Ajaib
Menu

Saham AS

Inflasi Mulai Jinak, Tapi Wall Street Mulai Pilih-Pilih Saham AI

Miftahul KhaerAugust 18, 2026

Inflasi Mulai Jinak, Tapi Wall Street Mulai Pilih-Pilih Saham AI

Wall Street kembali mencatat pekan positif setelah data inflasi AS memberikan ruang bagi Federal Reserve untuk mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter. CPI Juli menunjukkan inflasi tahunan melandai menjadi 3,4%, sementara core CPI turun menjadi 2,5%, disusul PPI yang juga lebih rendah dari ekspektasi. Kombinasi tersebut memperkuat harapan bahwa tekanan harga mulai mereda setelah sebelumnya pasar dihantui risiko inflasi akibat kenaikan harga energi dan konflik Timur Tengah. Namun, optimisme tersebut mulai berhadapan dengan sinyal pelemahan konsumen. Retail sales Juli justru turun 0,6% secara bulanan, jauh di bawah ekspektasi, sementara consumer sentiment University of Michigan merosot ke 51,0. Artinya, ekonomi AS mulai menghadapi kombinasi yang lebih kompleks: inflasi bergerak turun, tetapi daya beli konsumen mulai kehilangan momentum.

Di tengah backdrop makro tersebut, pasar saham memasuki fase baru dalam reli AI. Investor tidak lagi otomatis memberikan penghargaan kepada perusahaan yang mampu mencetak earnings beat. Cisco, Applied Materials, dan Coherent semuanya membukukan hasil yang melampaui ekspektasi, tetapi saham mereka justru terkoreksi karena kekhawatiran terhadap margin, valuasi, dan ekspektasi yang sudah terlalu tinggi. Sebaliknya, Super Micro Computer menjadi salah satu pemenang terbesar setelah memberikan guidance FY2027 jauh di atas konsensus, sementara Rocket Lab memperlihatkan backlog yang terus menguat. Fenomena ini menunjukkan bahwa standar pasar terhadap AI dan semikonduktor semakin tinggi: pertumbuhan harus datang bersama margin, cash flow, dan outlook yang cukup kuat untuk membenarkan valuasi.

Dengan CPI dan PPI yang mulai mereda, peluang perubahan arah kebijakan The Fed kembali menjadi katalis penting bagi pasar memasuki paruh kedua Agustus. Namun, investor kini menghadapi pertanyaan yang lebih besar: apakah reli saham AS masih dapat bertahan ketika konsumen mulai melemah dan ekspektasi terhadap AI sudah begitu tinggi? Menjelang laporan Nvidia pada 26 Agustus, Wall Street tampaknya memasuki fase “show me the numbers”—di mana sekadar mengalahkan ekspektasi tidak lagi cukup. Perusahaan harus menunjukkan bahwa pertumbuhan AI benar-benar mampu menghasilkan profitabilitas dan return atas investasi yang sepadan.

Performa Indeks Bursa AS Weekly

S&P 500Dow Jones Industrial AverageNASDAQ Composite
+0.65%-0.22%+1.52%

Top Gainer 1W

SPCX+21.78%
ABNB+11.75%
KKR+10.40%
DELL+10.31%
APO+9.79%

Berita Ekonomi & Industri

Rilis CPI Juli hari Rabu (12/8) jadi catalyst penentu arah kebijakan Fed dan langsung meredakan kekhawatiran inflasi yang sempat memanas usai FOMC dua minggu lalu. Data menunjukkan headline inflation naik 0.1% secara bulanan dengan annual rate turun ke 3.4% dari 3.5%, sementara core CPI (exclude food & energy) naik 0.2% dengan annual rate melandai ke 2.5%—kedua angka ini persis sesuai konsensus Dow Jones. Meski levelnya masih jauh di atas target 2% Fed, moderasi dua bulan beruntun ini mengonfirmasi bahwa lonjakan harga akibat konflik Timur Tengah awal tahun mulai mereda, walau harga tetap volatile mengingat situasi di Timur Tengah belum sepenuhnya stabil. Reaksi market langsung positif—futures naik dan yield Treasury turun di semua tenor—sementara trader di CME FedWatch memangkas probabilitas rate hike September ke 42% dari yang sebelumnya lebih tinggi, makin menegaskan pivot narasi Fed dari hawkish ke lebih dovish pasca data jobs yang lemah minggu sebelumnya.

PPI Juli yang dirilis Kamis (13/8) makin memperkuat narasi disinflasi dan menambah momentum penurunan ekspektasi hike September. Producer Price Index untuk final demand tercatat flat (0%) secara bulanan, di bawah ekspektasi konsensus +0.2%, sementara core PPI (exclude food & energy) naik 0.2%, juga di bawah forecast 0.3%. Secara tahunan, headline PPI melandai ke 4.7% dari 5.5% di Juni—level terendah dalam empat bulan terakhir. Karena PPI ini mengukur tekanan harga di level produsen yang biasanya jadi leading indicator buat inflasi konsumen ke depan (dan feed langsung ke PCE, indikator favorit Fed), data yang lebih lembut dari ekspektasi ini kasih sinyal tambahan bahwa tekanan harga di rantai pasok memang benar-benar mereda, bukan cuma noise sementara—makin memperkuat kubu dovish di internal FOMC menjelang rilis minutes pertemuan Juli pada 19 Agustus nanti.

Fenomena “earnings reaction function terbalik” di sektor AI-semikonduktor jadi narasi paling menarik minggu ini, di mana hasil bagus justru dihukum pasar. Cisco, Cerebras, Coherent, dan Applied Materials semuanya melaporkan hasil di atas ekspektasi—bahkan Applied Materials sampai guidance $700 juta di atas konsensus dengan alasan “unprecedented demand”—tapi keempatnya malah ditutup turun, dengan Applied Materials -3% dan Cisco anjlok 8.4% gara-gara kekhawatiran gross margin meski EPS dan revenue-nya beat. Analis menilai constraint-nya sekarang bukan lagi soal fundamental, tapi soal valuasi dan positioning yang udah terlalu crowded—Applied Materials sendiri diperdagangkan di 32x forward earnings setelah rally 190% dalam 12 bulan terakhir, sementara Coherent di atas 42x forward dan 7x sales usai melonjak lebih dari 200%. Pola ini jadi warning penting menjelang laporan earnings Nvidia yang dijadwalkan 26 Agustus, karena kalau beat-and-raise udah dianggap “base case” oleh market (Polymarket bahkan pricing probabilitas beat 92.5% buat nama-nama chip ini), maka hasil bagus pun berpotensi nggak cukup buat dorong harga saham lebih tinggi lagi.

Data retail sales Juli yang jeblok di hari Jumat (14/8) jadi pengingat bahwa sisi konsumen mulai menunjukkan tanda-tanda melemah, dan ini bikin rally market yang sempat cetak rekor jadi tertahan. Retail sales bulan Juli anjlok 0.6% secara bulanan ke $763.6 miliar, jauh meleset dari ekspektasi kenaikan 0.1-0.2%—penurunan terbesar dalam beberapa bulan terakhir. Data ini beriringan dengan University of Michigan Consumer Sentiment Index yang juga turun tajam ke 51.0 dari 55.2 bulan sebelumnya, sementara ekspektasi inflasi setahun ke depan malah naik ke 4.3% dari 4.2%—jauh di atas level 3.4% sebelum perang Iran pecah. Kombinasi consumer spending yang melambat plus sentiment yang memburuk ini langsung bikin S&P 500 dan Dow terkoreksi dari rekor sebelumnya (S&P 500 sempat tembus 7,800 intraday Kamis), meski secara mingguan indeks tetap mencatat gain untuk minggu ketiga beruntun berkat dukungan data inflasi yang mereda dan breadth market yang sehat (Russell 2000 sendiri mencetak rekor ke-27 di tahun ini). Di saat bersamaan, harga minyak justru kembali naik akibat serangan tanker baru dan ketegangan Strait of Hormuz yang belum juga tuntas, jadi risiko yang perlu terus dipantau ke minggu berikutnya.

Berita Emiten

SMCI – Super Micro Computer melaporkan Q4 FY2026 pada 11 Agustus dengan revenue US 11,1 miliar naik 93 persen YoY, sedikit di bawah ekspektasi US 11,55 miliar, namun EPS US 1,62 melampaui konsensus US 0,96 secara sangat signifikan, dengan gross margin yang hampir dua kali lipat dari 9,5 persen menjadi 17,5 persen dalam satu tahun akibat pergeseran ke customer enterprise premium dan arsitektur Data Center Building Block Solutions yang lebih menguntungkan. Yang paling mengejutkan pasar adalah full-year FY2027 revenue guidance di US 65 miliar sampai 72 miliar, jauh di atas konsensus analis Bloomberg US 54,4 miliar, dan Q1 FY2027 revenue guidance di US 14,5 miliar sampai 15,5 miliar versus estimasi US 11,68 miliar, dengan backlog yang melampaui rekor baru setelah total new orders Q4 melebihi US 60 miliar, angka yang membuat saham SMCI melonjak 19 persen di sesi berikutnya dan turut menyeret Dell naik hampir 10 persen serta Micron menguat hampir 10 persen.

INTC – Intel melancarkan salah satu equity raise terbesar dalam sejarah industri semikonduktor pada 10 sampai 11 Agustus dengan menjual 210,5 juta saham di harga US 95 per saham, awalnya direncanakan US 15 miliar namun di-upsize menjadi US 20 miliar setelah demand mencapai lebih dari US 100 miliar atau oversubscribed lebih dari lima kali lipat, menjadikannya secondary offering terbesar yang pernah dilakukan oleh chipmaker manapun sepanjang sejarah. Dana US 19,7 miliar bersih akan dialokasikan untuk capex AI chip, advanced packaging, dan ekspansi foundry operations guna menutup gap pasar dengan TSMC, sementara analis Bank of America Timothy Arcuri menyebut raise ini sebagai “net positive” yang menghilangkan overhang balance sheet Intel dan menjadi sinyal conviction terhadap foundry roadmap jangka panjang perusahaan.

RKLB – Rocket Lab mencetak revenue record Q2 2026 sebesar US 234 juta naik 62 persen YoY dan US 34 juta lebih tinggi dari rekor kuartal sebelumnya, melampaui konsensus US 231,9 juta, dengan backlog melonjak 137 persen YoY ke US 2,36 miliar sebagai rekor baru, disertai lebih dari US 1 miliar kontrak baru yang sudah ditandatangani di Q3 saja setelah penutupan kuartal. Guidance Q3 yang dipatok di US 257,5 juta di midpoint atau 7 persen di atas ekspektasi analis dan EBITDA guidance Q3 di US 20 juta versus estimasi negatif US 10,23 juta menjadi surprise positif terbesar, meski saham sempat turun lebih dari 7 persen di after-hours karena EPS loss US 0,08 sedikit missed dan ketidakpastian soal jadwal maiden flight Neutron rocket yang belum dikonfirmasi dalam tahun ini.

CSCO – Cisco membukukan Q4 FY2026 dengan revenue record US 17,3 miliar naik 18 persen YoY melampaui konsensus, adjusted EPS US 1,22 melampaui estimasi US 1,17, product orders melonjak 35 persen YoY dengan AI infrastructure orders dari hyperscaler mencapai US 4 miliar di Q4 saja, membawa total FY2026 AI orders ke US 9,3 miliar dan menempatkan Cisco di jalur US 7,5 miliar revenue AI di FY2027 dari basis US 4 miliar di FY2026. Namun saham CSCO turun 9 persen di sesi berikutnya karena Q1 FY2027 gross margin guidance di 65 sampai 66 persen sedikit di bawah konsensus FactSet 66,1 persen, dengan Goldman Sachs menyebut reaksi pasar sebagai “mixed” karena guidance FY27 yang lebih kuat diimbangi kekhawatiran margin yang menjadi concern jangka panjang investor mengingat capex AI terus menekan profitabilitas.

ON Holding – Saham On Holding anjlok lebih dari 20 persen pada 11 Agustus sebagai penurunan harian terburuk dalam sejarah perusahaan sejak IPO, setelah revenue Q2 senilai CHF 850,3 juta meleset dari ekspektasi CHF 878,4 juta dan manajemen memangkas guidance pertumbuhan revenue tahunan dari “setidaknya 23 persen” menjadi “kisaran low-20 persen”, menandai perlambatan momentum pertama yang signifikan bagi brand premium Swiss ini yang selama ini dianggap sebagai salah satu growth story paling konsisten di segmen athletic footwear.

Anthropic / RIOT – Bloomberg melaporkan pada 10 Agustus bahwa Anthropic telah menandatangani perjanjian cloud computing senilai US 9,1 miliar berdurasi 20 tahun dengan Riot Platforms sebagai perusahaan Bitcoin mining, untuk mengkonversi kapasitas komputasi Bitcoin mining yang selama ini idle menjadi infrastruktur AI compute, sebuah model bisnis baru yang inovatif yang langsung mendorong saham RIOT melonjak tajam dan memunculkan diskusi luas soal masa depan Bitcoin mining infrastructure sebagai potential “GPU farms” dalam ekosistem AI.

Profil Penulis

Miftahul Khaer
Miftahul Khaer

Financial Expert Ajaib

Miftahul Khaer merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengikuti perkembangan pasar saham Amerika Serikat. Ia menyajikan analisis dan edukasi mengenai saham AS, kondisi ekonomi global, serta strategi investasi yang membantu investor memahami peluang di pasar internasional.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!