Pendapatan SpaceX Melonjak 161% pada Q3 2026, Bisnis AI Sumbang US$7,6 Miliar
Muhammad Razid Alvian•October 21, 2026

Key Takeaways
- Pendapatan SpaceX melonjak 161% YoY menjadi US$14,6 miliar pada Q3 2026, melampaui estimasi analis US$12,87 miliar.
- Adjusted EPS mencapai US$0,35, lebih dari dua kali estimasi US$0,15, sementara laba bersih mencapai US$4,4 miliar.
- Segmen AI membukukan pendapatan US$7,6 miliar, melampaui estimasi US$6,3 miliar dan menjadi kontributor terbesar.
- Starlink dan bisnis antariksa turut melampaui estimasi pendapatan, masing-masing mencatat US$5,2 miliar dan US$1,8 miliar.
- Capex mencapai US$19,6 miliar, termasuk US$16,4 miliar untuk infrastruktur komputasi AI, sehingga risiko eksekusi dan pengembalian modal tetap perlu dicermati.
Pendapatan SpaceX Q3 2026 Tembus US$14,6 Miliar, Laba Berbalik Positif
SpaceX membukukan kinerja keuangan kuartal III 2026 di atas ekspektasi pasar, dengan pendapatan melonjak 161% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi US$14,6 miliar. Pertumbuhan ini ditopang ekspansi bisnis kecerdasan buatan (AI), yang kini menjadi salah satu pendorong utama pendapatan perusahaan.
Berdasarkan data kinerja yang dilaporkan, pendapatan SpaceX melampaui konsensus analis sebesar US$12,87 miliar. Laba per saham yang disesuaikan (adjusted earnings per share/EPS) mencapai US$0,35, lebih dari dua kali lipat estimasi US$0,15.
Laba bersih SpaceX juga mencapai US$4,4 miliar, berbalik dari kerugian US$1,1 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hasil ini menunjukkan peningkatan skala bisnis dan profitabilitas perusahaan, seiring pertumbuhan infrastruktur komputasi AI dan ekspansi layanan internet satelit Starlink.
Pendapatan AI SpaceX Tembus US$7,6 Miliar
Segmen Super Intelligence (SI), yang mencakup infrastruktur komputasi AI, menjadi kontributor pendapatan terbesar SpaceX pada kuartal III 2026. Segmen ini menghasilkan US$7,6 miliar, melampaui estimasi analis sebesar US$6,3 miliar.
SpaceX memperoleh pendapatan dari penyewaan kapasitas komputasi pusat data kepada perusahaan seperti Anthropic, Google, dan Reflection AI. Model bisnis ini memperluas sumber pendapatan perusahaan di luar bisnis peluncuran roket dan konektivitas satelit.
Starlink dan Bisnis Antariksa Perkuat Pendapatan SpaceX
Selain AI, bisnis konektivitas dan layanan antariksa turut menopang kinerja SpaceX. Segmen konektivitas menghasilkan pendapatan US$5,2 miliar, melampaui estimasi US$4,9 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan adopsi Starlink serta perluasan kontrak perusahaan dan pemerintah.
Sementara itu, segmen antariksa membukukan pendapatan US$1,8 miliar, di atas estimasi US$1,43 miliar. Kinerja tersebut menunjukkan bahwa bisnis inti SpaceX tetap berkontribusi terhadap pertumbuhan perusahaan di tengah ekspansi AI.
Kombinasi ketiga segmen ini memperlihatkan semakin beragamnya sumber pendapatan SpaceX. Namun, keberlanjutan pertumbuhan tetap bergantung pada kemampuan perusahaan mengembangkan bisnis sekaligus mengelola kebutuhan investasi yang besar.
Belanja Modal SpaceX Capai US$19,6 Miliar
Di balik pertumbuhan pendapatan dan laba, SpaceX menghadapi kebutuhan belanja modal yang signifikan. Perusahaan mencatat belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$19,6 miliar pada kuartal III 2026.
Dari jumlah tersebut, US$16,4 miliar dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur komputasi pada segmen Super Intelligence. Investasi ini diarahkan untuk memperbesar kapasitas komputasi AI SpaceX.
Ekspansi tersebut membuka peluang pertumbuhan pendapatan, tetapi sekaligus meningkatkan risiko eksekusi dan kebutuhan pengembalian modal.
Prospek SpaceX: Pertumbuhan AI dan Risiko Ekspansi
Kinerja kuartal III 2026 memperkuat posisi SpaceX sebagai perusahaan yang menggabungkan bisnis peluncuran roket, konektivitas satelit, dan infrastruktur AI. Pertumbuhan pendapatan 161% YoY serta laba bersih US$4,4 miliar menjadi indikator positif bagi perkembangan bisnis perusahaan.
Starlink juga menyediakan sumber pendapatan dari layanan konektivitas, sementara bisnis AI memperluas peluang monetisasi melalui penyewaan kapasitas komputasi pusat data.
Meski demikian, investor perlu mencermati besarnya capex dan konsentrasi investasi pada infrastruktur AI. Keberhasilan ekspansi tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan pendapatan, tetapi juga oleh kemampuan SpaceX mengelola biaya dan menghasilkan pengembalian dari investasi tersebut.
Pantau Saham Teknologi AS dan Mulai Trading di Ajaib
Pertumbuhan pendapatan SpaceX yang didorong AI menunjukkan besarnya peluang sekaligus risiko di sektor teknologi. Pantau perkembangan perusahaan teknologi AS, laporan keuangan, dan katalis pasar untuk membantu menyusun strategi trading. Download Ajaib sekarang dan pantau peluang investasi serta trading saham AS dalam satu aplikasi.
Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.
Sumber: Investing, Ajaib Research
Profil Penulis
Writer
Muhammad Razid Alvian adalah SEO Writer di Ajaib yang aktif menulis konten edukasi seputar saham, reksa dana, kripto, hingga keuangan secara umum. Berbekal strategi SEO dan riset yang tepat, ia berkomitmen menyajikan informasi investasi yang mudah diakses, akurat, serta mudah dipahami oleh semua kalangan.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!