EMMI Bidik Dana Hingga Rp270 Miliar dari IPO, Ini Rencana Penggunaannya
Salsabilla•June 24, 2026

Key Takeaways
- Sebagian besar dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat modal kerja guna mendukung proyek alat kesehatan bernilai ratusan miliar rupiah.
- EMMI mengalokasikan dana untuk mengurangi beban pinjaman sekaligus mempercepat pembangunan pabrik baru di Cikupa.
- Di tengah lonjakan kinerja keuangan dan backlog proyek besar, investor juga perlu mencermati ketergantungan pendapatan pada proyek pemerintah.
IPO EMMI Berpotensi Himpun Dana Hingga Rp269,3 Miliar
PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia melalui IPO EMMI dengan menawarkan sebanyak 522,9 juta saham baru atau setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.
Pada masa penawaran, perseroan menawarkan saham di kisaran harga Rp446 hingga Rp515 per saham. Dengan rentang harga tersebut, emiten sektor kesehatan ini berpotensi menghimpun dana segar hingga sekitar Rp269,3 miliar.
EMMI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi dan manufaktur alat kesehatan. Perseroan telah beroperasi lebih dari dua dekade dan saat ini melayani lebih dari 200 rumah sakit serta institusi kesehatan di Indonesia melalui jaringan distribusi dan fasilitas manufakturnya.
Sebagian Dana IPO untuk Mengurangi Pinjaman Bank
Berdasarkan prospektus, EMMI mengalokasikan Rp50 miliar dari dana hasil penawaran umum untuk membayar sebagian pokok pinjaman yang dimiliki perseroan kepada PT Bank Ina Perdana Tbk.
Dana tersebut akan digunakan untuk mengurangi saldo dua fasilitas kredit yang saat ini masih berjalan, yaitu:
- Fasilitas Kredit Modal Kerja (Demand Loan)
- Fasilitas Kredit Investasi
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan perusahaan sekaligus memberikan ruang yang lebih besar bagi perseroan untuk mengembangkan bisnis di masa mendatang. Melalui pelunasan sebagian pinjaman, EMMI juga berpotensi menekan beban bunga dan meningkatkan fleksibilitas keuangan untuk mendukung pertumbuhan usaha.
Dana IPO Dialokasikan untuk Pembangunan Pabrik Cikupa
Selain memperkuat kondisi keuangan, sekitar 11,8% dana hasil IPO akan digunakan untuk kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex).
Dana tersebut akan difokuskan untuk pembangunan gedung pabrik baru yang berlokasi di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten.
Pabrik baru ini dirancang untuk mendukung produksi produk-produk baru yang membutuhkan fasilitas clean room dengan standar khusus sesuai kebutuhan masing-masing jenis alat kesehatan.
Beberapa poin penting terkait proyek ini antara lain:
- Estimasi kebutuhan investasi mencapai sekitar Rp30,25 miliar.
- Pembangunan ditargetkan dimulai pada kuartal IV 2026.
- Operasional produksi direncanakan mulai berjalan pada kuartal IV 2027.
Kehadiran fasilitas baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat posisi EMMI di industri alat kesehatan nasional.
Mayoritas Dana IPO untuk Modal Kerja
Porsi terbesar penggunaan dana IPO EMMI akan dialokasikan untuk modal kerja, yakni sekitar 68,7% dari total dana yang diperoleh.
Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional dan pengadaan berbagai proyek alat kesehatan yang tengah dijalankan perseroan.
Secara garis besar, dana modal kerja akan digunakan untuk:
- Pengadaan barang terkait proyek soft loan sektor kesehatan.
- Pembelian persediaan instrumen bedah.
- Pengadaan electrosurgical unit.
- Pengadaan lampu operasi.
- Pembelian sistem minimally invasive surgery.
- Pengadaan benang bedah.
- Pengadaan produk electro cauter untuk proyek kesehatan berskala besar.
Total kebutuhan pengadaan persediaan yang direncanakan mencapai sekitar Rp165 miliar, yang akan mendukung pelaksanaan berbagai proyek alat kesehatan di Indonesia.
Kantongi Proyek Alat Kesehatan Rp780 Miliar
Salah satu daya tarik utama EMMI adalah keberhasilannya memperoleh sejumlah proyek besar dari lembaga internasional.
Pada 2024, perseroan memenangkan tender dari Islamic Development Bank (IsDB) dengan nilai sekitar Rp631,4 miliar. Kemudian pada 2025, EMMI kembali memperoleh proyek melalui program Strengthening of Primary Healthcare in Indonesia (SOPHI) yang didukung World Bank dengan nilai sekitar Rp149,1 miliar.
Dengan demikian, total nilai proyek yang berhasil diperoleh perseroan mencapai sekitar Rp780 miliar.
Proyek tersebut mencakup pengadaan berbagai alat kesehatan untuk rumah sakit dan fasilitas kesehatan, mulai dari peralatan bedah listrik hingga perlengkapan ruang operasi dan ICU.
Kinerja Keuangan Tumbuh Signifikan
Keberhasilan memperoleh berbagai proyek besar turut tercermin pada kinerja keuangan perseroan.
Pada tahun buku 2025, EMMI membukukan:
| Kinerja FY2025 | Nilai |
|---|---|
| Pendapatan | Rp454,6 miliar |
| Pertumbuhan Pendapatan | 18% YoY |
| Laba Bersih | Rp34,1 miliar |
| Pertumbuhan Laba Bersih | 210% YoY |
Lonjakan laba yang jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan menunjukkan adanya peningkatan efisiensi operasional serta kontribusi proyek dengan margin yang lebih baik.
Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan bahwa sekitar 98,48% pendapatan perseroan masih berasal dari segmen pemerintah, sehingga keberlanjutan pertumbuhan sangat dipengaruhi oleh realisasi proyek pengadaan alat kesehatan dan kebijakan anggaran kesehatan nasional.
Jadwal dan Ringkasan IPO EMMI
Berikut ringkasan penawaran umum perdana saham EMMI:
| Keterangan | Detail |
|---|---|
| Kode Saham | EMMI |
| Sektor | Healthcare |
| Saham Ditawarkan | 522,9 juta saham |
| Free Float | 30% |
| Harga IPO | Rp446 – Rp515 |
| Dana IPO Maksimum | Rp269,3 miliar |
| Kebijakan Dividen | Maksimal 30% laba bersih mulai FY2027 |
| Listing Perdana | 8 Juli 2026 |
Dalam IPO ini, Perseroan menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT INA Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Prospek IPO EMMI
EMMI memiliki sejumlah katalis pertumbuhan yang menarik, mulai dari dukungan anggaran kesehatan pemerintah sebesar Rp244 triliun pada APBN 2026, jaringan distribusi yang luas, hingga rekam jejak memperoleh proyek berskala besar dari lembaga internasional.
Ekspansi fasilitas manufaktur melalui pembangunan pabrik baru di Cikupa juga berpotensi meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperbesar kontribusi produk alat kesehatan dalam negeri.
Di sisi lain, investor perlu mencermati tingginya ketergantungan perseroan terhadap proyek pemerintah yang masih mendominasi sumber pendapatan.
Dengan kombinasi pertumbuhan laba yang kuat, backlog proyek bernilai besar, serta strategi ekspansi yang sedang dijalankan, EMMI menjadi salah satu emiten sektor kesehatan yang layak masuk dalam daftar pantauan investor menjelang pencatatan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
Pesan Saham IPO Terbaru di Ajaib
Tertarik mengikuti penawaran saham EMMI? Kamu bisa pesan saham IPO EMMI secara online melalui aplikasi Ajaib dengan proses yang praktis dan tanpa biaya pemesanan. Pastikan dana investasi telah tersedia sebelum masa penawaran berakhir agar tidak melewatkan peluang berinvestasi di emiten sektor healthcare yang sedang berkembang ini. Mulai perjalanan investasimu bersama Ajaib dan jangan lewatkan berbagai peluang IPO menarik yang hadir di pasar modal Indonesia.
Artikel Terkait




Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!
