Saham AS

Ancaman Moratorium Data Center Tekan Saham Nvidia dan AMD Usai Midterm AS

Muhammad Razid Alvian•November 6, 2026

Key Takeaways

  • Saham AI dan semikonduktor anjlok pada Kamis (5/11/2026) setelah kemenangan Demokrat memicu kekhawatiran terhadap pembangunan data center di AS.
  • AMD anjlok 17,3%, Nvidia turun 9,3%, dan Intel melemah sekitar 10,5%.
  • Saham Qualcomm turun 9,5% meskipun pendapatan dan EPS kuartal IV melampaui konsensus karena proyeksi EPS berikutnya lebih rendah dari ekspektasi.
  • Tekanan meluas ke CoreWeave, GE Vernova, SpaceX, hingga pasar saham Korea Selatan.

Kemenangan Demokrat Picu Kekhawatiran Pasar AI

Saham AI dan semikonduktor mengalami aksi jual besar pada perdagangan Kamis (5/11/2026). Investor mulai memperhitungkan risiko perlambatan pembangunan data center setelah kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan midterm AS memunculkan kekhawatiran mengenai potensi pembatasan infrastruktur AI.

Kekhawatiran tersebut turut dipicu meningkatnya kewaspadaan masyarakat terhadap penggunaan AI dan kenaikan tagihan listrik akibat konsumsi energi data center. Kondisi ini membuka kemungkinan pemerintah daerah maupun federal memperlambat pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi salah satu penopang pertumbuhan industri teknologi AS.

Di tengah meningkatnya volatilitas pasar saham AS, investor dan trader dapat memantau berbagai peluang di sektor teknologi maupun industri lainnya. Trading 600+ saham Amerika di Ajaib tanpa hidden fee dan bergabung bersama jutaan trader lainnya untuk menemukan peluang investasi sesuai strategi masing-masing.

Saham Nvidia, AMD, dan Intel Kompak Terkoreksi

Kekhawatiran terhadap perlambatan pembangunan data center langsung menekan saham semikonduktor. AMD menjadi salah satu yang mengalami penurunan terbesar dengan koreksi 17,3%. Sementara itu, Nvidia turun 9,3% dan Intel melemah sekitar 10,5%.

Penurunan Nvidia juga membuat kinerja sahamnya berubah menjadi negatif 2,6% secara year-to-date (YTD). Berikut pergerakan saham semikonduktor pada perdagangan Kamis (5/11/2026):

SahamPerubahan
AMD-17,3%
Nvidia-9,3%
Intel-10,5%

Dengan demikian, prospek pertumbuhan industri AI kini tidak hanya bergantung pada permintaan teknologi, tetapi juga kepastian pembangunan infrastrukturnya.

Proyeksi Qualcomm Tambah Tekanan Saham Chip

Tekanan industri chip juga terlihat pada saham Qualcomm yang terkoreksi sekitar 9,5%. Penurunan terjadi meskipun perusahaan mencatatkan kinerja kuartal IV di atas ekspektasi pasar.

Qualcomm membukukan EPS sebesar US$2,17 dan pendapatan US$10,32 miliar. Namun, proyeksi EPS kuartal I dengan titik tengah US$2,25 berada di bawah konsensus analis sebesar US$2,32.

Selain itu, pendapatan segmen handset turun 26% secara tahunan menjadi US$5,1 miliar. Kombinasi proyeksi EPS yang lebih rendah dan melemahnya bisnis handset menambah tekanan terhadap saham Qualcomm.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa industri semikonduktor juga menghadapi tantangan dari melemahnya permintaan perangkat konsumen, bukan hanya ketidakpastian pembangunan data center AI.

Sell-Off Meluas ke Ekosistem AI dan Pasar Global

Aksi jual saham teknologi turut menjalar ke perusahaan lain yang berkaitan dengan infrastruktur AI. CoreWeave terkoreksi 9,8%, GE Vernova melemah 7,5%, dan saham SpaceX turun sekitar 9%.

Tekanan juga terlihat di pasar global. Indeks Kospi Korea Selatan jatuh 5,3% pada perdagangan yang sama, memperlihatkan meluasnya sentimen negatif terhadap saham teknologi.

Reuters turut menyoroti besarnya tekanan terhadap pasar saham teknologi melalui laporan mengenai penurunan nilai pasar hingga sekitar US$2 triliun.

Earnings Nvidia dan Kebijakan AS Jadi Katalis Berikutnya

Ke depan, investor perlu mencermati laporan keuangan Nvidia yang dijadwalkan pada pertengahan November 2026. Kinerja perusahaan tersebut dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan permintaan chip AI di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar.

Selain itu, komentar belanja modal atau capital expenditure (capex) dari perusahaan hyperscaler juga menjadi perhatian. Besarnya investasi perusahaan teknologi dapat memberikan indikasi mengenai keberlanjutan ekspansi data center.

Perkembangan kebijakan pemerintah AS pasca-midterm juga menjadi katalis penting. Selama belum ada kejelasan mengenai potensi pembatasan pembangunan data center, volatilitas saham AI, semikonduktor, dan penyedia energi untuk infrastruktur tersebut berpotensi berlanjut.

Jangan lewatkan peluang diversifikasi di tengah volatilitas pasar saham AS. Download Ajaib sekarang untuk menjelajahi berbagai pilihan ETF Amerika dan mulai membangun portofolio investasi yang lebih terdiversifikasi dalam satu aplikasi.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi  untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi.  Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!