MSCI

Selain tekanan dari kondisi makroekonomi global dan regional, saham-saham konglomerasi juga tertekan di tengah rumor terkait MSCI.
Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi mengenai sanksi atau denda yang dikaitkan dengan rumor tersebut. Informasi ini perlu dibedakan dari perkembangan resmi yang telah diumumkan oleh pihak terkait.
ASII Tender Offer Saham AUTO Rp3.600 per Saham
PT Astra International Tbk (ASII) berencana menambah kepemilikan sahamnya di PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) sebesar 4,947%, setara dengan 238,44 juta saham, melalui mekanisme voluntary tender offer dengan harga Rp3.600 per saham.
Aksi korporasi tersebut telah efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setelah transaksi, kepemilikan ASII di AUTO berpotensi meningkat dari 80% menjadi maksimal 84,947%.
Rincian Tender Offer
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Perusahaan pengendali | PT Astra International Tbk (ASII) |
| Target tender offer | PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) |
| Jumlah saham | 238,44 juta saham |
| Porsi saham | 4,947% |
| Harga penawaran | Rp3.600 per saham |
| Kepemilikan ASII saat ini | 80% |
| Potensi kepemilikan setelah transaksi | 84,947% |
| Periode penawaran | 13 Oktober–11 November 2026 |
Aksi korporasi ini dinilai mempertegas keyakinan induk usaha terhadap prospek jangka panjang dan konsolidasi laba AUTO. Tender offer tersebut juga memberikan opsi cash-out bagi pemegang saham publik melalui harga penawaran yang telah ditentukan, tanpa menimbulkan transaksi di pasar reguler.
Setelah transaksi, porsi saham publik diperkirakan tetap sebesar 15,05%, sesuai dengan ketentuan OJK.
Saham LQ45: INKP Memimpin Penguatan, CUAN Terkoreksi Paling Dalam
Di tengah koreksi IHSG, sejumlah saham dalam indeks LQ45 masih mencatat penguatan, sementara saham lainnya mengalami penurunan tajam.
Top 5 Gainer LQ45
INKP memimpin daftar saham dengan penguatan terbesar sebesar 4,83%, diikuti CPIN, JPFA, MEDC, dan ICBP.
Top 5 Loser LQ45
CUAN mencatat penurunan terdalam sebesar 14,94%, diikuti GOTO yang turun 10%, EXCL sebesar 9,83%, DEWA sebesar 9,29%, dan BUMI sebesar 8,33%.
Kesimpulan
IHSG ditutup melemah 2,59% ke level 5.936,15 pada perdagangan 12 Oktober 2026. Tekanan terjadi di tengah kenaikan harga minyak Brent, depresiasi rupiah, dan pelemahan indeks regional.
Di tengah koreksi tersebut, investor asing mencatat inflow Rp81 miliar di pasar reguler, menjadi inflow pertama setelah 16 hari bursa. Sementara itu, rumor terkait MSCI turut menjadi perhatian di tengah tekanan pada saham-saham konglomerasi, meski belum ada konfirmasi resmi mengenai sanksi atau denda.
Dari sisi emiten, ASII berencana melakukan tender offer saham AUTO pada harga Rp3.600 per saham selama periode 13 Oktober–11 November 2026.
Pantau Saham Potensial dan Mulai Trading di Ajaib
Pantau pergerakan saham, cermati saham yang masuk watchlist, dan evaluasi peluang trading sesuai strategimu melalui Ajaib Terminal.
Mulai trading saham di Ajaib dengan mempertimbangkan analisis pasar, manajemen risiko, dan tujuan investasimu.
Sumber: Ajaib Research, Keterbukaan Informasi BEI, KSEI, Kemenkeu.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Informasi ini disusun berdasarkan riset internal Ajaib Sekuritas, tidak dipengaruhi pihak mana pun, serta bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan, atau paksaan untuk melakukan transaksi jual maupun beli efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Profil Penulis

Financial Expert Ajaib
Ratih Mustikoningsih merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman lebih 10 tahun di pasar modal Indonesia, khususnya dalam analisis saham dan strategi investasi. Melalui artikel dan edukasi yang ia sajikan, Ratih membantu investor memahami fundamental perusahaan, dinamika pasar, serta mengambil keputusan investasi saham yang lebih tepat.
Artikel Terkait




Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!
