Wall Street Hari Ini: DJI Menguat, S&P 500 dan NASDAQ Anjlok 1,25%
Miftahul Khaer•October 9, 2026

Key Takeaways:
- Wall Street ditutup bervariasi pada Kamis (8/10/2026). DJI naik 0,10%, sementara NASDAQ turun 1,25% dan S&P 500 melemah 0,47%.
- Kenaikan harga minyak dan ketegangan geopolitik menekan sentimen pasar. WTI naik 3,6% ke US$91,49 per barel, sedangkan Brent menguat 4,1% ke US$104,28 per barel.
- Investor mencermati laporan kinerja kuartal III Delta Air Lines, survei sentimen konsumen University of Michigan, dan pergerakan yield Treasury AS.
- CMG menjadi top gainer dengan kenaikan 8,01%, sedangkan GLW memimpin daftar top loser setelah turun 6,38%.
- BRK.B, DELL, dan DIS masuk dalam skenario trading dengan potensi upside masing-masing 5,54%, 5,61%, dan 6,91%.
NASDAQ Tertekan Kenaikan Harga Minyak, DJI Bertahan di Zona Hijau
Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis (8/10/2026). Dow Jones Industrial Average (DJI) menguat tipis 0,10%, sedangkan S&P 500 terkoreksi 0,47% dan NASDAQ turun 1,25%.
Pelemahan indeks teknologi tersebut menjadi penurunan terbesar di antara ketiga indeks utama AS dalam data perdagangan yang tersedia.
Tekanan pasar muncul di tengah kenaikan harga minyak dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Kondisi ini membuat pelaku pasar mencermati risiko gangguan pasokan energi serta potensi dampaknya terhadap biaya perusahaan dan ekspektasi inflasi.
Top Gainers dan Top Losers Saham AS
Di tengah pelemahan NASDAQ dan S&P 500, sejumlah saham justru mencatat pergerakan yang menonjol. CMG memimpin daftar saham dengan kenaikan terbesar, sementara GLW mengalami koreksi terdalam di antara saham yang tercantum.
Top Gainer
Top Loser
3 Katalis Wall Street yang Perlu Dipantau pada Hari Ini
Setelah perdagangan ditutup bervariasi, investor akan mencermati tiga perkembangan utama pada Jumat. Ketiganya mencakup laporan kinerja perusahaan, data sentimen konsumen, dan pergerakan pasar obligasi AS.
1. Laporan Kinerja Kuartal III Delta Air Lines
Delta Air Lines (DAL) diperkirakan membukukan laba per saham atau earnings per share (EPS) non-GAAP sebesar US$1,76, dengan pendapatan mencapai US$18,92 miliar.
Meski demikian, kenaikan biaya bahan bakar menjadi tantangan bagi margin perusahaan. Karena itu, trader dapat memperhatikan realisasi kinerja Delta dibandingkan ekspektasi tersebut, sekaligus mencermati bagaimana pasar merespons laporan keuangannya.
2. Sentimen Konsumen dan Ekspektasi Inflasi AS
Selain laporan korporasi, survei sentimen konsumen University of Michigan untuk Oktober juga menjadi perhatian. Indeks tersebut diperkirakan turun menjadi 47,5 dari 48,1 pada September.
Ekspektasi inflasi turut menjadi indikator yang perlu dicermati. Hasil survei ini dapat memberikan gambaran mengenai pandangan konsumen terhadap kondisi ekonomi dan perkembangan harga.
3. Pemulihan Pasar Obligasi AS
Perhatian berikutnya tertuju pada keberlanjutan pemulihan pasar obligasi. Yield Treasury AS tenor 10 tahun turun 7 basis poin menjadi 5,23%, sedangkan yield tenor 30 tahun berada di 5,60%.
Walaupun keduanya mengalami penurunan, yield tersebut masih berada di sekitar level tertinggi dalam 24 tahun. Dengan demikian, pergerakan obligasi tetap menjadi salah satu indikator yang perlu dipantau trader saat menilai kondisi pasar saham AS.
Harga Minyak Melonjak, Risiko Geopolitik Membayangi Pasar Saham AS
Salah satu faktor yang menekan sentimen Wall Street adalah lonjakan harga minyak. Pada Kamis, harga minyak tetap menguat meskipun Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu paruh waktu pada November.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak November naik 3,6% menjadi US$91,49 per barel. Sementara itu, minyak Brent untuk kontrak Desember melonjak 4,1% ke US$104,28 per barel, sekaligus mencatat level penutupan tertinggi sejak akhir September.
Kenaikan tersebut terjadi ketika risiko gangguan pasokan energi masih meningkat. Serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz, ancaman badai terhadap kilang di pesisir Teluk AS, serta laporan mengenai persiapan rencana serangan dan sanksi baru Washington terhadap Iran menjadi sejumlah faktor yang diperhatikan pasar.
Dampaknya juga terlihat pada komoditas energi lainnya. Lalu lintas minyak melalui Selat Hormuz turun 27% dari puncak masa perang menjadi 10,1 juta barel per hari, sementara harga diesel AS melonjak 5,6%. Sebaliknya, harga gas alam turun 1,1% setelah persediaannya meningkat melampaui perkiraan.
Rekomendasi Saham AS Hari Ini: BRK.B, DELL, dan DIS Berpotensi Naik
Selain memantau katalis makroekonomi dan saham dengan pergerakan terbesar, trader dapat memperhatikan peluang berdasarkan skenario teknikal pada grafik harian (1D).
Tiga saham yang masuk dalam skenario trading adalah Berkshire Hathaway Class B (BRK.B), Dell Technologies (DELL), dan Walt Disney (DIS).
| Saham | Buy | Target Price | Stop Loss | Upside |
| GLW | US$168,06 | US$178,34 | US$160,16 | +6,12% |
| DELL | US$563,04 | US$594,62 | US$540,74 | +5,61% |
| AVGO | US$363,11 | US$397,23 | US$346,32 | +9,40% |
1. Berkshire Hathaway (BRK.B)
Berkshire Hathaway Class B memiliki potensi upside sebesar 5,54% dengan strategi buy on dip. Skenario ini mengandalkan pemulihan harga dari area support konsolidasi lokal untuk menguji resistance terdekat.
Entry ditetapkan pada US$509,19, dengan target harga US$537,38 dan stop loss US$495,48. Berdasarkan level tersebut, potensi keuntungan mencapai 5,54%, sedangkan risiko penurunan yang direncanakan sekitar 2,69%.
Risk/reward ratio sebesar 2,06 menunjukkan bahwa potensi keuntungan yang ditargetkan sekitar 2,06 kali risiko berdasarkan level entry dan stop loss. Trader dapat memantau respons harga di area support sebelum mempertimbangkan posisi sesuai rencana manajemen risiko.
2. Dell Technologies (DELL)
Dell Technologies memiliki potensi upside sebesar 5,61% berdasarkan skenario buy on dip pada grafik harian. Strategi ini mengandalkan pemulihan dari area support konsolidasi lokal untuk menguji resistance di atasnya.
Level entry DELL ditetapkan pada US$563,04, dengan target US$594,62 dan stop loss US$540,74. Skenario tersebut menawarkan potensi upside 5,61%, dengan risiko penurunan yang direncanakan sekitar 3,96%.
Dibandingkan BRK.B, potensi upside DELL sedikit lebih tinggi. Namun, risk/reward ratio sebesar 1,41 lebih rendah daripada BRK.B. Perbedaan ini dapat menjadi pertimbangan ketika membandingkan potensi imbal hasil dan risiko dari kedua saham.
3. Walt Disney (DIS)
Walt Disney menawarkan potensi upside terbesar di antara tiga saham dalam daftar ini, yakni 6,91%. Skenario tradingnya mengandalkan potensi pantulan dari area support konsolidasi untuk menguji resistance terdekat.
Entry DIS ditetapkan pada US$104,31, dengan target harga US$111,52 dan stop loss US$100,55. Berdasarkan skenario tersebut, potensi upside mencapai 6,91%, sedangkan risiko penurunan yang direncanakan sekitar 3,61%.
Risk/reward ratio sebesar 1,92 menunjukkan potensi keuntungan sekitar 1,92 kali risiko berdasarkan level yang ditentukan. Meski memiliki potensi upside tertinggi di antara ketiga kandidat, kamu tetap perlu memperhatikan respons harga di area support sebelum mengambil posisi.
Pantau Pergerakan Wall Street dan Temukan Peluang Investasi di Ajaib
Ingin mengikuti perkembangan Wall Street dan menemukan peluang trading saham AS? Pantau pergerakan indeks, evaluasi level teknikal, dan susun strategi berdasarkan profil risiko kamu.
Download Ajaib untuk melihat informasi investasi dan mengeksplorasi saham yang tersedia.
Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.
Profil Penulis

Financial Expert Ajaib
Miftahul Khaer merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengikuti perkembangan pasar saham Amerika Serikat. Ia menyajikan analisis dan edukasi mengenai saham AS, kondisi ekonomi global, serta strategi investasi yang membantu investor memahami peluang di pasar internasional.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!