Wall Street Update: Harga Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Hari Ini (18 Agustus 2026)
Miftahul Khaer•August 18, 2026

Key Takeaways
- Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin (17/8/2026), dengan Dow Jones turun 0,51%, S&P 500 melemah 0,52%, dan Nasdaq turun 0,32%.
- Kenaikan harga minyak lebih dari US$2 per barel menjadi salah satu sentimen utama setelah belum ada kemajuan berarti dalam diplomasi AS-Iran, sementara investor juga menanti laporan keuangan peritel besar AS.
- Saham chip menjadi penopang pasar, dengan Micron Technology naik 4% dan Applied Materials melonjak 5,5%, di tengah perhatian investor terhadap prospek belanja AI dan laporan keuangan Nvidia pekan depan.
| Indeks | Perubahan | Penutupan |
|---|---|---|
| Dow Jones Industrial Average | -0,51% | 53.459,78 |
| S&P 500 | -0,52% | 7.745,06 |
| Nasdaq Composite | -0,32% | 26.644,91 |
Ringkasan Singkat Wall Street
Pasar saham AS ditutup melemah pada perdagangan Senin (17/08). Index DJI turun 0,51%, S&P 500 turun 0,52%, dan NASDAQ turun 0,32%. Berdasarkan data penutupan, Dow Jones Industrial Average turun 272,63 poin atau 0,51% menjadi 53.459,78. S&P 500 melemah 40,70 poin atau 0,52% ke 7.745,06, sedangkan Nasdaq Composite turun 84,25 poin atau 0,31% menjadi 26.644,91.
Harga minyak naik lebih dari US$2 per barel setelah investor melihat belum ada kemajuan dalam upaya diplomasi antara AS dan Iran. Kekhawatiran bahwa konflik tersebut dapat mengganggu pasokan global kembali menguat dan mendorong kenaikan harga minyak.
Market Update: Perlambatan China hingga Sentimen AI
Perlambatan ekonomi China semakin meluas pada Juli, dengan konsumsi, investasi, produksi industri, dan pasar tenaga kerja sama-sama melemah sehingga meningkatkan tekanan bagi Beijing untuk memperkuat stimulus. Penjualan ritel hanya tumbuh 0,6% secara tahunan, jauh di bawah estimasi 1,5%, sementara investasi aset tetap perkotaan turun 6,7% pada Januari–Juli, dipimpin anjloknya investasi properti sebesar 19,2%. Produksi industri juga melambat menjadi 4,5% dari 5,3% pada Juni, sedangkan pengangguran perkotaan naik menjadi 5,2%.
Kondisi ini menunjukkan ketidakseimbangan ekonomi yang semakin lebar: ekspor masih kuat, tumbuh 23,9% pada Juli berkat permintaan global dan investasi AI, tetapi konsumsi domestik, pasar properti, dan kredit rumah tangga tetap tertekan. Dengan pertumbuhan PDB kuartal kedua hanya 4,3%, data terbaru meningkatkan ekspektasi bahwa Beijing perlu memperbesar stimulus fiskal dan mempertimbangkan pemangkasan suku bunga untuk menopang pertumbuhan.
Tekanan juga terlihat di sektor teknologi. S&P 500 sektor teknologi turun hampir 0,2% setelah bergerak naik-turun sepanjang sesi. Investor masih mempertanyakan apakah belanja besar-besaran perusahaan teknologi untuk kecerdasan buatan (AI) dapat menghasilkan keuntungan sesuai ekspektasi. Pergerakan saham teknologi berlangsung tidak merata. Indeks semikonduktor PHLX melonjak 1,6%, tetapi indeks Software & Services S&P 500 anjlok 2,8%. Microsoft dan Meta Platforms menjadi penekan terbesar S&P 500 setelah masing-masing turun lebih dari 3%.
Sebaliknya, saham chip menjadi penopang utama indeks. Micron Technology naik 4%, sementara Applied Materials melonjak 5,5%. Investor juga menantikan laporan keuangan Nvidia yang dijadwalkan keluar pekan depan. Nvidia merupakan produsen chip AI terkemuka sekaligus perusahaan dengan nilai pasar terbesar di dunia.
Sentimen Anthropic dan Potensi IPO
Cami Clark, istri CEO Anthropic Dario Amodei, menjadi sorotan karena perannya sebagai penasihat informal yang berpengaruh menjelang potensi IPO Anthropic dengan valuasi lebih dari US$2 triliun. Meski tidak memiliki jabatan resmi, Clark kerap mendampingi Amodei dalam pertemuan bisnis dan politik, membangun hubungan dengan investor serta tokoh teknologi, dan disebut membantu memperkenalkan Amodei kepada mantan CEO Google Eric Schmidt, yang kemudian menjadi investor awal Anthropic.
Perannya semakin penting di tengah kebutuhan pendanaan Anthropic dan ketegangan dengan pemerintahan Trump terkait penggunaan AI untuk militer. Ia juga pernah mengusulkan venture fund bersama Schmidt, meski tidak mendapat dukungan pendiri Anthropic. Bagi calon investor, keterlibatan Clark menimbulkan pertanyaan soal tata kelola, transparansi, dan batas antara hubungan pribadi dengan pengambilan keputusan perusahaan.
Top Gainer & Top Loser Saham AS
Top Gainer Saham AS
Top Loser Saham AS
Di luar saham teknologi besar, saham Vista Energy yang tercatat di AS melonjak 5,6% setelah investor Peter Thiel membeli 1% saham perusahaan minyak asal Amerika Latin tersebut. Namun, tekanan jual secara keseluruhan masih lebih kuat. Di Bursa New York Stock Exchange (NYSE), saham yang turun dibandingkan yang naik mencapai rasio 1,76 banding 1. Sementara di Nasdaq, sebanyak 3.106 saham turun dan 1.848 saham naik, atau rasio penurunan 1,68 banding 1.
Apa yang Perlu Dicermati Trader & Investor?
Pergerakan Wall Street pada perdagangan Senin menunjukkan bahwa tekanan terjadi di tiga indeks utama, tetapi pergerakan antar sektor tetap berbeda. Sektor energi menjadi satu-satunya dari 11 sektor utama S&P 500 yang menguat, sementara sektor jasa komunikasi dan kebutuhan pokok konsumen masing-masing turun sekitar 1,5%. Di sektor teknologi, indeks semikonduktor PHLX naik 1,6%, tetapi indeks Software & Services S&P 500 turun 2,8%.
Beberapa hal yang dapat dicermati dalam perdagangan berikutnya:
- Harga minyak: Harga minyak naik lebih dari US$2 per barel setelah belum ada kemajuan berarti dalam diplomasi AS-Iran. Kekhawatiran gangguan pasokan global kembali meningkat.
- Laporan peritel AS: Investor menunggu laporan Home Depot pada Selasa dan Walmart pada Kamis untuk mendapatkan arah mengenai belanja konsumen.
- Saham chip: Micron Technology naik 4%, sementara Applied Materials melonjak 5,5%.
- Nvidia: Investor menantikan laporan keuangan Nvidia yang dijadwalkan keluar pekan depan.
- Belanja AI: Investor masih mempertanyakan apakah belanja besar-besaran perusahaan teknologi untuk AI dapat menghasilkan keuntungan sesuai ekspektasi.
- Ekonomi China: Perlambatan konsumsi, investasi, produksi industri, dan pasar tenaga kerja meningkatkan ekspektasi terhadap stimulus tambahan dari Beijing.
- Breadth pasar: Di NYSE, saham yang turun dibandingkan yang naik mencapai rasio 1,76 banding 1. Di Nasdaq, rasio penurunan mencapai 1,68 banding 1.
- Volume perdagangan: Volume perdagangan bursa AS mencapai 14,74 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 20 sesi terakhir sebesar 16,95 miliar saham.
Dengan kondisi tersebut, trader dapat lebih selektif dalam melihat saham yang memiliki katalis jelas, momentum harga, dan dukungan volume, terutama ketika pergerakan indeks utama masih berada di bawah tekanan.
Ingin ikut ambil posisi di saham AS seperti MSTR, SPCX, GLW, MU, atau saham sektor lainnya? Daftar akun Ajaib sekarang, 100% online tanpa minimum modal, dan mulai trading saham AS setelah akun terverifikasi mulai dari $1. Trading beragam instrumen/aset dalam satu aplikasi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Apa perbedaan Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq?
Dow Jones Industrial Average mengukur performa 30 perusahaan besar AS lintas sektor, S&P 500 mencakup 500 perusahaan besar AS lintas sektor dengan pembobotan kapitalisasi pasar, sementara Nasdaq Composite didominasi oleh saham-saham sektor teknologi. Karena komposisinya, Nasdaq biasanya lebih volatil saat sentimen terhadap sektor teknologi berubah, seperti yang terjadi hari ini.
2. Jam berapa Wall Street buka dan tutup menurut WIB?
Bursa saham AS (NYSE dan Nasdaq) buka pukul 21.30 WIB dan tutup pukul 04.00 WIB keesokan harinya saat musim panas (Eastern Daylight Time), atau satu jam lebih lambat saat musim dingin, cek jadwal perdagangan Saham AS di sini.
3. Bagaimana cara mulai trading saham AS dari Indonesia?
Investor di Indonesia bisa mulai trading saham AS melalui platform yang menyediakan akses ke bursa AS, seperti Ajaib, dengan proses pendaftaran online, verifikasi identitas, dan pengisian dana sebelum mulai bertransaksi, simak panduan cara beli saham AS dari Indonesia disini.
4. Apakah pelemahan Wall Street hari ini akan berlanjut?
Tidak ada yang bisa memastikan arah pasar ke depan. Yang bisa dipantau investor adalah katalis yang telah diketahui, serta bagaimana reaksi pasar terhadap katalis tersebut ketika terjadi.
Trading Saham AS dengan Ajaib
Eksplor saham-saham perusahaan global ternama seperti Google, Apple (AAPL), Nvidia, hingga Tesla dan perusahaan ternama lainnya kini lebih mudah dari Indonesia. Ajaib sebagai all in one investment app menyediakan berbagai instrumen seperti saham Amerika, saham Indonesia, aset kripto, reksa dana hingga obligasi. Daftar akun Ajaib sekarang, 100% online tanpa minimum modal, dan mulai trading saham AS setelah akun terverifikasi mulai dari $1. Prosesnya mudah, aman, dan cepat. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Profil Penulis

Financial Expert Ajaib
Miftahul Khaer merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengikuti perkembangan pasar saham Amerika Serikat. Ia menyajikan analisis dan edukasi mengenai saham AS, kondisi ekonomi global, serta strategi investasi yang membantu investor memahami peluang di pasar internasional.
Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.
Sumber: CNBC, Seeking Alpha, Kontan, Ajaib Research
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!