Saham AS

Wall Street Hari Ini: Nasdaq Anjlok 5,52%, Saham AI Berguguran

Muhammad Razid Alvian•November 6, 2026

Key Takeaways

  • Dow Jones turun 3,44%, S&P 500 melemah 4,36%, dan Nasdaq Composite anjlok 5,52% pada perdagangan 5 November 2026.
  • Aksi jual saham AI dan semikonduktor dipicu kekhawatiran kemenangan Demokrat dalam Pemilu Midterm AS dapat memperlambat pembangunan data center.
  • Nvidia turun 9,3%, AMD anjlok 17,3%, dan VIX melonjak sekitar 70% ke kisaran 28, menandakan meningkatnya volatilitas pasar.
  • Harga Brent naik 3,9% ke US$98,29 per barel, sementara yield US Treasury 10 tahun turun menjadi 4,84% seiring meningkatnya minat terhadap aset aman.
  • AMZN, CMG, dan WM masuk dalam watchlist dengan potensi upside berdasarkan skenario trading sebesar 8,00%, 8,13%, dan 4,47%.

Wall Street Anjlok, Nasdaq Masuk Zona Koreksi akibat Sell-Off Saham AI

Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup melemah tajam pada perdagangan Kamis (5/11). Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 1.833,06 poin atau 3,44% ke level 51.523,06. Sementara itu, S&P 500 merosot 4,36% ke 7.353,73 dan Nasdaq Composite anjlok 5,52% ke 24.315,00.

Pelemahan tersebut menjadi penurunan harian terdalam S&P 500 sejak gejolak pasar akibat kebijakan tarif pada April 2025. Nasdaq juga berada 11,9% di bawah rekor tertingginya pada bulan lalu, sehingga resmi memasuki wilayah koreksi.

Penurunan indeks terjadi setelah penguatan Wall Street sehari sebelumnya, menyusul kemenangan besar Partai Demokrat dalam Pemilu Midterm AS. Namun, sentimen pasar berbalik negatif ketika investor mulai memperhitungkan potensi dampak hasil pemilu terhadap sektor teknologi dan pembangunan infrastruktur AI.

Di tengah tekanan pasar, hanya segelintir saham yang berhasil mencatatkan penguatan. AppLovin melonjak 31% setelah melaporkan kinerja keuangan di atas ekspektasi dan mengumumkan tambahan program buyback hingga US$3,2 miliar. Sementara itu, Tapestry menguat 7,1%.

Dari pasar obligasi, yield US Treasury 10 tahun turun menjadi 4,84% dari sebelumnya 4,90%, seiring meningkatnya minat investor terhadap aset aman. Sebaliknya, harga minyak mentah Brent naik 3,9% ke US$98,29 per barel di tengah ketidakpastian perang Iran.

Dengan meningkatnya volatilitas Wall Street, trader perlu mencermati pergerakan saham sebelum mengambil keputusani. Melalui Ajaib, kamu bisa trading lebih dari 600 saham Amerika tanpa hidden fee.

Top Gainers dan Top Losers Saham AS

Aksi jual saham teknologi dan semikonduktor turut memengaruhi pergerakan saham individual. Berdasarkan data penutupan perdagangan 6 November 2026, berikut sejumlah saham yang mencatatkan kenaikan dan penurunan terbesar.

Top Gainer

StockReturn
$MSI+4.03%
$PDD+2.19%
$BDX+2.08%
$COST+1.83%

Top Loser

StockReturn
$MU-17,46%
$AMD-17,26%
$LRCX-16,36%
$DELL-14,89%

Aksi Jual Saham AI Picu Kekhawatiran Moratorium Data Center

Salah satu faktor utama di balik tekanan pasar adalah kekhawatiran bahwa kemenangan Partai Demokrat dalam Pemilu Midterm AS dapat memperlambat pembangunan data center AI. Investor mulai memperhitungkan kemungkinan pemerintah daerah maupun federal mengambil kebijakan untuk menunda atau membatasi pembangunan fasilitas baru.

Kekhawatiran tersebut berkaitan dengan meningkatnya kewaspadaan masyarakat terhadap perkembangan AI dan kenaikan tagihan listrik yang dikaitkan dengan pembangunan data center. Jika pembatasan benar-benar diterapkan, ekspansi infrastruktur AI berpotensi menghadapi hambatan dan memengaruhi perusahaan yang terlibat dalam rantai pasoknya.

Tekanan paling besar terlihat pada saham semikonduktor. Nvidia turun 9,3% dan menjadi pemberat terbesar S&P 500, sedangkan AMD anjlok 17,3%. Penurunan tersebut membuat kinerja saham Nvidia secara year-to-date (YTD) berbalik menjadi negatif 2,6%. Intel juga melemah sekitar 10,5%.

Aksi jual turut menjalar ke perusahaan pendukung ekosistem AI. CoreWeave turun 9,8%, GE Vernova melemah 7,5%, dan saham SpaceX terkoreksi sekitar 9%. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa kekhawatiran investor tidak hanya menyasar produsen chip, tetapi juga perusahaan yang berkaitan dengan infrastruktur dan pengembangan AI.

Selain risiko kebijakan pembangunan data center, tekanan pada industri semikonduktor juga datang dari proyeksi kinerja Qualcomm. Perusahaan mencatatkan laba per saham (EPS) kuartal IV sebesar US$2,17 dan pendapatan US$10,32 miliar, yang keduanya melampaui konsensus pasar. Namun, proyeksi EPS kuartal I sebesar US$2,25 berada di bawah ekspektasi analis sebesar US$2,32. Saham Qualcomm pun turun sekitar 9,5%.

Tekanan terhadap Qualcomm juga terlihat pada segmen handset. Pendapatannya dari segmen tersebut turun 26% secara tahunan menjadi US$5,1 miliar. Kondisi ini menambah perhatian investor terhadap prospek permintaan perangkat konsumen dan kelangkaan memori di industri semikonduktor.

Meningkatnya ketidakpastian tercermin dari indeks volatilitas CBOE (VIX) yang melonjak sekitar 70% ke kisaran 28. Kenaikan tersebut menunjukkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi pergerakan pasar yang lebih tajam.

Ke depan, trader perlu mencermati beberapa katalis, antara lain kemungkinan kebijakan moratorium data center setelah kemenangan Demokrat, perubahan rencana belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan teknologi besar atau hyperscaler, serta laporan earnings Nvidia yang dinantikan pada November. Perkembangan tersebut dapat memengaruhi sentimen terhadap saham semikonduktor dan perusahaan dalam ekosistem AI.

Rekomendasi Saham AS Hari Ini: AMZN, CMG, dan WM

Di tengah tekanan pasar saham AS, terdapat tiga saham yang masuk dalam watchlist trading, yaitu Amazon (AMZN), Chipotle Mexican Grill (CMG), dan Waste Management (WM). Ketiganya menggunakan skenario buy on dip atau trend continuation pada grafik harian (1D).

SahamBuyTake ProfitStop LossUpside
AMZNUS$260,21US$281,23US$241,36+8,08%
CMGUS$35,40US$38,18US$34,03+7,85%
WMUS$238,49US$249,16US$234,09+4,47%

1. Amazon.com, Inc. (AMZN)

Amazon memiliki potensi upside sekitar 8,08%, dengan level buy di US$260,21, target price US$281,23, dan stop loss US$241,36. Strategi yang digunakan adalah buy on dip atau trend continuation, dengan memanfaatkan momentum pemulihan dari area support lokal untuk menguji kembali resistance di US$281,23.

Batas risiko penurunan ditetapkan sekitar 7,25%, dengan Risk/Reward Ratio (RRR) sebesar 1,12. Artinya, potensi keuntungan berdasarkan skenario tersebut sedikit lebih besar dibandingkan risiko yang ditetapkan. Trader tetap perlu memperhatikan batas stop loss sebagai bagian dari manajemen risiko.

2. Chipotle Mexican Grill, Inc. (CMG)

Chipotle Mexican Grill menawarkan potensi upside sekitar 7,85%, dengan level buy US$35,40, target price US$38,18, dan stop loss US$34,03. Skenario trading menggunakan strategi buy on dip atau trend continuation, dengan memanfaatkan momentum pemulihan dari area support lokal untuk menguji kembali resistance di US$38,18.

Risiko penurunan dibatasi sekitar 3,87%, dengan RRR sebesar 2,03. Berdasarkan level entry, target price, dan stop loss tersebut, potensi keuntungan lebih besar dibandingkan risiko yang ditetapkan.

3. Waste Management, Inc. (WM)

Waste Management memiliki potensi upside sekitar 4,47%, dengan level buy US$238,49, target price US$249,16, dan stop loss US$234,09. Strategi yang digunakan adalah buy on dip atau trend continuation, dengan memanfaatkan momentum pemulihan dan kelanjutan tren naik dari area konsolidasi lokal untuk menguji kembali resistance di US$249,16.

Batas risiko penurunan ditetapkan sekitar 1,84%, dengan RRR sebesar 2,42. Trader dapat memperhatikan level entry dan stop loss tersebut sebagai bagian dari manajemen risiko sebelum mengambil posisi.

Pantau Pergerakan Saham AS dan Mulai Trading di Ajaib

Tekanan pada saham AI dan semikonduktor menunjukkan bahwa sentimen pasar dapat berubah seiring perkembangan kebijakan dan ekspektasi investor. Karena itu, trader perlu terus memantau pergerakan indeks utama, volatilitas pasar, serta katalis yang berpotensi memengaruhi harga saham.

Manfaatkan aset ETF Amerika untuk mengakses berbagai aset dalam satu instrumen dan membangun portofolio yang lebih terdiversifikasi. Download Ajaib dan temukan peluang investasi di pasar AS dalam satu aplikasi.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi  untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi.  Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!