Tips Menghindari Kesalahan Umum Saat Berinvestasi di Reksa Dana Syariah
Sarifa•July 3, 2026

Walaupun sudah banyak investor yang sudah memahami prinsip reksa dana syariah itu seperti apa. Namun, hal ini bukan berarti investor sudah benar-benar mengerti 100% bagaimana cara berinvestasi dengan tepat di reksa dana syariah. (Baca artikel berikut: Perbedaan reksa dana syariah dan konvensional).
Ini karena masih banyak investor di luar sana yang sering melakukan kesalahan saat berinvestasi reksa dana syariah seperti mengejar return jangka pendek, terlalu sering melakukan switching, atau memilih produk reksa dana syariah hanya berdasarkan performa historis saja.
Untuk mengoptimalkan hasil investasi reksa dana syariah dalam jangka panjang, kamu perlu mengetahui apa saja kesalahan investasi reksa dana yang umum terjadi beserta cara menghindarinya di artikel ini selengkapnya.
Mari kita simak pembahasannya!
Memahami Karakter Reksa Dana Syariah Sebelum Berinvestasi
Sebelum berinvestasi di reksa dana syariah, ada satu hal yang perlu kamu pahami bahwa setiap produk investasi memiliki karakteristik investasi yang berbeda-beda, termasuk salah satunya reksa dana syariah.
Perlu kamu ketahui bahwa sebelum suatu produk reksa dana syariah dijual atau dipasarkan ke masyarakat. Produk reksa dana syariah harus lolos proses seleksi efek terlebih dahulu yang dilakukan oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS).
Hal ini untuk memastikan bahwa produk reksa dana syariah benar-benar bebas dari prinsip-prinsip yang mengandung riba (bunga), gharar (ketidakjelasan), dan maysir (judi). Sehingga, halal untuk diinvestasikan investor sesuai dengan tujuan investasi dan juga mengedepankan aspek manajemen risiko bagi investor.
Berikut adalah beberapa karakteristik reksa dana syariah:
| Karakteristik | Penjelasan |
| Reksa Dana Syariah diawasi secara ketat oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). | DPS memastikan bahwa seluruh proses investasi reksa dana syariah sudah memenuhi prinsip syariah. |
| Adanya mekanisme pembersihan kekayaan non halal atau biasanya investor kenal sebagai proses cleansing. | Pada reksa dana syariah, pendapatan yang tidak sesuai prinsip syariah akan dipisahkan untuk memastikan kehalalan dana. |
| Reksa dana syariah dikelola sesuai prinsip syariah. | Manajer Investasi (MI) wajib meracik portofolio reksa dana syariah sesuai prinsip syariah. |
| Perjanjian sesuai dengan prinsip syariah (musyarakah, ijarah, mudharabah). | Investor bisa mengetahui jenis akad yang digunakan antara investor dan Manajer Investasi (MI) di prospektus. |
| Portofolio aset yang ada di reksa dana syariah adalah efek-efek yang masuk dalam DES. | Komposisi aset yang ada di reksa dana syariah adalah aset-aset yang sudah memenuhi legalitas sebagai investasi syariah. |
Kesalahan Apa Saja yang Paling Sering Dilakukan Investor?
Baik itu, investor berpengalaman atau pemula sekalipun, kamu pasti pernah melakukan kesalahan-kesalahan berikut ini saat berinvestasi reksa dana syariah. Apalagi, jika investor sedang dihadapkan pada kondisi pasar yang berubah-ubah.
1. Memilih Produk Hanya Berdasarkan Return Tertinggi
Performa historis tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar dalam pengambilan keputusan investasi. Sehingga, jika investor hanya memilih produk reksa dana syariah berdasarkan return tertinggi maka keputusan investasi tersebut dianggap kurang tepat.
Daripada investor cuma berfokus memilih produk reksa dana syariah berdasarkan return tertinggi. Investor bisa lebih fokus kepada aspek investasi lain yang jauh lebih penting seperti konsistensi kinerja, tingkat risiko, serta menyesuaikan produk investasi dengan tujuan keuangan.
Ini karena untuk mengukur produk reksa dana syariah yang bagus untuk jangka panjang. Kamu sebagai investor perlu melihat bagaimana kinerja reksa dana tersebut dalam kurun waktu yang lebih panjang, apakah benar-benar konsisten menghasilkan cuan bagi investor atau tidak.
2. Mengabaikan Profil Risiko dan Horizon Investasi
Kesalahan nomor dua yang sering dilakukan investor saat berinvestasi reksa dana syariah adalah kurang memperhatikan profil risiko dan jangka waktu investasi.
Dalam memilih produk reksa dana syariah, investor sebaiknya mempertimbangkan jangka waktu investasi, kebutuhan dana, serta toleransi terhadap fluktuasi nilai investasi.
- Reksa dana saham syariah (profil agresif). Jenis reksa dana syariah ini lebih cocok untuk tujuan investasi jangka panjang (>5 tahun) seperti dana pensiun dan memiliki sifat fluktuatif terhadap nilai investasi dalam jangka pendek karena mayoritas komposisi asetnya adalah saham syariah dengan tingkat risiko yang tinggi.
- Reksa dana pasar uang syariah (profil konservartif). Cocok untuk tujuan investasi jangka pendek (<1 tahun) seperti biaya liburan dan memiliki nilai investasi yang relatif stabil karena komposisi asetnya adalah deposito dan obligasi bertenor di bawah 1 tahun dengan tingkat risiko rendah.
- Reksa dana pendapatan tetap (profil konseratif- moderat). Jenis reksa dana ini berisikan obligasi bertenor 1-3 tahun dan sangat cocok untuk target finansial seperti biaya pernikahan dan biaya pendidikan anak dengan tingkat risiko rendah-menengah.
3. Terlalu Sering Melakukan Switching
Switching dalam investasi adalah salah satu strategi yang bisa kamu lakukan untuk mengikuti sentimen pasar. Namun, terlalu sering melakukan switching dapat mengganggu strategi investasi jangka panjang.
Oleh karenanya, sebaiknya investor bisa melakukan switching reksa dana ketika tujuan investasi berubah, profil risiko berubah, atau adanya perubahan strategi investasi yang signifikan. Idealnya, switching reksa dana bisa dilakukan investor ketika kondisi pasar bearish dengan memindahkan dana di instrumen agresif ke instrumen lebih rendah risiko ataupun sebaliknya saat kondisi pasar bullish (memindahkan dana instrumen rendah risiko ke instrumen agresif).
4. Tidak Memahami Isi Portofolio
Kamu pasti pernah mendengar adanya istilah membeli kucing dalam karung. Istilah ini sangat identik dengan profil investor yang berinvestasi tapi tidak memahami apa yang mereka investasikan.
Inilah alasan kenapa penting bagi setiap investor untuk memahami isi portofolio reksa dana terlebih dahulu sebelum berinvestasi. Dengan membaca isi portofolio reksa dana di fund fact sheet, investor bisa mengetahui komposisi aset, sektor dominan, tingkat konsentrasi investasi, serta strategi pengelolahan Manajer Investasi (MI) sebelum membeli produk reksa dana yang akan menentukan risiko dan potensi return bagi investor.
5. Tidak Melakukan Evaluasi Portofolio Secara Berkala
Evaluasi portofolio secara berkala bukan berarti investor harus sering melakukan aksi bersih-bersih alias menjual reksa dana. Dalam melakukan evaluasi portofolio secara berkala, investor bisa menyesuaikannya dengan tujuan investasi, perubahan profil risiko, konsistensi strategi investasi, serta perkembangan kondisi ekonomi secara umum. Hal ini bertujuan untuk mengukur kinerja investasi, memastikan potensi imbal hasil dan risiko sepadan, menjaga keseimbangan alokasi aset, dan menyesuaikan strategi investasi berdasarkan sentimen pasar.
Cara Memilih Reksa Dana Syariah yang Lebih Tepat
Untuk menemukan produk reksa dana syariah mana yang lebih tepat bagi investor. Faktor-faktor berikut ini perlu dievaluasi oleh investor agar tidak sampai salah pilih dan membuat hasil investasi kamu menjadi kurang maksimal.
| Faktor yang Dievaluasi | Penjelasan |
| Rekam jejak Manajer Investasi (MI) | Mencari tahu bagaimana rekam jejak Manajer Investasi (MI) adalah hal yang penting untuk mengetahui bagaimana cara mereka mengelola risiko dan menghasilkan keuntungan reksa dana.Investor bisa mengecek informasi Manajer Investasi (MI) terkait konsistensi imbal hasil, legalitas, kapasitas dana kelolaan (AUM), hingga drawndown. |
| Kebijakan investasi | Mengevaluasi kebijakan investasi Manajer Investasi (MI) dapat memberikan gambaran kepada investor terkait dana investasi akan dialokasikan ke instrumen investasi apa saja sesuai dengan dasar hukum dan regulasi yang berlaku (OJK dan DPS). |
| Biaya pengelolaan | Biaya pengelolaan yang tinggi pada suatu reksa dana syariah dapat memangkas keuntungan investasi investor. |
| Tingkat risiko | Memahami tingkat risiko dari suatu produk reksa dana syariah sangat penting bagi investor. Informasi tingkat risiko ini dapat memberikan gambaran terkait potensi keuntungan, fluktuasi nilai, dan kesesuaian produk reksa dana dengan profil investor. |
| Likuiditas | Faktor likuiditas reksa dana juga perlu menjadi pertimbangan investor sebelum berinvestasi. Reksa dana dengan AUM yang besar biasanya punya tingkat likuiditas lebih baik untuk memenuhi permintaan pencairan reksa dana investor. |
| Kesesuaian dengan tujuan investasi | Investor bisa menyesuaikan produk reksa dana syariah dengan tujuan investasi (jangka pendek, menengah, panjang). |
Kapan Sebaiknya Investor Melakukan Rebalancing Portofolio?
Walaupun secara umum rebalancing portofolio biasanya dilakukan berkala setiap 3, 6, atau 12 bulan. Namun, sebaiknya investor melakukan rebalancing portofolio jika porsi alokasi aset sudah tidak sesuai dengan target awal.
Rebalancing portofolio bertujuan untuk menjaga komposisi aset tetap sesuai target awal dan bukan mengejar return jangka pendek. Secara sederhana, rebalancing portofolio adalah strategi investasi untuk membuat portofolio investasi investor tidak terlalu konservatif atau tidak terlalu agresif dan sesuai dengan batasan profil risiko.
Strategi rebalancing portofolio umum dilakukan investor ketika salah satu aset mengalami kenaikan sangat signifikan dan mengubah porsi alokasi aset, serta mengubah tingkat risiko. Namun, umum juga terjadi karena adanya perubahan tujuan keuangan sesuai kebutuhan masing-masing investor.
Kebiasaan Investor yang Membantu Hasil Investasi Lebih Konsisten
Untuk membantu hasil investasi kamu menjadi lebih optimal, kebiasaan-kebiasaan berikut bisa sangat membantu investor di luar sana untuk semakin meningkatkan nilai investasi.
· Berinvestasi secara berkala.
· Tetap disiplin terhadap tujuan investasi.
· Melakukan diversifikasi.
· Mengevaluasi portofolio secara periodik.
· Memahami risiko setiap produk investasi.
· Menghindari keputusan investasi berdasarkan emosi pasar.
Kelola Investasi Reksa Dana Syariah Lebih Optimal Bersama Ajaib
Keberhasilan investasi reksa dana syariah tidak hanya bergantung pada pemilihan produk yang tepat, tetapi juga konsistensi strategi investasi, evaluasi portofolio, dan pengelolaan risiko.
Melalui aplikasi Ajaib, investor bisa dengan mudah membandingkan berbagai pilihan reksa dana syariah, memantau perkembangan investasi, dan berinvestasi dalam satu aplikasi. Kamu bisa memulai investasi reksa dana pertamamu bersama Ajaib dengan mengunduh aplikasi Ajaib sekarang juga dan membangun portofolio jangka panjang secara konsisten.
“Disclaimer: Konten ini bersifat edukasi dan informasi, bukan ajakan untuk membeli atau menjual aset tertentu. Investasi reksa dana memiliki risiko. Pastikan lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan keuangan.”
FAQ
1. Apakah boleh sering mengganti produk reksa dana syariah?
Switching reksa dana syariah diperbolehkan jika tujuan investasi berubah, profil risiko berubah, atau adanya perubahan strategi investasi yang signifikan.
2. Bagaimana cara memilih reksa dana syariah yang sesuai?
Untuk menemukan produk reksa dana syariah paling sesuai dengan profil investor, investor bisa mengevaluasi rekam jejak Manajer Investasi (MI), kebijakan investasi, biaya pengelolaan, tingkat risiko, likuiditas, serta kesesuaian dengan tujuan investasi.
3. Apakah return reksa dana syariah selalu lebih rendah?
Tinggi atau kecilnya return reksa dana syariah sangat bergantung pada jenis reksa dana syariah yang investor pilih (saham, pendapatan tetap, atau pasar uang).
4. Kapan Waktu Terbaik Mengevaluasi Portofolio?
Dalam melakukan evaluasi portofolio secara berkala, investor bisa menyesuaikannya dengan tujuan investasi, perubahan profil risiko, konsistensi strategi investasi, serta perkembangan kondisi ekonomi secara umum.
5. Apakah reksa dana syariah lebih aman dibanding reksa dana konvensional?
Secara tingkat keamanan dana, reksa dana syariah dan konvensional sama-sama aman karena diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bedanya, reksa dana syariah memiliki mekanisme penyaringan (screening) dan pembersihan (cleansing) yang membuat reksa dana syariah itu halal dan bebas dari riba, judi, dan gharar, serta diawasi Dewan Pengawas Syariah (DPS).
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!