Utang Luar Negeri Indonesia Turun pada November 2025
Tika•January 19, 2026

Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia tercatat menurun pada November 2025. Bank Indonesia melaporkan ULN Indonesia mencapai US$423,8 miliar, lebih rendah dibandingkan posisi Oktober 2025 yang sebesar US$424,9 miliar. Secara tahunan, pertumbuhan ULN melambat menjadi 0,2% year-on-year (yoy), dari sebelumnya 0,5% yoy.
Perlambatan pertumbuhan ULN tersebut terutama dipengaruhi oleh kinerja utang sektor publik yang mengalami penurunan, di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.
ULN Pemerintah dan Swasta Sama-sama Menyusut
Posisi ULN pemerintah pada November 2025 tercatat sebesar US$209,8 miliar, turun dari US$210,5 miliar pada bulan sebelumnya. Secara tahunan, pertumbuhan ULN pemerintah melambat menjadi 3,3% yoy, dibandingkan 4,7% yoy pada Oktober 2025. Penurunan ini dipengaruhi oleh pergerakan kepemilikan surat berharga negara (SBN) di pasar keuangan global.
Pemerintah menegaskan pengelolaan ULN tetap dilakukan secara terukur dan akuntabel, dengan pemanfaatan diarahkan untuk mendukung pembiayaan program prioritas serta menjaga keberlanjutan fiskal. Mayoritas ULN pemerintah digunakan untuk sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial, administrasi pemerintahan, pendidikan, konstruksi, serta transportasi dan pergudangan. Hampir seluruh ULN pemerintah didominasi oleh utang jangka panjang.
Sementara itu, ULN swasta juga mencatat penurunan. Pada November 2025, ULN swasta berada di level US$191,2 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan Oktober 2025. Secara tahunan, ULN swasta masih mengalami kontraksi sebesar 1,3% yoy, seiring melemahnya utang perusahaan nonkeuangan. Kontributor terbesar ULN swasta berasal dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan.
Rasio ULN terhadap PDB Turun, Struktur Tetap Sehat
Bank Indonesia menilai struktur ULN Indonesia tetap berada dalam kondisi sehat. Hal ini tercermin dari rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) yang turun menjadi 29,3% pada November 2025, dari 29,4% pada bulan sebelumnya. Selain itu, komposisi ULN masih didominasi oleh utang jangka panjang dengan porsi mencapai 86,1%.
Ke depan, Bank Indonesia dan pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN guna menjaga stabilitas perekonomian. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, dengan tetap meminimalkan berbagai risiko yang ada.

Sumber: https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_280926.aspx
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!