Harga Minyak Dunia Turun ke Level Terendah Pascakonflik AS-Iran, Arus Kapal di Selat Hormuz Kembali Normal
Salsabilla•June 25, 2026

Key Takeaways
- Harga minyak dunia turun ke level terendah sejak pecahnya konflik AS-Iran seiring pulihnya aktivitas pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
- Pasar mulai mengalihkan fokus dari risiko geopolitik menuju potensi surplus pasokan akibat kenaikan produksi OPEC dan tambahan pasokan dari Venezuela.
- Meski stok minyak mentah AS terus menurun, sentimen bearish tetap mendominasi karena ancaman gangguan suplai dinilai semakin mereda.
Harga Minyak Dunia Turun Seiring Pulihnya Jalur Distribusi Energi Global
Harga minyak dunia turun ke level terendah sejak pecahnya konflik AS-Iran setelah aktivitas pengiriman minyak melalui Selat Hormuz mulai kembali normal. Pemulihan lalu lintas kapal tanker di jalur strategis tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global yang sempat memicu lonjakan harga minyak dalam beberapa pekan terakhir.
Data terbaru menunjukkan puluhan kapal tanker kembali melintasi Selat Hormuz, termasuk sejumlah kapal yang sebelumnya tertahan saat ketegangan geopolitik meningkat. Beberapa tanker tersebut diketahui membawa jutaan barel minyak menuju pasar Asia. Pemerintah Amerika Serikat juga menyebut arus ekspor minyak dari kawasan Teluk Persia telah mendekati level normal sebelum konflik terjadi, sehingga menurunkan premi risiko yang sebelumnya melekat pada harga minyak.
Faktor yang Menekan Harga Minyak Saat Ini
| Faktor | Dampak terhadap Harga Minyak |
|---|---|
| Pemulihan lalu lintas Selat Hormuz | Mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan global |
| Kenaikan produksi OPEC | Menambah potensi pasokan minyak ke pasar |
| Kembalinya pasokan Venezuela | Memperbesar ekspektasi surplus pasokan |
| Arus ekspor minyak yang kembali normal | Menurunkan premi risiko geopolitik |
| Berkurangnya ancaman konflik langsung | Mengurangi sentimen panic buying di pasar energi |
Pelaku pasar kini mulai mengalihkan perhatian dari risiko geopolitik jangka pendek menuju keseimbangan fundamental pasar energi dalam beberapa bulan mendatang. Fokus utama bergeser pada potensi kelebihan pasokan yang dinilai dapat menekan harga minyak lebih lanjut apabila permintaan global tidak meningkat secara signifikan.
Selain itu, produksi minyak dari negara-negara anggota OPEC terus mengalami peningkatan. Di saat yang sama, Venezuela secara bertahap kembali memasok pasar global setelah sebelumnya menghadapi berbagai kendala produksi dan distribusi. Kombinasi kedua faktor tersebut memperkuat ekspektasi pasar terhadap kondisi oversupply yang berpotensi terjadi dalam jangka menengah.
Stok Minyak AS Turun, Namun Sentimen Bearish Tetap Mendominasi
Meski harga minyak terkoreksi, data persediaan minyak mentah Amerika Serikat sebenarnya masih menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Stok minyak komersial AS tercatat turun sekitar 6,1 juta barel dan menjadi penurunan selama sembilan pekan berturut-turut. Kondisi ini biasanya menjadi faktor pendukung harga karena mencerminkan pasokan yang lebih ketat di pasar domestik.
Namun, pasar tampaknya lebih menaruh perhatian pada membaiknya kondisi distribusi energi global dibandingkan penurunan stok tersebut. Selain itu, persediaan produk energi seperti bensin dan distilat justru mengalami kenaikan sehingga turut mengurangi kekhawatiran terhadap ketatnya pasokan bahan bakar dalam waktu dekat.
Beberapa faktor yang membuat sentimen bearish masih dominan antara lain:
- Jalur distribusi minyak utama dunia tetap terbuka dan beroperasi normal.
- Risiko gangguan pasokan akibat konflik AS-Iran mulai berkurang.
- Produksi minyak global diperkirakan meningkat dalam beberapa bulan ke depan.
- Potensi surplus pasokan menjadi perhatian utama pelaku pasar.
Pergerakan harga minyak saat ini menunjukkan bagaimana pasar energi dapat bergerak cepat dari fase “panic premium” menuju ekspektasi oversupply. Hal tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa reli harga minyak yang terjadi akibat konflik geopolitik kemungkinan hanya bersifat sementara selama jalur distribusi utama dunia tetap berjalan tanpa hambatan berarti.
Investasi Saham AS di Tengah Dinamika Harga Energi Global
Pergerakan harga minyak sering menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kinerja berbagai sektor di pasar, mulai dari energi, transportasi, industri hingga sektor konsumsi. Karena itu, memahami perubahan sentimen di pasar komoditas dapat membantu kamu melihat peluang maupun risiko yang berpotensi memengaruhi kinerja emiten-emiten global. Melalui fitur investasi saham di Ajaib, kamu dapat mengakses berbagai perusahaan global yang terdaftar di bursa dan memantau perkembangan pasar secara lebih praktis. Download aplikasi Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Sumber: Seeking Alpha, Ajaib Research
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!