Kenali Jenis SBN Ritel dan Cara Membelinya
Sarifa•July 17, 2026

Ringkasan
- SBN ritel terbagi menjadi empat jenis utama ORI, SR, SBR, dan ST dengan karakter kupon dan fleksibilitas yang berbeda.
- Perbedaan utama terletak pada sifat tradable (dapat diperdagangkan di pasar sekunder) versus non-tradable (tidak dapat diperdagangkan), yang menentukan seberapa fleksibel Kamu bisa mencairkan dana.
- Memilih SBN ritel sebaiknya dimulai dari pertanyaan kapan dan seberapa besar dana tersebut dibutuhkan kembali, bukan semata dari profil risiko.
Kenapa Memilih SBN Ritel Tidak Bisa Disamaratakan untuk Semua Kebutuhan
Banyak investor memilih SBN ritel hanya berdasarkan besaran kupon yang ditawarkan. Padahal, ada perbedaan fitur mendasar yang lebih menentukan kecocokan instrumen dengan kebutuhan masing-masing—mulai dari jenis kupon, fleksibilitas pencairan, hingga apakah instrumen bisa dijual di pasar sekunder atau tidak. Artikel ini akan membahas cara memilih jenis SBN ritel yang tepat berdasarkan kebutuhan likuiditas Kamu, bukan sekadar angka kupon.
Apa Itu SBN Ritel dan Kenapa Ada Beberapa Jenis Berbeda
SBN ritel adalah instrumen surat utang negara yang ditujukan khusus untuk investor perorangan (ritel), dengan jaminan pembayaran pokok dan kupon dari pemerintah. Pemerintah menerbitkan beberapa jenis SBN ritel karena masing-masing dirancang untuk kebutuhan investor yang berbeda-beda, bukan sekadar variasi nama.
Keempat jenis SBN ritel ini terbagi berdasarkan jenis kupon dan prinsip pengelolaannya: konvensional (ORI dan SBR) atau syariah (SR dan ST). Berikut detail masing-masing jenisnya.
Mengenal Empat Jenis SBN Ritel yang Diterbitkan Pemerintah
1. ORI (Obligasi Negara Ritel)
ORI adalah SBN ritel konvensional dengan kupon tetap (fixed rate) yang nilainya tidak berubah hingga jatuh tempo. ORI dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah masa holding period tertentu, sehingga memberi peluang capital gain sekaligus risiko capital loss.
Cara membeli ORI: Pembelian dilakukan secara daring melalui mitra distribusi resmi yang ditunjuk pemerintah—mulai dari bank, perusahaan sekuritas, hingga platform fintech. Kamu perlu memiliki rekening di mitra distribusi, menyiapkan KTP dan NPWP, lalu melakukan pemesanan selama masa penawaran berlangsung. Contoh terkini: ORI030 ditawarkan dengan tenor 3 tahun (kupon 6,9%) dan 6 tahun (kupon 7,0%) pada 6–30 Juli 2026.
2. SR (Sukuk Ritel)
SR adalah versi syariah dari ORI—diterbitkan dengan akad ijarah (sewa) dan telah memperoleh opini kesesuaian syariah dari DSN-MUI. Seperti ORI, SR memiliki kupon tetap dan bersifat tradable di pasar sekunder.
Cara membeli SR: Sama seperti ORI, pembelian SR dilakukan secara online melalui mitra distribusi resmi selama masa penawaran. Contoh terkini: SR024 ditawarkan dengan tenor 3 tahun (kupon 5,55%) dan 5 tahun (kupon 5,90%) pada 6 Maret–15 April 2026.
3. SBR (Savings Bond Ritel)
SBR adalah SBN ritel konvensional yang bersifat non-tradable—tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Namun, SBR menyediakan fasilitas early redemption, yaitu pencairan sebagian pokok sebelum jatuh tempo pada periode tertentu. Kupon SBR bersifat floating with floor (mengambang dengan batas minimum).
Cara membeli SBR: Pembelian dilakukan secara online melalui mitra distribusi resmi selama masa penawaran. Contoh: SBR015 direncanakan ditawarkan pada 28 September–22 Oktober 2026.
4. ST (Sukuk Tabungan)
ST adalah versi syariah dari SBR—berbasis prinsip syariah, bersifat non-tradable, dan memiliki kupon floating with floor serta fasilitas early redemption.
Cara membeli ST: Pemesanan dilakukan secara online melalui sistem elektronik mitra distribusi yang terhubung dengan platform e-SBN Kementerian Keuangan. Contoh terkini: ST016 ditawarkan dengan tenor 2 tahun (kupon minimal 6,05%) dan 4 tahun (kupon minimal 6,25%) pada 8 Mei–3 Juni 2026.
Perbedaan Utama Tradable dan Non-Tradable yang Menentukan Fleksibilitas Kamu
Sifat tradable memungkinkan instrumen dijual kapan saja di pasar sekunder—dengan potensi capital gain (jika harga naik) atau capital loss (jika harga turun). Sementara instrumen non-tradable mengunci dana hingga jatuh tempo, namun tetap memberi jalan keluar terbatas lewat fasilitas early redemption.
Kenapa Kebutuhan Likuiditas Lebih Penting Ditentukan Lebih Dulu daripada Sekadar Profil Risiko
Insight penting: Memilih SBN ritel sebaiknya dimulai dari pertanyaan kapan dan seberapa besar kemungkinan dana tersebut dibutuhkan kembali, bukan semata dari profil risiko konservatif-moderat-agresif seperti pada instrumen investasi lain. Kenapa? Karena keempat jenis SBN ritel ini sama-sama berisiko rendah—semuanya dijamin negara. Faktor pembedanya justru pada fleksibilitas pencairan.
Memilih Instrumen Berdasarkan Kapan Kamu Kemungkinan Membutuhkan Dana
Cara termudah menentukan pilihan adalah membayangkan skenario kapan dana tersebut mungkin dibutuhkan kembali.
1. Jika Kamu Mungkin Butuh Fleksibilitas Menjual Sewaktu-waktu
ORI atau SR lebih cocok bagi investor yang ingin punya opsi menjual kapan saja tanpa terikat periode tertentu. Namun, perlu diingat: harga jual di pasar sekunder bisa lebih rendah dari harga beli saat kondisi pasar sedang tidak menguntungkan (risiko capital loss).
2. Jika Kamu Sudah Tahu Kapan Butuh Sebagian Dana di Tengah Jalan
SBR atau ST lebih cocok bagi investor yang sudah punya perkiraan waktu kebutuhan dana di pertengahan masa investasi. Fasilitas early redemption memungkinkan pencairan sebagian pokok—maksimal 50% dari kepemilikan—pada periode yang sudah ditentukan pemerintah. Pastikan Kamu mengecek ketentuan minimal kepemilikan dan jadwal early redemption terbaru dari sumber resmi sebelum membeli.
Perbedaan Jenis Kupon: Fixed Rate Versus Floating with Floor
ORI dan SR memberikan kupon tetap yang tidak berubah hingga jatuh tempo. Ini memberi kepastian pendapatan, cocok bagi investor yang menginginkan arus kas bulanan yang stabil.
SBR dan ST memberikan kupon mengambang dengan batas minimum (floating with floor)—kupon bisa naik mengikuti suku bunga acuan (BI Rate) namun tidak akan turun di bawah batas yang ditetapkan di awal. Kupon biasanya direview setiap 3 bulan.
Menentukan Pilihan SBN Ritel Kamu Lewat Ajaib
Memahami perbedaan keempat jenis SBN ritel di atas baru terasa manfaatnya kalau bisa langsung diterapkan sesuai rencana keuangan masing-masing. Lewat aplikasi Ajaib, Kamu bisa melihat berbagai pilihan produk investasi sekaligus—termasuk reksa dana sehingga lebih mudah mencocokkan instrumen dengan kebutuhan likuiditas Kamu tanpa perlu berpindah-pindah platform.
Pelajari lebih lanjut tentang investasi reksa dana dan mulailah menyesuaikan pilihan SBN ritel Kamu lewat aplikasi Ajaib.
FAQ
1. Apa perbedaan utama antara ORI dan SBR?
ORI memiliki kupon tetap dan bisa diperdagangkan di pasar sekunder (tradable), sedangkan SBR memiliki kupon mengambang dengan batas minimum dan tidak bisa diperdagangkan (non-tradable) namun memiliki fasilitas early redemption.
2. Mana yang lebih menguntungkan antara SR dan ST?
Tergantung kebutuhan. SR memberi kepastian kupon tetap dan fleksibilitas jual di pasar sekunder. ST memberi potensi kupon naik mengikuti suku bunga (floating with floor) dan fasilitas early redemption, namun tidak bisa dijual di pasar sekunder.
3. Apakah SBN ritel aman?
Ya. SBN ritel dijamin oleh negara melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara. Pembayaran pokok dan kupon dijamin penuh oleh pemerintah.
4. Berapa modal minimal untuk membeli SBN ritel?
Semua jenis SBN ritel bisa dibeli mulai dari Rp1 juta.
5. Bagaimana cara membeli SBN ritel?
Pembelian dilakukan secara online melalui mitra distribusi resmi pemerintah—bank, perusahaan sekuritas, atau platform fintech—selama masa penawaran berlangsung. Kamu perlu menyiapkan KTP, NPWP, dan rekening di mitra distribusi terkait.
Disclaimer: Konten ini bersifat edukasi dan informasi, bukan ajakan untuk membeli atau menjual aset tertentu. Investasi reksa dana memiliki risiko. Pastikan lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan keuangan.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!