Saham HSC Keluar dari IHSG Mulai 2 November, DSSA & BREN Masih Diakumulasi Broker Asing
Stephanie Irena•October 30, 2026

Key Takeaways:
- Saham berstatus High Shareholding Concentration (HSC) resmi dikeluarkan dari perhitungan IHSG mulai 2 November 2026.
- Kebijakan baru ini berdampak langsung pada saham-saham berbobot besar seperti DCII, BYAN, BREN, DSSA, dan MORA.
- Meskipun saham HSC ditendang dari indeks, aliran modal broker asing ternyata masih terus memborong saham DSSA dan BREN.
Kebijakan Baru Saham HSC Keluar dari IHSG
Mulai 2 November 2026, saham berstatus High Shareholding Concentration (HSC) tidak lagi dimasukkan ke dalam perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kebijakan ini menyasar sejumlah emiten berbobot jumbo, seperti DCII dengan bobot 3,55%, BYAN 3,20%, BREN 1,59%, DSSA 1,34%, hingga MORA 1,05% per data closing 21 Oktober 2026.
Oleh karena itu, pergerakan harga kelima saham raksasa tersebut ke depannya tidak akan lagi memengaruhi naik turunnya IHSG secara langsung. Langkah penyesuaian ini diharapkan dapat mencerminkan kondisi pergerakan pasar modal domestik yang jauh lebih riil.
Rincian bobot masing-masing emiten HSC yang resmi dikeluarkan dari perhitungan indeks dapat Kamu cermati pada tabel di bawah ini:
Bagi Kamu yang ingin memantau pergerakan dana investor besar pada saham ini, Kamu bisa mengamati peta akumulasi atau distribusi sahamnya secara presisi melalui fitur Broker Flow di Ajaib Terminal. Nikmati Broker Fee Rp 0 dengan Transaksi di Ajaib Terminal.
Asing Tetap Gencar Akumulasi Saham DSSA dan BREN
Menariknya, meskipun akan segera keluar dari perhitungan indeks, broker asing terpantau masih sangat rajin mengoleksi saham DSSA dan BREN. Berdasarkan data broker summary periode 22 hingga 29 Oktober 2026, transaksi beli bersih (net buy) oleh investor luar negeri masih tergolong cukup masif.
Secara terperinci, broker BK mencatatkan net buy pada saham DSSA sebesar Rp18,0 miliar dengan harga rata-rata 704, diikuti AI sebesar Rp11,7 miliar (rata-rata 717), serta DP senilai Rp6,5 miliar (rata-rata 650). Sementara itu pada saham BREN, broker BK membukukan net buy Rp1,3 miliar di harga rata-rata 2.200, HP sebesar Rp1,1 miliar (rata-rata 2.332), dan DP sebesar Rp542,5 juta (rata-rata 650).
Akumulasi Broker Asing di Saham DSSA:
| Ticker | B.Val | B.Avg |
| BK | Rp18,0 miliar | 704 |
| AI | Rp11,7 miliar | 717 |
| DP | Rp6,5 miliar | 650 |
Akumulasi Broker Asing di Saham BREN:
| Ticker | B.Val | B.Avg |
| BK | Rp1,3 miliar | 2.200 |
| HP | Rp1,1 miliar | 2.332 |
| DP | Rp542,5 juta | 650 |
Pantau Pergerakan Saham dan Mulai Trading Saham Potensial di Ajaib
Keputusan investor asing yang tetap aktif mengumpulkan saham-saham HSC menunjukkan bahwa fundamental emiten sering kali tetap menarik di luar keanggotaan indeks. Oleh sebab itu, perubahan status indeks sebaiknya disikapi dengan kecermatan dalam melihat arus modal serta prospek jangka panjang perusahaan.
Apalagi di tengah dinamika bursa yang terus berubah, evaluasi portofolio secara berkala menjadi kunci utama untuk menjaga konsistensi hasil investasi Kamu. Nikmati kemudahan bertransaksi, grafik real-time, serta analisis pasar modern hanya dengan download aplikasi Ajaib dan Ajaib Terminal.
Sumber: Ajaib Research
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Profil Penulis
Writer
Stephanie Irena adalah SEO Writer di Ajaib yang berfokus menyajikan konten pasar modal dan investasi secara sederhana. Menggabungkan riset kata kunci dan pendekatan yang mudah dipahami, ia hadir membantu masyarakat umum mengenali dunia finansial dengan lebih percaya diri.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!