Berita

Astra (ASII) Raup Laba Rp21,6 Triliun hingga Kuartal III-2026

Maulida•October 29, 2026

Saham Astra (ASII)

Key Takeaways:

  • PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan laba bersih Rp21,60 triliun sepanjang Januari–September 2026, turun 11,73% secara tahunan (YoY) dari Rp24,47 triliun.
  • Pendapatan bersih ASII relatif stabil di Rp243,87 triliun, sementara laba bersih di luar pos nonberulang mencapai Rp24,57 triliun.
  • Bisnis otomotif dan jasa keuangan menjadi penopang kinerja dengan pertumbuhan laba masing-masing 8% dan 6%, sedangkan segmen solusi pertambangan dan alat berat masih menghadapi tekanan.

PT Astra International Tbk (ASII) membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp21,60 triliun hingga kuartal III-2026. Perolehan tersebut turun 11,73% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp24,47 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada Rabu (28/10/2026), pendapatan bersih perseroan mencapai Rp243,87 triliun, tumbuh tipis sekitar 0,11% YoY dari Rp243,61 triliun.

Meski laba ASII mengalami penurunan, kinerja operasional Astra menunjukkan ketahanan. Laba bersih tanpa memperhitungkan pos nonberulang (non-recurring items) tercatat sebesar Rp24,57 triliun, hanya turun sekitar 1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Perbedaan antara laba bersih yang dilaporkan dan laba di luar pos nonberulang terutama berasal dari penurunan nilai aset (impairment) serta penyesuaian nilai wajar investasi ekuitas yang mencapai Rp2,96 triliun.

Kinerja Keuangan ASII hingga September 2026

Secara keseluruhan, pendapatan Astra masih relatif stabil sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Namun, sejumlah beban operasional dan pos nonberulang memberikan tekanan terhadap profitabilitas perusahaan.

Berikut ringkasan kinerja keuangan ASII:

Indikator9M 20269M 2025
Pendapatan bersihRp243,87 triliunRp243,61 triliun
Laba bersih di luar pos nonberulangRp24,57 triliunRp24,72 triliun
Pos nonberulang-Rp2,96 triliun-Rp0,24 triliun
Laba bersihRp21,60 triliunRp24,47 triliun
Laba per saham (EPS)Rp541Rp605

Dari sisi neraca, ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 4% menjadi Rp238,10 triliun per 30 September 2026. Nilai aset bersih per saham juga naik 5% menjadi Rp5.999.

Kinerja tersebut menunjukkan bahwa meskipun laba bersih yang dilaporkan menurun, kondisi keuangan Astra tetap ditopang oleh portofolio bisnis yang terdiversifikasi.

Bagi investor yang mencermati kinerja keuangan Astra, perkembangan laba ASII dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan strategi investasi. Kamu bisa memantau pergerakan saham ASII di Ajaib sekaligus memanfaatkan peluang trading melalui Ajaib Terminal. Menariknya, kamu juga bisa menikmati promo broker fee Rp0 dengan transaksi di Ajaib Terminal sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Bisnis Otomotif dan Jasa Keuangan Jadi Penopang Laba ASII

Di tengah tekanan pada laba konsolidasian, dua lini bisnis utama Astra masih mencatatkan pertumbuhan positif.

Segmen otomotif membukukan laba bersih sebesar Rp9,79 triliun, meningkat 8% dibandingkan Rp9,03 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung peningkatan volume penjualan kendaraan dan kontribusi bisnis komponen.

Sepanjang Januari–September 2026, penjualan mobil nasional meningkat 21% menjadi sekitar 679 ribu unit. Sementara itu, penjualan mobil Astra tumbuh 13%, dengan pangsa pasar mencapai 49%.

Bisnis jasa keuangan juga menunjukkan kinerja positif. Laba bersih segmen ini naik 6% menjadi Rp7,15 triliun, didukung pertumbuhan pembiayaan kendaraan dan kontribusi bisnis asuransi.

Di sisi lain, segmen solusi pertambangan dan alat berat masih menghadapi tantangan. Laba bersih sebelum pos nonberulang turun 28% menjadi Rp5,07 triliun, dipengaruhi penurunan penjualan emas serta melemahnya permintaan alat berat dan jasa pertambangan akibat pembatasan kuota produksi batu bara nasional.

Meski demikian, Astra mencatat adanya perbaikan kinerja segmen tersebut pada kuartal III-2026, seiring peningkatan volume kontrak pertambangan dan kembali beroperasinya tambang emas Martabe.

Aksi Korporasi Astra dan Entitas Grup Jadi Sorotan

Selain perkembangan laba ASII, sejumlah aksi korporasi dalam Grup Astra turut menjadi perhatian pelaku pasar.

Astra masih menjalankan program pembelian kembali saham (share buyback) senilai Rp8 triliun. Sementara itu, dua entitas grupnya juga mengumumkan program serupa pada Oktober 2026.

PT United Tractors Tbk (UNTR) mengumumkan program pembelian kembali saham hingga Rp2 triliun, sedangkan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menyiapkan dana hingga Rp400 miliar. Kedua program tersebut dijadwalkan berlangsung pada Oktober–Desember 2026.

Astra juga melaksanakan penawaran tender sukarela (voluntary tender offer) atas maksimal 4,95% saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) dengan harga Rp3.600 per saham.

Aksi korporasi ini dapat menjadi salah satu faktor yang dicermati investor dalam menilai strategi alokasi modal Grup Astra. Namun, dampaknya terhadap harga saham tetap bergantung pada kondisi pasar dan respons investor.

Prospek Saham ASII Setelah Rilis Laporan Keuangan

Kinerja hingga September 2026 memberikan gambaran yang beragam bagi investor yang memantau saham ASII.

Di satu sisi, pertumbuhan segmen otomotif dan jasa keuangan serta stabilnya laba di luar pos nonberulang menunjukkan ketahanan bisnis Astra. Di sisi lain, penurunan kontribusi segmen pertambangan dan alat berat masih menjadi tantangan yang perlu diperhatikan.

Presiden Direktur Astra, Rudy, menyampaikan bahwa perbaikan kinerja pada kuartal III-2026 didukung peningkatan volume kontrak pertambangan, kembali berproduksinya tambang emas Martabe, serta pertumbuhan bisnis otomotif. Faktor-faktor tersebut diharapkan tetap mendukung kinerja grup pada kuartal IV-2026.

Ke depan, investor dapat mencermati perkembangan permintaan kendaraan, pemulihan aktivitas pertambangan, efektivitas aksi korporasi, serta tren laba ASII untuk menilai potensi pergerakan sahamnya.

Selain memperhatikan fundamental perusahaan, analisis valuasi, volume perdagangan, dan tren harga juga penting dilakukan sebelum mengambil keputusan investasi.

Mulai Trading Saham di Ajaib

Pantau pergerakan saham dan mulai trading saham potensial di Ajaib. Manfaatkan Ajaib Terminal untuk mengamati grafik harga, aktivitas transaksi, dan berbagai indikator teknikal agar keputusan trading lebih terukur.

Google Play StoreApple App Store

Sumber: CNBC Indonesia

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini berdasarkan riset internal dan tidak dipengaruhi pihak mana pun. Informasi ini bukan merupakan ajakan atau paksaan untuk membeli atau menjual Efek tertentu. Harga saham dapat berubah secara real-time; berinvestasilah sesuai analisis dan keputusan pribadi.

Profil Penulis

Maulida
Maulida

Writer

-

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!