Saham TSLA Melesat +6,2%, Sentuh Level Tertinggi $395,15
Maulida•October 27, 2026

Key Takeaways:
- Saham Tesla (TSLA) melonjak 6,2% hingga menyentuh US$395,15 pada perdagangan intraday 26 Oktober 2026, mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan.
- TSLA telah rebound sekitar 32,8% dari titik terendah Juli 2026 sebesar US$297,38, sekaligus bergerak di atas indikator moving average 20, 50, 100, dan 200 hari.
- Kenaikan saham TSLA didukung sentimen positif dari peningkatan rekomendasi analis dan optimisme terhadap bisnis Tesla. Namun, sahamnya masih mencatatkan penurunan secara year-to-date (YTD).
Saham Tesla Inc. (NASDAQ: TSLA) mencatatkan lonjakan tajam pada perdagangan Senin, 26 Oktober 2026, waktu Amerika Serikat. Harga saham produsen kendaraan listrik milik Elon Musk tersebut sempat menguat 6,2% hingga mencapai US$395,15, level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan terakhir.
Kenaikan ini memperpanjang momentum pemulihan saham TSLA setelah mengalami tekanan sepanjang pertengahan 2026. Dari titik terendah tahunan sebesar US$297,38 pada 29 Juli, saham Tesla berhasil rebound sekitar 32,8%.
Penguatan tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena TSLA mulai menunjukkan perbaikan tren harga secara teknikal. Meski demikian, investor masih perlu mencermati apakah reli ini dapat berlanjut di tengah tantangan fundamental bisnis kendaraan listrik dan valuasi saham yang relatif tinggi.
Saham TSLA Melonjak 6,2%, Tertinggi dalam Tiga Bulan
Pada sesi perdagangan 26 Oktober 2026, saham Tesla menunjukkan momentum penguatan yang signifikan setelah beberapa bulan bergerak fluktuatif.
Harga TSLA sempat mencapai US$395,15 ketika kenaikannya tercatat sekitar 6,2%. Level tersebut menjadi salah satu pencapaian tertinggi saham Tesla sejak akhir Juli 2026.
Namun, penguatan intraday tersebut sedikit berkurang menjelang akhir sesi. TSLA akhirnya ditutup pada US$391,62, naik 5,21% dibandingkan harga penutupan sebelumnya sebesar US$372,22.
Pergerakan ini mencerminkan meningkatnya minat beli terhadap saham Tesla, sekaligus menandai pemulihan harga setelah mencapai titik terendah pada akhir Juli.
Dengan rebound lebih dari 30% dari level terendahnya, perhatian pasar kini tertuju pada kemampuan TSLA mempertahankan momentum kenaikan dan mendekati kembali level psikologis US$400 per saham.
Apa yang Mendorong Kenaikan Saham Tesla?
Salah satu sentimen positif yang mendukung penguatan TSLA adalah peningkatan rekomendasi saham oleh analis Wall Street.
Pada 26 Oktober 2026, seorang analis menaikkan rekomendasi Tesla dari Equal Weight menjadi Overweight. Target harga saham TSLA juga dinaikkan dari US$370 menjadi US$450 per saham.
Perubahan pandangan tersebut mencerminkan meningkatnya optimisme terhadap prospek bisnis Tesla, terutama setelah adanya indikasi perbaikan pada bisnis otomotif dan peluang pertumbuhan dari teknologi baru.
Beberapa faktor yang menjadi perhatian investor antara lain:
1. Prospek pemulihan bisnis kendaraan listrik
Tesla menunjukkan perkembangan positif dari sisi pengiriman kendaraan. Pada kuartal III 2026, perusahaan melaporkan pengiriman sebanyak 486.532 unit kendaraan, dengan total produksi mencapai 464.391 unit.
Data ini memberikan gambaran mengenai aktivitas bisnis otomotif Tesla di tengah persaingan industri kendaraan listrik global.
2. Pengembangan teknologi autonomous driving
Tesla terus mengembangkan teknologi Full Self-Driving (FSD) dan layanan robotaxi sebagai bagian dari upaya memperluas sumber pendapatan di luar penjualan kendaraan listrik.
Keberhasilan komersialisasi teknologi tersebut berpotensi menjadi katalis pertumbuhan jangka panjang, meskipun masih menghadapi tantangan regulasi, keselamatan, dan eksekusi.
3. Spekulasi kolaborasi strategis dengan SpaceX
Ekspektasi pasar mengenai potensi penggabungan bisnis Tesla dan SpaceX turut menarik perhatian investor. Sentimen ini berkaitan dengan kemungkinan sinergi teknologi AI, robotika, dan infrastruktur komputasi.
Namun, potensi penggabungan tersebut masih bersifat spekulatif dan tidak dapat dianggap sebagai transaksi yang telah dipastikan.
Sinyal Teknikal TSLA Menguat, Lampaui Moving Average Utama
Selain sentimen fundamental, lonjakan harga saham Tesla juga didukung oleh perbaikan indikator teknikal.
Dalam perdagangan 26 Oktober, TSLA bergerak di atas empat indikator moving average utama, yaitu periode 20 hari, 50 hari, 100 hari, dan 200 hari.
Moving average merupakan indikator yang digunakan untuk melihat rata-rata harga saham dalam periode tertentu, sehingga membantu investor mengidentifikasi arah tren pasar.
Ketika harga saham bergerak di atas beberapa moving average sekaligus, kondisi tersebut umumnya menunjukkan penguatan momentum harga.
Secara khusus, pergerakan TSLA di atas moving average 200 hari menjadi perhatian karena indikator ini kerap digunakan untuk mengukur arah tren jangka panjang.
Saham Tesla juga berpeluang mencatat penutupan di atas moving average 200 hari untuk pertama kalinya sejak awal Juli 2026.
Meski memberikan sinyal positif, indikator teknikal tidak menjamin harga saham akan terus meningkat. Investor tetap perlu mempertimbangkan volume perdagangan, kondisi pasar, dan risiko pembalikan arah harga.
Meski Rebound, Saham TSLA Masih Tertekan Sepanjang 2026
Di balik lonjakan harga terbaru, performa saham Tesla sepanjang 2026 masih menunjukkan tekanan.
Saat TSLA diperdagangkan pada kisaran US$395,15, kinerja sahamnya masih tercatat turun sekitar 13,7% secara year-to-date (YTD).
Artinya, kenaikan harga lebih dari 30% sejak akhir Juli belum sepenuhnya menghapus pelemahan yang terjadi pada periode sebelumnya.
Kondisi ini memperlihatkan adanya perbedaan antara momentum pemulihan jangka pendek dengan kinerja saham secara keseluruhan.
Dari sisi bisnis, Tesla juga menghadapi sejumlah tantangan, termasuk persaingan harga kendaraan listrik, kebutuhan investasi teknologi, dan ekspektasi tinggi terhadap kontribusi bisnis autonomous driving.
Selain itu, valuasi saham Tesla yang mencerminkan harapan pertumbuhan besar dapat membuat pergerakan harganya sensitif terhadap perubahan sentimen investor.
Karena itu, penguatan TSLA sebaiknya tidak hanya dilihat dari besarnya persentase kenaikan harian, tetapi juga dari kemampuan perusahaan mempertahankan pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas.
Prospek Saham TSLA: Mampukah Menembus US$400?
Setelah menyentuh US$395,15, level US$400 menjadi salah satu area psikologis yang menarik untuk diperhatikan dalam pergerakan saham Tesla.
Apabila tekanan beli tetap kuat, TSLA berpotensi menguji kembali area tersebut. Namun, kenaikan yang cepat juga dapat membuka peluang terjadinya aksi ambil untung atau profit taking.
Dalam jangka menengah, beberapa faktor yang perlu dicermati investor mencakup perkembangan pengiriman kendaraan, pertumbuhan bisnis penyimpanan energi, adopsi teknologi FSD, serta realisasi pengembangan robotaxi.
Sentimen dari perubahan rekomendasi analis dan perkembangan industri AI juga dapat memengaruhi volatilitas saham TSLA.
Investor perlu mengingat bahwa target harga analis bukan jaminan pergerakan saham di masa depan. Keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan valuasi, fundamental perusahaan, dan profil risiko masing-masing.
Pantau Momentum Saham TSLA dan Mulai Trading di Ajaib
Lonjakan saham TSLA sebesar 6,2% hingga mencapai US$395,15 menunjukkan kembalinya momentum positif pada saham Tesla setelah mengalami tekanan selama beberapa bulan.
Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan keberlanjutan tren penguatan, perkembangan fundamental bisnis, serta potensi volatilitas di tengah perubahan sentimen pasar.
Bagi investor yang tertarik dengan saham teknologi global, perkembangan ini bisa menjadi momentum untuk memantau harga saham Tesla (TSLA) dan mengevaluasi peluang investasi secara lebih terukur.
Pantau pergerakan market saham Amerika dan mulai trading di Ajaib untuk mengikuti perkembangan saham global dan mengambil keputusan investasi dengan lebih terinformasi.
Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.
Sumber: Seeking Alpha
Profil Penulis
Writer
-
Artikel Terkait




Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!
