Saham AS

Sell-Off Saham Teknologi Guncang Wall Street, Nasdaq Masuk Zona Correction

Muhammad Razid Alvian•November 6, 2026

Key Takeaways

  • Nasdaq Composite anjlok 5,52%, S&P 500 melemah 4,36%, dan Dow Jones terkoreksi 3,44% pada perdagangan Kamis (5/11/2026).
  • Aksi jual saham teknologi dan semikonduktor dipicu kekhawatiran terhadap prospek investasi AI dan pembangunan data center.
  • Nasdaq telah terkoreksi 11,9% dari rekor tertingginya sehingga masuk zona correction.
  • Data Nonfarm Payrolls (NFP) Oktober yang dirilis Jumat (6/11/2026) pukul 20.30 WIB diperkirakan menjadi katalis penting bagi arah pasar dan ekspektasi suku bunga The Fed.
  • Investor turut mencermati laporan keuangan Moderna dan Humana, pergerakan yield US Treasury, serta peluang rebound saham AI menjelang pembukaan Wall Street.

Wall Street Ditutup Melemah, Nasdaq Masuk Zona Correction

Wall Street mengalami tekanan jual besar pada perdagangan Kamis (5/11/2026). Indeks Nasdaq Composite anjlok 5,52%, sementara S&P 500 terkoreksi 4,36% dan Dow Jones melemah 3,44%. Pelemahan ini dipicu aksi jual saham teknologi dan semikonduktor di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek investasi kecerdasan buatan (AI) dan pembangunan data center.

IndexLevel Return
DJIA51,523-3.44%
S&P 500 7,353-4.36%
NASDAQ24,315-5.52%

Tekanan terbesar datang dari saham-saham teknologi yang berkaitan dengan infrastruktur AI. Nvidia tercatat turun 9,3%, sedangkan AMD ambles 17,3%. Kekhawatiran terhadap perlambatan pembangunan data center serta potensi pembatasan proyek setelah kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu AS turut membebani sentimen investor.

Pelemahan Wall Street membuat pergerakan saham Amerika menarik untuk terus dipantau, terutama bagi trader yang ingin mencermati peluang di tengah volatilitas pasar. Kamu bisa memanfaatkan Ajaib untuk trading 600+ saham Amerika tanpa hidden fee dan bergabung bersama jutaan trader lainnya. Dengan begitu, kamu dapat mengeksplorasi berbagai saham AS dan menyesuaikan strategi trading dengan kondisi pasar.

Kinerja Sektor S&P 500 Ikut Tertekan, Teknologi Catat Koreksi Terdalam

Pelemahan juga terjadi di seluruh 11 sektor S&P 500. Sektor teknologi informasi (Information Technology) mencatatkan koreksi terdalam sebesar 7,30%, disusul sektor industrials yang turun 4,12% dan consumer discretionary sebesar 3,74%. Berikut rincian performa sektor S&P 500:

SektorReturn
Communication-1.86%
Cons Disc-3.74%
Cons Staples-0.67%
Energy-2.81%
Financials-2.74%
Health Care-2.50%
Industrials-4.12%
Info Tech-7.30%
Materials-2.70%
Real Estate-1.82%
Utilities-0.71%

Koreksi yang meluas ke hampir seluruh sektor menunjukkan tekanan jual tidak hanya terjadi pada saham teknologi. Kondisi ini membuat investor semakin mencermati perkembangan sentimen pasar dan katalis ekonomi yang berpotensi memengaruhi perdagangan berikutnya.

Harga Komoditas Mayoritas Melemah, Emas dan Minyak Terkoreksi

November 2026 pukul 14.00 WIB. Harga emas tercatat turun 0,82% ke US$4.054,11, sementara perak melemah 0,16% ke US$51,39. Harga minyak mentah WTI juga terkoreksi 0,17% ke US$91,80 per barel.

Pelemahan turut terjadi pada sejumlah komoditas lainnya, seperti batu bara yang turun 0,52% ke US$144,70, tembaga melemah 0,68% ke US$6,20, dan minyak sawit (palm oil) terkoreksi 2,65% ke 4.377. Berbeda dari mayoritas komoditas tersebut, harga nikel justru menguat 0,63% ke US$16.302.

KomoditasHargaReturn
Crude Oil WTI91.80-0.17%
Coal144.70-0.52%
Gold4,054.11-0.82%
Silver51.39-0.16%
Copper6.20-0.68%
Palm Oil4,377.00-2.65%
Nickel16,302.00+0.63%

Data NFP Oktober Jadi Katalis Penting bagi Wall Street

Salah satu katalis utama yang menjadi perhatian investor pada Jumat (6/11/2026) adalah rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Oktober AS yang dijadwalkan pukul 20.30 WIB.

Data tenaga kerja ini diperkirakan memberikan gambaran mengenai kondisi pasar tenaga kerja AS sekaligus memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan konsensus ekonom yang disurvei Bloomberg dan dikutip Yahoo Finance, ekonomi AS diperkirakan menambah 65.000 lapangan kerja pada Oktober, meningkat dibandingkan 29.000 pekerjaan pada September. Sementara itu, tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di 4,2% dan average hourly earnings diproyeksikan naik 0,3% secara bulanan.

Perhatian pasar terhadap data tersebut semakin besar karena The Fed sedang berada dalam siklus kenaikan suku bunga. Berdasarkan proyeksi CME FedWatch yang dikutip Yahoo Finance dalam materi sumber, terdapat peluang sekitar 67% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis points pada keputusan 9 Desember. Angka probabilitas tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari sumber utama.

Sejumlah pandangan analis juga menunjukkan pentingnya perkembangan pasar tenaga kerja terhadap kebijakan moneter berikutnya. Vanguard menilai pemulihan tenaga kerja dapat memperkuat alasan kenaikan suku bunga pada Desember. Sementara itu, Bank of America menyoroti data jobless claims yang masih relatif rendah meskipun terdapat pengumuman PHK dalam jumlah besar.

Di sisi lain, yield US Treasury 10 tahun dilaporkan turun ke 4,84% dari sebelumnya di atas 5,30% pada bulan lalu. Penurunan ini terjadi seiring peralihan investor menuju aset yang lebih aman di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar.

Tiga Katalis yang Perlu Dipantau Investor Malam Ini

Selain data NFP, terdapat sejumlah perkembangan lain yang perlu diperhatikan investor menjelang pembukaan perdagangan Wall Street pada Jumat (6/11/2026) pukul 21.30 WIB.

1. Laporan Keuangan Moderna dan Humana

Moderna dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal III sebelum pembukaan pasar AS. Perusahaan tersebut diperkirakan mencatatkan revenue sekitar US$880 juta.

Sementara itu, Humana juga dijadwalkan mengumumkan kinerja keuangannya dengan estimasi revenue sekitar US$40 miliar dan kerugian sedikit di atas US$1 per saham. Kinerja kedua perusahaan tersebut menjadi salah satu perhatian pasar di tengah meningkatnya volatilitas perdagangan.

2. Pergerakan Saham AI dan Semikonduktor

Saham teknologi dan semikonduktor masih menjadi perhatian setelah mengalami tekanan jual besar pada sesi sebelumnya. Selain Nvidia yang turun 9,3% dan AMD yang ambles 17,3%, kekhawatiran terhadap prospek pembangunan data center AI juga membebani sentimen pasar. Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu AS turut memunculkan kekhawatiran mengenai kemungkinan pembatasan proyek data center.

3. Pergerakan Futures AS dan Harga Minyak

Menjelang pembukaan Wall Street, pergerakan futures indeks saham AS menunjukkan arah yang beragam. Pada pukul 11.48 WIB, Nasdaq 100 futures naik 1,00% ke 27.018,50, sedangkan S&P 500 futures menguat tipis 0,09% ke 7.389,75. Sebaliknya, Dow futures turun 0,92%.

Di pasar komoditas, minyak WTI tercatat naik 1,37% ke US$91,76 per barel, sementara Brent mendekati US$100 per barel. Pergerakan harga minyak tersebut turut menjadi perhatian di tengah ketidakpastian perang Iran.

Meskipun Nasdaq futures mulai menunjukkan penguatan, pergerakan tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa tekanan jual telah berakhir. Investor masih menunggu rilis NFP untuk melihat bagaimana pasar merespons perkembangan ekonomi dan prospek suku bunga.

Pasar Asia-Pasifik Mayoritas Melemah, KOSPI dan Nikkei Tertekan

Tekanan dari Wall Street turut menjalar ke pasar saham Asia-Pasifik. Mayoritas indeks utama kawasan ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat (6/11/2026), dengan aksi jual yang meluas ke hampir seluruh bursa.

KOSPI Korea Selatan mencatatkan penurunan terdalam sebesar 6,19%, diikuti Nikkei Jepang yang turun 6% dan indeks Taiwan yang melemah 4,51%.

Pelemahan juga terjadi pada sejumlah indeks lainnya, yaitu STI sebesar 2,83%, Shenzhen 2,30%, SGX-CNBC China Growth 2,15%, SETI 1,61%, Malaysia 1,35%, Shanghai Composite 1,01%, Hang Seng 0,94%, NZX 50 sebesar 0,66%, dan ASX 200 sebesar 0,49%.

Di tengah tekanan tersebut, NIFTY 50 India menjadi satu-satunya indeks yang mencatatkan penguatan, yakni sebesar 0,31%.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa sentimen negatif dari saham teknologi dan AI tidak hanya memengaruhi pasar AS, tetapi juga memberikan tekanan terhadap pasar global, khususnya bursa Asia yang memiliki eksposur besar terhadap sektor teknologi dan semikonduktor.

Proyeksi Wall Street Hari Ini dan Hal yang Perlu Dicermati Trader

Pada perdagangan Jumat (6/11/2026), pasar saham AS di sesi pre-market menunjukkan pergerakan beragam atau mixed. Dow Jones tercatat melemah 0,99%, S&P 500 turun tipis 0,07%, sedangkan Nasdaq menguat 0,72%.

S&P 500 diproyeksikan bergerak dalam rentang 7.700-7.800. Sementara itu, sejumlah saham yang mencatatkan kenaikan terbesar pada perdagangan pre-market meliputi:

SahamPerubahan
PDD+3,97%
EOG+2,55%
KKR+2,49%
NEM+2,36%

Pergerakan pre-market yang mulai menunjukkan penguatan pada Nasdaq memberikan indikasi adanya upaya pemulihan setelah aksi jual besar pada sesi sebelumnya. Namun, arah perdagangan selanjutnya masih bergantung pada respons pasar terhadap data NFP dan perkembangan sentimen saham AI.

Jelajahi Peluang ETF Amerika untuk Diversifikasi Portofolio

Kenaikan Nasdaq futures dan pergerakan positif sejumlah saham pada pre-market belum dapat dijadikan konfirmasi bahwa koreksi pasar sudah berakhir. Dengan indeks volatilitas VIX yang telah melonjak ke sekitar 28, investor perlu mengantisipasi pergerakan intraday yang lebih tajam, terutama pada saham teknologi, semikonduktor, dan ETF berbasis Nasdaq.

Di tengah volatilitas pasar saham AS, diversifikasi menjadi salah satu hal yang dapat dipertimbangkan investor untuk mengelola portofolio. ETF Amerika bisa menjadi alternatif untuk mendapatkan eksposur ke berbagai aset dalam satu produk investasi. Download Ajaib sekarang dan jelajahi pilihan ETF Amerika untuk memperluas diversifikasi portofolio serta memanfaatkan peluang di pasar global melalui satu aplikasi.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi  untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi.  Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!