Ajaib
Menu

Saham

Saham Gorengan: Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

HariyantoDecember 24, 2025

Mengenal Saham Gorengan dan Tips Menghindarinya

Pasar saham Indonesia kerap diwarnai oleh fenomena saham gorengan, yaitu saham yang harganya bergerak naik tajam dalam waktu singkat tanpa didukung oleh kinerja perusahaan yang solid. Saham jenis ini sering mencuri perhatian karena mampu mencatat kenaikan puluhan hingga ratusan persen hanya dalam hitungan hari, bahkan jam.

Bagi sebagian investor, terutama pemula, pergerakan ekstrem ini terlihat sebagai peluang emas untuk meraih keuntungan cepat. Namun di balik lonjakan harga tersebut, sering kali tidak ada sentimen fundamental yang jelas, seperti peningkatan laba, ekspansi bisnis, atau aksi korporasi signifikan. Kenaikan harga lebih banyak didorong oleh permainan pihak tertentu dan euforia pasar.

Masalahnya, kenaikan harga yang tidak wajar hampir selalu diiringi risiko besar. Ketika minat beli tiba-tiba menghilang atau pihak penggerak mulai melepas sahamnya, harga bisa anjlok drastis dalam waktu singkat. Investor yang terlambat keluar berpotensi menanggung kerugian besar karena saham menjadi sulit dijual atau turun hingga batas auto reject bawah (ARB).

Apa itu saham gorengan?

Gorengan udang.

Saham gorengan adalah saham yang pergerakan harganya sengaja “dipanaskan” agar naik signifikan dalam waktu singkat, biasanya tanpa dukungan fundamental perusahaan yang kuat. Kenaikan ini tidak mencerminkan nilai wajar perusahaan, melainkan hasil dari spekulasi dan manipulasi permintaan di pasar.

Harga saham gorengan cenderung sangat volatil, mudah naik tajam, namun juga sangat cepat turun. Karena itu, saham ini lebih sering menjadi alat spekulasi jangka pendek dibandingkan instrumen investasi jangka panjang.

Asal-Usul Istilah “Gorengan”

Istilah “gorengan” diambil dari analogi makanan gorengan yang digoreng dengan minyak panas agar cepat matang dan terlihat menarik. Dalam konteks saham, “digoreng” berarti harga saham dipanaskan secara artifisial supaya terlihat menggiurkan bagi investor lain.

Setelah minat pasar terbentuk dan harga sudah naik tinggi, saham tersebut biasanya “dibuang” oleh pihak penggerak, sehingga investor yang masuk di harga tinggi sering kali menjadi korban penurunan harga.

Perbedaan Saham Gorengan vs Saham yang Naik karena Fundamental

Tidak semua saham yang harganya naik tajam bisa langsung disebut saham gorengan. Saham yang naik karena fundamental kuat biasanya didukung oleh faktor nyata, seperti:

  • Pertumbuhan laba yang konsisten
  • Peningkatan pendapatan atau efisiensi bisnis
  • Aksi korporasi yang jelas dan berdampak positif

Sementara itu, saham gorengan umumnya naik tanpa kejelasan kinerja perusahaan. Informasi yang beredar lebih banyak berupa rumor, spekulasi, atau klaim sepihak tanpa data yang bisa diverifikasi. Perbedaan inilah yang penting dipahami agar investor tidak salah menilai peluang dan risiko.

Mengapa Saham Gorengan Berbahaya?

Di balik potensi keuntungan cepat, saham gorengan menyimpan berbagai risiko besar yang sering kali tidak disadari oleh investor, terutama pemula. Berikut beberapa alasan utama mengapa saham jenis ini perlu diwaspadai.

Harga Mudah Dimanipulasi Pihak Tertentu

Saham gorengan umumnya memiliki kapitalisasi kecil dan jumlah saham beredar yang terbatas. Kondisi ini membuat harga saham lebih mudah dikendalikan oleh segelintir pihak yang memiliki modal besar. Dengan mengatur volume dan arah transaksi, harga bisa “dibentuk” agar terlihat sedang dalam tren naik, padahal tidak mencerminkan kondisi perusahaan sebenarnya.

Risiko Pump and Dump

Salah satu skema paling umum dalam saham gorengan adalah pump and dump. Pada tahap awal, harga saham dinaikkan secara perlahan (pump) untuk menarik perhatian pasar. Setelah minat beli meningkat dan banyak investor ritel masuk, pihak penggerak mulai melepas sahamnya (dump). Akibatnya, harga saham jatuh tajam dan investor yang terlambat keluar menanggung kerugian.

Likuiditas Semu: Ramai di Awal, Sepi Tiba-Tiba

Saham gorengan sering terlihat sangat likuid di awal, transaksi ramai, antrean beli tebal, dan harga terus naik. Namun, likuiditas ini bersifat semu. Ketika minat pasar hilang atau arah permainan berubah, antrean beli bisa menghilang seketika. Saham menjadi sulit dijual meski harga terus turun.

Potensi Kerugian Besar dalam Waktu Singkat

Karena pergerakannya ekstrem, saham gorengan bisa mengalami penurunan puluhan persen hanya dalam satu atau dua hari. Bahkan dalam kondisi tertentu, saham bisa menyentuh Auto Reject Bawah (ARB) berturut-turut sehingga investor tidak punya kesempatan untuk keluar. Inilah yang membuat saham gorengan sangat berisiko, terutama bagi investor tanpa strategi manajemen risiko yang jelas.

Ciri-Ciri Saham Gorengan

Seorang pria terkejut mengetahui Unrealized Gain dan Loss.

Agar terhindar dari saham gorengan yang sangat merugikan, maka penting bagi kamu untuk mengetahui ciri dan karakteristik saham gorengan. Berikut adalah ciri-ciri saham gorengan yang perlu kamu ketahui:

1. Masuk Dalam Unusual Market Activity (UMA)

Kenaikan saham dalam dua hari yang terlalu ekstrem biasanya sudah ditandai oleh PT Bursa Efek Indonesia. Kenaikan ekstrem adalah naik hingga batas terbesar harian, baik 20% hingga 35% per harinya, tergantung dari harga saham yang dimilikinya.

Karena hal tersebut sudah masuk di radar PT Bursa Efek Indonesia, maka hal ini sudah dapat menjadi peringatan untuk kamu dan investor lainnya di pasar bahwa penguatan harganya sudah berada di luar kebiasaan dan kemungkinan saham tersebut dikendarai oleh predator pasar.

2. Nilai Transaksi Harian Tidak Wajar

Kapitalisasi pasar yang kecil dan masuk dalam kategori lapis dua atau saham tiga lapis, tetapi volume dan nilai transaksinya bahkan menyamai transaksi saham blue chip, dan biasanya nilai transaksinya lebih tinggi dibandingkan perusahaan sejenis.

Kamu harus melihat kapitalisasi pasarnya untuk mengukur besar atau kecilnya sebuah perusahaan. Untuk membandingkannya, bandingkan dengan dua perusahaan yang sejenis, jika selisihnya terlalu jauh, kamu perlu berhati-hati dengan saham tersebut.

3. Bid & Offer yang Tidak Wajar

Saham gorengan biasanya ditransaksikan dalam jumlah yang masif, tetapi posisi bid (antrean beli saham di harga rendah) dan offer-nya (antrean jual saham di harga tinggi) masih berada di selisih yang tidak terlalu jauh.

Yang berarti, hampir di setiap harga antrean, baik bid maupun offer, antreannya tidak merata dan sering hanya memiliki 1 lot per harga yang memudahkan bandar tersebut menaikkan harga sahamnya.

4. Tidak Dapat Dianalisis

Biasanya, saham ini tidak dapat dianalisis secara fundamental. Yang berarti kinerja keuangan tidak setinggi kenaikan harga sahamnya di pasar saham, rasio dan valuasi saham gorengan biasanya terlalu tinggi dibanding dengan pesaing terdekatnya, dan kadang-kadang tidak masuk di akal.

Pergerakan harga saham yang terlalu tinggi dan terlalu fluktuatif justru jarang ditransaksikan sehingga tidak menampilkan indikator analisis teknikal. Dengan kata lain, kinerja tidak dapat dianalisis sama sekali.

5. Fundamental Perusahaan Lemah

Saham gorengan biasanya berasal dari perusahaan dengan kinerja keuangan yang kurang sehat. Beberapa indikasinya antara lain:

  • Laba tidak konsisten atau bahkan mengalami kerugian selama bertahun-tahun
  • Pendapatan relatif kecil jika dibandingkan dengan kapitalisasi pasar yang tiba-tiba melonjak

Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan harga saham tidak sejalan dengan performa bisnis perusahaan.

6. Banyak Rumor, Minim Informasi Resmi

Saham gorengan sering “dipromosikan” melalui rumor di berbagai kanal informal, seperti grup Telegram, WhatsApp, atau forum saham. Biasanya disertai klaim seperti:

  • “Bandar sudah masuk”
  • “Siap terbang” atau “tinggal tunggu waktu”

Sayangnya, klaim tersebut jarang disertai data atau informasi resmi dari perusahaan maupun keterbukaan informasi di bursa.

Tips Menghindari Saham Gorengan

Setelah mempelajari apa itu saham gorengan dan ciri-cirinya, sekarang kamu perlu tips untuk menghindari saham gorengan, ini dia tips untuk menghindarinya:

1. Selalu Monitor Pasar

Memantau pasar adalah salah satu hal terpenting untuk dilakukan jika kamu ingin menghindari saham-saham gorengan yang ada. Dengan memantau pasar secara teliti, kamu akan dapat dengan mudah tahu mana saham gorengan dan mana saham yang bisa diandalkan.

Jika kamu telah mendapatkan keuntungan dari saham sesuai tujuan awalmu, maka tidak ada salahnya untuk merealisasikan keuntungan tersebut dengan menjual saham itu. Dan kamu harus belajar untuk disiplin dalam hal transaksi saham.

2. Meminimalisir Kerugian

Tetapkan penurunan terhadap saham yang kamu miliki. Jika kamu memilih penurunan 15%, maka jika harga saham yang kamu punya nilainya turun sebanyak 15%, maka cepat-cepatlah untuk segera menjualnya.

Aksi ini dinamai sebagai membatasi kerugian (cutloss), lebih baik kamu merugi sedikit di awal daripada terlanjur rugi banyak dan kehilangan lebih banyak uang dari sebelumnya. Setiap orang memiliki toleransi risiko investasi yang berbeda-beda.

Tentukan rencanamu sendiri dan terapkan jika ada harga saham yang menurun. Bisa saja salah satu saham milikmu adalah saham gorengan.

3. Porsi Secukupnya

Jika kamu membeli saham gorengan hanya untuk portofolio investasimu, maka belilah tidak lebih dari 10% dari portofolio investasimu. Jangan membelinya terlalu banyak, karena risiko yang ada di saham-saham gorengan tersebut sangatlah banyak dibandingkan dengan saham blue chip.

Kamu memang perlu menghindarinya. Namun jika kamu ingin memiliki saham-saham gorengan, jangan biarkan saham-saham itu menguasai portofolio saham kamu dan membuat portofoliomu menjadi jelek. Lebih baik, porsikan secukupnya saja.

4. Cek Fundamental Sebelum Beli

Langkah paling dasar namun sering diabaikan adalah mengecek fundamental perusahaan. Investor sebaiknya melihat:

  • Laporan keuangan, termasuk laporan laba rugi dan neraca
  • Kinerja laba dan arus kas, apakah perusahaan mampu menghasilkan keuntungan dan arus kas operasional yang sehat

Perusahaan dengan fundamental kuat cenderung memiliki pergerakan harga yang lebih stabil dan mencerminkan nilai bisnis jangka panjang.

5. Waspadai Kenaikan Harga Ekstrem

Kenaikan harga yang terlalu cepat sering kali memicu rasa takut ketinggalan atau FOMO (fear of missing out). Padahal, membeli saham saat harga sudah naik terlalu tinggi berarti mengambil risiko besar.

  • Hindari membeli saham hanya karena sedang ramai dibicarakan
  • Pahami risiko beli di pucuk, di mana potensi turun jauh lebih besar dibanding potensi naik

6. Gunakan Analisis yang Rasional

Keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada analisis, bukan emosi atau rumor. Investor bisa menggunakan:

  • Kombinasi analisis fundamental dan teknikal untuk menilai kelayakan saham
  • Data dan informasi resmi dari perusahaan atau bursa

Sebisa mungkin, hindari keputusan yang hanya berlandaskan rekomendasi anonim atau klaim sepihak tanpa dasar yang jelas.

7. Fokus ke Saham Berkualitas

Untuk pemula, fokus pada saham berkualitas jauh lebih aman dibanding mengejar saham spekulatif. Contohnya:

  • Saham blue chip atau saham dengan bisnis yang jelas dan terbukti
  • Emiten dengan tata kelola perusahaan (GCG) yang baik dan transparan

Pendekatan ini membantu investor membangun portofolio yang lebih stabil dalam jangka panjang.

Apakah Saham Gorengan Bisa Menguntungkan?

Secara teori, saham gorengan memang bisa memberikan keuntungan dalam waktu singkat. Namun, risikonya sangat tinggi dan tidak sebanding untuk sebagian besar investor ritel.

Saham jenis ini lebih cocok untuk trader berpengalaman yang memahami pola pergerakan harga, memiliki strategi keluar yang jelas, dan siap menerima kerugian. Untuk tujuan investasi jangka panjang, saham gorengan tidak disarankan karena tidak mencerminkan pertumbuhan nilai bisnis perusahaan.

Itu dia adalah pengertian tentang apa itu saham gorengan, ciri-ciri, dan tips menghindarinya. Berinvestasi memang tidak jauh dari hal-hal yang berbahaya. Namun di sisi lain, berinvestasi dengan cerdas akan mendekatkanmu kepada keuntungan yang lebih besar dan banyak. Jadi, jangan takut berinvestasi. Semangat!

FAQ – Pertanyaan Seputar Saham Gorengan

Apakah semua saham murah itu saham gorengan?
Tidak. Harga saham yang murah tidak selalu berarti saham gorengan. Ada saham murah yang memiliki fundamental baik, namun belum dilirik pasar. Karena itu, penting untuk tetap mengecek kinerja perusahaan.

Bagaimana cara membedakan saham gorengan dan saham turnaround?
Saham turnaround biasanya menunjukkan perbaikan kinerja yang nyata, seperti penurunan rugi, peningkatan pendapatan, atau restrukturisasi bisnis. Sementara saham gorengan naik tanpa dukungan data dan informasi fundamental yang jelas.

Apakah saham gorengan selalu merugikan?
Tidak selalu, tetapi risikonya sangat tinggi. Beberapa trader bisa mendapatkan keuntungan, namun banyak investor ritel justru mengalami kerugian karena terlambat keluar atau terjebak euforia.

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!