IHSG Melonjak 3,22% ke Level 5.931, Saham Perbankan dan Konglomerasi Pimpin Reli
Salsabilla•June 10, 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatannya pada perdagangan Rabu, 10 Juni 2026, setelah sehari sebelumnya berhasil bangkit dari tekanan jual yang membayangi pasar dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan data perdagangan sekitar pukul 09.54 WIB, IHSG naik 3,22% atau bertambah 184,82 poin ke posisi 5.931,47.
Penguatan tersebut didukung oleh mayoritas saham yang bergerak di zona hijau. Sebanyak 554 saham tercatat naik, 142 saham turun, dan 112 saham bergerak stagnan. Aktivitas perdagangan juga terpantau ramai dengan volume mencapai 14,58 miliar saham, nilai transaksi Rp10,19 triliun, serta frekuensi perdagangan menembus 1,01 juta kali.
Kinerja IHSG Ditopang Saham Perbankan dan Konglomerasi
Penguatan IHSG kali ini didorong oleh aksi bargain hunting sekaligus membaiknya sentimen pasar terhadap sejumlah kebijakan dan pertemuan yang melibatkan para pemangku kepentingan. Hampir seluruh sektor perdagangan bergerak positif, dengan hanya sektor kesehatan yang mengalami pelemahan.
Berikut sektor dengan penguatan terbesar pada perdagangan hari ini:
| Sektor | Kenaikan |
|---|---|
| Infrastruktur | 4,22% |
| Energi | 3,90% |
| Finansial | 3,21% |
Emiten perbankan, saham blue chip berkapitalisasi besar, hingga kelompok saham konglomerasi menjadi motor utama kenaikan indeks. Saham yang paling aktif diperdagangkan antara lain BBCA, TPIA, BBRI, BMRI, dan BRPT. Bank Central Asia (BBCA) menjadi kontributor terbesar terhadap kenaikan IHSG dengan sumbangan sekitar 30,54 poin indeks. Sementara itu, DCI Indonesia (DCII) turut memberikan kontribusi signifikan sebesar 16,36 poin terhadap penguatan indeks.
Buyback Bank BUMN Jadi Sentimen Positif bagi Pasar
Selain BBCA dan DCII, saham-saham Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) juga menjadi penggerak utama reli pasar. Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) secara kumulatif menyumbang sekitar 31 poin terhadap kenaikan IHSG. Sentimen positif tersebut muncul setelah mencuatnya opsi pembelian kembali saham atau buyback oleh bank-bank BUMN. Wacana ini menjadi perhatian pasar karena dinilai dapat memberikan dukungan terhadap harga saham yang sebelumnya mengalami tekanan akibat sentimen global.
Beberapa emiten konglomerasi yang turut menopang pergerakan IHSG antara lain:
Kombinasi penguatan saham perbankan dan emiten konglomerasi tersebut membuat IHSG mampu bergerak berlawanan arah dengan mayoritas bursa Asia yang justru mengalami pelemahan pada perdagangan hari ini.
Geopolitik Global dan Harga BBM Masih Menjadi Perhatian Pasar
Meski IHSG menunjukkan penguatan yang solid, pasar masih dihadapkan pada sejumlah risiko eksternal. Bursa Asia dibuka melemah setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyusul serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran. Indeks Kospi Korea Selatan memimpin pelemahan dengan penurunan lebih dari 2%, sementara Nikkei 225 Jepang turun 0,71% dan indeks S&P/ASX 200 Australia bergerak sedikit lebih rendah. Di Amerika Serikat, kontrak berjangka saham utama juga berada di zona merah, mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar terhadap perkembangan geopolitik terbaru.
Peningkatan tensi geopolitik turut mendorong kenaikan harga minyak dunia. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat naik sekitar 1% ke kisaran US$89 per barel. Di dalam negeri, PT Pertamina resmi menaikkan harga BBM non-subsidi, termasuk Pertamax yang kini dibanderol Rp16.250 per liter untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya mulai 10 Juni 2026. Selain itu, pasar juga mencermati hasil pertemuan antara pimpinan DPR RI, perwakilan Danantara, Kementerian Sekretariat Negara, serta jajaran direksi bank Himbara yang membahas dinamika pasar saham dan peluang pelaksanaan buyback saham oleh perbankan BUMN. Langkah tersebut dinilai sebagai salah satu upaya menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan sentimen global.
Mulai Investasi Saham Lebih Mudah di Ajaib
Momentum penguatan IHSG dan pergerakan saham-saham unggulan dapat menjadi informasi penting bagi kamu yang aktif mengikuti perkembangan pasar modal. Dengan memahami sentimen yang memengaruhi pergerakan indeks, kamu dapat mengambil keputusan investasi dengan lebih terukur. Untuk memulai investasi saham, kamu bisa memanfaatkan aplikasi Ajaib yang menyediakan akses ke berbagai saham di Bursa Efek Indonesia, data pasar, serta fitur pendukung investasi yang mudah digunakan. Download Ajaib sekarang!
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko. Pastikan Anda melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.
Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260610095337-17-741601/breaking-news-ihsg-lompat-lagi-322-ini-dia-pendorongnya
Artikel Terkait




Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!
