SBN vs Deposito: Mana yang Lebih Cocok untuk Menyimpan Uang Jangka Menengah?
Sarifa•July 8, 2026

Ringkasan
- SBN ritel seperti ORI030 menawarkan kupon tetap hingga 7% per tahun, lebih tinggi dari rata-rata bunga deposito bank umum.
- Pajak atas kupon SBN hanya 10%, sedangkan bunga deposito dikenakan pajak 20%, sehingga hasil bersih SBN lebih optimal.
- Deposito lebih sederhana dan mudah diakses, sementara SBN menawarkan fleksibilitas diperdagangkan di pasar sekunder serta fasilitas early redemption pada seri tertentu.
Banyak investor pemula yang memiliki dana menganggur selama beberapa tahun sering dihadapkan pada pilihan antara SBN dan deposito. Keduanya dikenal sebagai instrumen yang relatif stabil, sehingga wajar jika Kamu bingung menentukan pilihan. Di satu sisi, Kamu ingin menjaga nilai aset tetap aman. Di sisi lain, Kamu juga ingin memperoleh imbal hasil yang optimal. Surat Berharga Negara atau SBN adalah instrumen investasi yang diterbitkan oleh pemerintah untuk membiayai kebutuhan anggaran negara. SBN ritel, seperti ORI (Obligasi Negara Ritel), dirancang khusus untuk investor individu dengan modal terjangkau dan kupon yang dibayarkan secara berkala. Artikel ini akan membahas perbedaan SBN dan deposito dari berbagai aspek, mulai dari potensi imbal hasil hingga risiko dan fleksibilitas, agar keputusan investasi Kamu lebih sesuai dengan tujuan keuangan, bukan sekadar mengejar tingkat imbal hasil tertinggi.
Keuntungan Investasi SBN vs Deposito
Setiap instrumen memiliki fungsi yang berbeda. Deposito adalah simpanan berjangka di bank dengan bunga tetap yang sudah ditentukan sejak awal. SBN adalah surat utang negara yang memberikan kupon (imbal hasil) secara berkala hingga jatuh tempo. Pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan Kamu, bukan semata-mata pada mana yang memberi return lebih tinggi.
Perbandingan Investasi SBN dan Deposito
1. Potensi Imbal Hasil
Deposito memberikan bunga sesuai ketentuan bank. Per Juli 2026, rata-rata bunga deposito bank besar berada di kisaran 2,5% per tahun. Sementara itu, LPS menetapkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) sebesar 3,75% untuk simpanan rupiah di bank umum periode Juli–September 2026.
SBN memberikan kupon sesuai karakteristik masing-masing seri. Contoh terbaru, ORI030 menawarkan kupon tetap 6,90% per tahun untuk tenor 3 tahun dan 7,00% untuk tenor 6 tahun. Kupon ini merupakan yang tertinggi sejak 2018. Nilai kupon SBN dan bunga deposito dapat berubah mengikuti periode penerbitan maupun kebijakan masing-masing lembaga.
2. Tingkat Risiko Investasi
Deposito memiliki perlindungan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, perlu diingat bahwa LPS hanya menjamin simpanan dengan bunga tidak melebihi TBP yang ditetapkan. Saat ini TBP untuk bank umum adalah 3,75%. Jika bank memberikan bunga di atas batas tersebut, kelebihan bunganya tidak dijamin LPS.
SBN, di sisi lain, pembayaran pokok dan kuponnya dijamin penuh oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai undang-undang, untuk nominal berapapun. Namun, bukan berarti SBN sepenuhnya bebas risiko. Risiko yang melekat pada SBN antara lain risiko perubahan harga di pasar sekunder jika Kamu menjual sebelum jatuh tempo, serta risiko suku bunga.
3. Fleksibilitas Mencairkan Dana
Deposito dapat dicairkan sebelum jatuh tempo, tetapi biasanya dikenakan penalti berupa pengurangan bunga. Kamu juga kehilangan potensi bunga yang seharusnya didapat jika menyimpan hingga jatuh tempo.
SBN ritel seperti ORI dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah melewati masa minimum holding period. Selain itu, beberapa seri SBN seperti Sukuk Tabungan (ST) dan Savings Bond Ritel (SBR) memiliki fasilitas early redemption, yaitu pencairan sebagian dana sebelum jatuh tempo sesuai ketentuan pemerintah. Namun, tidak semua seri SBN memiliki mekanisme yang sama. Penting untuk memahami ketentuan masing-masing produk.
4. Efisiensi Pajak atas Imbal Hasil
Perlakuan pajak terhadap bunga deposito dan kupon SBN berbeda dan dapat memengaruhi hasil investasi bersih yang Kamu terima. Berdasarkan ketentuan yang berlaku saat artikel ini ditulis, pajak atas kupon SBN adalah 10%, sementara pajak atas bunga deposito adalah 20%. Perbedaan tarif pajak ini membuat SBN lebih efisien secara pajak dibandingkan deposito.
Hal yang Sebaiknya Dipertimbangkan Sebelum Memilih
Sebelum menentukan pilihan, evaluasi beberapa faktor berikut:
- Tujuan investasi: Apakah Kamu ingin memperoleh pendapatan pasif rutin atau sekadar menyimpan dana?
- Kebutuhan likuiditas: Seberapa cepat Kamu mungkin membutuhkan dana tersebut?
- Profil risiko: Apakah Kamu nyaman dengan kemungkinan fluktuasi harga jika menjual SBN di pasar sekunder?
- Jangka waktu: Sesuaikan tenor instrumen dengan rencana keuangan Kamu.
- Potensi perubahan suku bunga: Perubahan BI Rate dapat memengaruhi imbal hasil instrumen baru.
- Kebutuhan arus kas berkala: SBN membayar kupon bulanan, deposito membayar bunga saat jatuh tempo.
- Konsekuensi pencairan dini: Pahami biaya penalti deposito atau mekanisme early redemption SBN.
Fokus pada proses pengambilan keputusan, karena tidak ada instrumen yang selalu lebih baik untuk semua orang.
Kapan SBN Lebih Cocok Dibanding Deposito?
SBN dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai dalam beberapa kondisi:
- Kamu menginginkan potensi imbal hasil yang lebih kompetitif dibandingkan rata-rata deposito.
- Kamu mencari diversifikasi dari produk perbankan.
- Kamu ingin memperoleh kupon atau imbal hasil secara berkala (bulanan) sebagai sumber passive income.
- Kamu ingin berinvestasi dengan modal terjangkau mulai dari Rp1 juta.
- Kamu ingin berkontribusi pada pembiayaan pembangunan negara.
Kapan Deposito Masih Menjadi Pilihan yang Relevan?
Deposito tetap menjadi pilihan yang sesuai jika:
- Kamu mengutamakan kemudahan dan kepraktisan tanpa perlu memahami pasar keuangan.
- Kamu tidak ingin memantau pergerakan harga di pasar sekunder.
- Kamu memiliki kebutuhan penyimpanan dana dalam jangka waktu tertentu dengan kepastian bunga.
- Kamu lebih nyaman dengan instrumen yang sudah sangat familiar dalam kehidupan sehari-hari.
Tentukan Instrumen Investasi yang Sesuai di Ajaib
Setiap investor memiliki kebutuhan yang berbeda. Sebelum memutuskan antara SBN atau deposito, evaluasi kembali tujuan investasi dan profil risiko Kamu. Keputusan investasi yang baik berasal dari pemahaman karakteristik setiap instrumen. Diversifikasi portofolio juga bisa menjadi strategi cerdas untuk menyeimbangkan risiko dan imbal hasil. Unduh Ajaib untuk mempelajari serta mulai berinvestasi SBN maupun investasi Reksa Dana sesuai kebutuhan finansial Kamu.
Disclaimer: Konten ini bersifat edukasi dan informasi, bukan ajakan untuk membeli atau menjual aset tertentu. Investasi reksa dana memiliki risiko. Pastikan lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan keuangan.
FAQ
Apa perbedaan utama SBN dan deposito?
SBN adalah surat utang negara yang diterbitkan pemerintah, sementara deposito adalah simpanan berjangka di bank. SBN menawarkan kupon tetap yang dibayarkan bulanan, sedangkan deposito memberikan bunga yang umumnya dibayarkan saat jatuh tempo.
Mana yang lebih aman, SBN atau deposito?
Keduanya relatif aman. SBN dijamin penuh oleh pemerintah untuk seluruh nominal investasi. Deposito dijamin LPS hingga batas tertentu, dengan catatan bunga tidak melebihi TBP yang ditetapkan. Namun, SBN memiliki risiko harga jika dijual di pasar sekunder sebelum jatuh tempo.
Apakah SBN bisa dicairkan sebelum jatuh tempo?
Beberapa seri SBN dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah masa holding period. Seri tertentu seperti ST dan SBR juga memiliki fasilitas early redemption. Namun, penjualan sebelum jatuh tempo mengikuti harga pasar yang bisa naik atau turun.
Berapa pajak SBN dan deposito?
Pajak final atas kupon SBN adalah 10%, sedangkan pajak atas bunga deposito adalah 20%. Perbedaan ini membuat SBN lebih efisien secara pajak.
Berapa minimal investasi SBN?
Minimal pembelian SBN ritel adalah Rp1 juta dan kelipatannya. Deposito umumnya memiliki minimal simpanan yang bervariasi tergantung kebijakan masing-masing bank.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!