Saham

Apa itu buyback saham dan apakah bikin harga naik?

Stephanie Irena•November 4, 2026

Key Takeaways:

  • Empat emiten Grup Barito (TPIA, BRPT, BREN, CUAN) merealisasikan buyback Rp830,7 miliar di tengah penurunan harga saham 64%–82% YTD, disusul TRIS yang juga mengalokasikan buyback Rp10 miliar.
  • Buyback saham merupakan aksi pembelian kembali saham publik oleh emiten untuk mengurangi pasokan beredar dan memberikan sinyal optimisme manajemen.
  • Efektivitas buyback dalam mendongkrak harga tetap bergantung pada pemulihan fundamental emiten, sentimen makroekonomi, serta realisasi komitmen pembelian di bursa.

Realisasi Buyback Saham Grup Barito dan TRIS Tembus Ratusan Miliar

Tekanan jual di pasar modal memicu jajaran emiten konglomerat Prajogo Pangestu untuk menggencarkan aksi buyback atau pembelian kembali saham publik. Empat emiten utama Grup Barito, yaitu TPIA, BRPT, BREN, dan CUAN tercatat masih mengantongi sisa alokasi dana buyback lebih dari Rp3 triliun.

Hingga awal November 2026, akumulasi dana yang telah digelontorkan keempat emiten tersebut mencapai Rp830,7 miliar dari plafon maksimal Rp4,5 triliun. Langkah ini diambil manajemen untuk menahan penurunan harga saham yang telah terkoreksi tajam antara 64,89% hingga 82,18% secara year to date (YTD).

TPIA mencatatkan realisasi terbesar dengan menyerap Rp518,2 miliar dari total anggaran Rp2 triliun hingga 28 Januari 2027. Sementara itu, BRPT telah menyerap Rp121 miliar, CUAN sebesar Rp93,5 miliar, dan BREN mencatatkan pembelian kembali senilai Rp98 miliar hingga akhir Desember 2026.

Aksi korporasi serupa juga dieksekusi oleh emiten tekstil PT Trisula International Tbk (TRIS). TRIS menyiapkan dana buyback sebesar Rp10 miliar atau maksimum 62 juta saham untuk periode 3 November 2026 hingga 2 Februari 2027.

Pantau arus transaksi investor besar secara presisi melalui fitur Broker Flow di Ajaib Terminal untuk mengantisipasi volatilitas harga saham Kamu. Nikmati Broker Fee Rp 0 dengan Transaksi di Ajaib Terminal.

Apa Itu Buyback Saham?

Buyback saham merupakan aksi korporasi di mana perusahaan terbuka (emiten) membeli kembali sahamnya yang telah beredar di publik melalui bursa efek. Saham yang telah dibeli kembali ini nantinya disimpan sebagai saham perbendaharaan (treasury stock) oleh perseroan.

Dalam pelaksanaannya, emiten menunjuk perusahaan sekuritas terpercaya sebagai perantara transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penunjukan anggota bursa ini bertujuan untuk mengeksekusi pembelian kembali saham dari publik secara bertahap dan teratur.

Emiten memanfaatkan dana kas internal untuk mengeksekusi pembelian saham secara bertahap selama periode yang ditentukan. Kebijakan ini diatur melalui regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna menjaga stabilitas pasar modal saat terjadi fluktuasi harga yang signifikan.

Seberapa Efektif dan Apakah Buyback Saham Otomatis Bikin Harga Naik?

Aksi buyback saham berpotensi memberikan dorongan positif karena berkurangnya jumlah saham beredar (floating shares) di publik. Secara matematis, kondisi ini dapat meningkatkan rasio nilai laba per saham (Earnings Per Share/EPS) emiten tersebut.

Buyback juga memberi sinyal (signaling effect) bahwa manajemen menganggap harga saham saat ini sudah terlalu murah (undervalued). Langkah ini sekaligus mencerminkan bahwa perseroan memiliki kecukupan likuiditas kas yang sehat untuk menopang kinerja usahanya.

Meski demikian, buyback tidak menjamin harga saham langsung berbalik naik (rebound) dalam jangka pendek. Sentimen eksternal seperti pergerakan makroekonomi, tren komoditas global, serta aksi jual investor asing tetap menentukan arah pergerakan harga saham di bursa.

Strategi Investor Menghadapi Aksi Buyback Saham

Ketika emiten mengumumkan buyback, investor sebaiknya menyikapi momentum ini dengan analisis objektif dan tidak terburu-buru terbawa arus euforia pasar.

  1. Analisis Alasan dan Kesahihan Fundamental: Pastikan emiten memiliki fundamental yang sehat serta likuiditas kas yang mencukupi untuk melakukan buyback tanpa mengganggu operasional.
  2. Cermati Realisasi Komitmen: Pantau keterbukaan informasi untuk memastikan bahwa rencana buyback benar-benar dieksekusi secara bertahap di bursa, bukan sekadar pengumuman di atas kertas.
  3. Hindari Membeli Saat Euphoria: Jika harga saham melonjak drastis hanya karena sentimen kabar buyback, tunggu hingga pergerakan harga mengalami konsolidasi sebelum melakukan akumulasi.
  4. Pantau Kinerja Keuangan Secara Berkala: Evaluasi rasio-rasio penting seperti EPS, ROE, dan tingkat utang perusahaan untuk memastikan prospek bisnis jangka panjang tetap aman.
  5. Jaga Kedisiplinan dan Diversifikasi: Tetap sesuaikan keputusan transaksi dengan rencana investasi pribadi Kamu dan distribusikan modal ke beberapa sektor saham berprospek cerah.

Pantau Pergerakan Pasar dan Lakukan Diversifikasi Portofolio di Ajaib

Dinamika pasar modal saat ini menjadi momen tepat untuk mengevaluasi alokasi aset dan berdiversifikasi secara bijak. Kamu dapat memantau pergerakan saham secara real-time sekaligus menganalisis indikator teknikal dengan mudah di aplikasi Ajaib.

Manfaatkan Ajaib Terminal di desktop untuk eksekusi transaksi cepat dan presisi di tengah volatilitas IHSG. Akses via web browser atau download aplikasi desktop Ajaib Terminal sekarang!

Google Play StoreApple App Store

Profil Penulis

Stephanie Irena adalah SEO Writer di Ajaib yang berfokus menyajikan konten pasar modal dan investasi secara sederhana. Menggabungkan riset kata kunci dan pendekatan yang mudah dipahami, ia hadir membantu masyarakat umum mengenali dunia finansial dengan lebih percaya diri.

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!