Saham Big Banks Bertahan Jadi Penopang di Tengah Tekanan IHSG
Gloria•February 2, 2026

Saham big banks terpantau mampu menahan tekanan di tengah kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (2/2/2026). IHSG sesi pertama ditutup anjlok 5,31% ke level 7.887, dengan kapitalisasi pasar susut menjadi Rp14.205 triliun. Di tengah derasnya aksi jual, saham-saham perbankan raksasa justru bergerak relatif lebih stabil dibandingkan saham konglomerat lain yang banyak menyentuh auto rejection bawah (ARB).
Pergerakan Saham Big Banks di Tengah Gejolak Pasar
Pada penutupan sesi I, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berhasil ditutup menguat 0,68% ke level Rp7.450 per saham, meskipun sempat tertekan hingga turun 1% di awal perdagangan. Data orderbook menunjukkan antrean beli BBCA mencapai 346,17 ribu lot, relatif seimbang dengan antrean jual 384,89 ribu lot. Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) stagnan di Rp3.810, setelah sebelumnya sempat bergerak fluktuatif dari Rp3.880 hingga turun ke Rp3.750.
Tekanan juga terlihat pada saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang terkoreksi 0,45% ke Rp4.470, serta PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang melemah 0,83% ke Rp4.780. Meski masih berada di zona merah, penurunan saham-saham perbankan jumbo tersebut relatif lebih terbatas dibandingkan tekanan yang dialami sektor lain, mencerminkan persepsi pasar terhadap fundamental big banks yang dinilai lebih solid.
Pelemahan IHSG pada sesi pertama turut dikaitkan dengan belum terisinya kursi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) pasca pengunduran diri Iman Rachman pada Jumat (30/1). BEI menyatakan proses pengambilan keputusan dan operasional tetap berjalan normal meskipun penunjukan pimpinan baru belum diumumkan. Hingga sesi siang, total volume transaksi mencapai 35,35 miliar saham dengan nilai transaksi Rp18,94 triliun, di mana sebanyak 715 saham ditutup melemah.
Manfaatkan Peluang Bersama Ajaib
Di tengah volatilitas pasar dan tekanan indeks, saham big banks kerap menjadi penopang utama IHSG. Melalui Ajaib, investor dapat memulai investasi saham secara praktis dan aman, sekaligus mencermati peluang jangka menengah pada saham perbankan berfundamental kuat.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini berdasarkan riset internal dan tidak dipengaruhi pihak mana pun. Informasi ini bukan merupakan ajakan atau paksaan untuk membeli atau menjual Efek tertentu. Harga saham dapat berubah secara real-time; berinvestasilah sesuai analisis dan keputusan pribadi.
Sumber: https://katadata.co.id/finansial/bursa/698040ffaf8c0/saham-bank-jumbo-bbca-bbri-hingga-bmri-melawan-ihsg-saat-kursi-bos-bei-kosong
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!