IHSG Naik Lebih dari 1%, Rupiah Kembali Melemah ke Rp17.938 per Dolar AS
Salsabilla•June 25, 2026

Key Takeaways
- IHSG menguat lebih dari 1% pada perdagangan Kamis (25/6/2026) didorong sentimen positif dari keputusan MSCI yang mempertahankan Indonesia sebagai Emerging Market.
- Rupiah masih tertekan dan dibuka melemah ke Rp17.950 per dolar AS di tengah kuatnya posisi dolar AS global.
- Pelaku pasar kini menantikan data inflasi PCE dan klaim pengangguran AS yang dapat memengaruhi arah suku bunga The Fed serta pergerakan pasar keuangan global.
IHSG Menguat, Rupiah Masih Berada dalam Tekanan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Kamis, 25 Juni 2026 di zona hijau dan melanjutkan penguatan setelah pasar merespons positif berbagai sentimen global maupun domestik. Meredanya kekhawatiran geopolitik serta meningkatnya optimisme terhadap prospek ekonomi menjadi katalis yang mendorong minat beli di pasar saham Indonesia.
Hingga pukul 09.18 WIB, IHSG berada di level 5.949,22, naik 65,34 poin atau 1,11% dibandingkan penutupan sebelumnya di level 5.883,88. Meski sempat turun ke level 5.864 pada awal sesi, indeks berhasil berbalik menguat seiring dominasi saham-saham yang bergerak naik. Aktivitas transaksi juga menunjukkan peningkatan dengan nilai perdagangan mencapai Rp1,88 triliun.
Sentimen MSCI Jadi Pendorong Utama Penguatan IHSG
Salah satu sentimen yang menopang pergerakan pasar adalah keputusan MSCI yang tetap mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market. Keputusan tersebut meredakan kekhawatiran pelaku pasar terkait potensi keluarnya dana asing dalam jumlah besar apabila Indonesia diturunkan menjadi Frontier Market.
Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai keputusan tersebut mencerminkan kepercayaan investor global terhadap pasar keuangan Indonesia. Namun demikian, MSCI masih memberikan sejumlah catatan yang akan dievaluasi kembali pada November 2026, terutama terkait transparansi kepemilikan saham, dugaan perdagangan terkoordinasi, dan efektivitas reformasi pasar modal.
Kinerja IHSG Pagi Ini
| Indikator | Data |
|---|---|
| Level IHSG | 5.949,22 |
| Perubahan | +65,34 poin |
| Persentase Kenaikan | +1,11% |
| Nilai Transaksi | Rp1,88 triliun |
| Volume Perdagangan | 3,15 miliar saham |
| Frekuensi Transaksi | 235 ribu kali |
| Saham Naik | 403 |
| Saham Turun | 167 |
| Saham Stagnan | 389 |
Data lain menunjukkan pada sejam perdagangan pertama, IHSG bergerak di rentang 5.864–5.981 dengan nilai transaksi mencapai Rp3,76 triliun. Kinerja tersebut juga didukung oleh penguatan mayoritas bursa Asia, termasuk indeks Nikkei Jepang yang melonjak hampir 4%.
Rupiah Melemah ke Rp17.938 per Dolar AS
Berbeda dengan pasar saham yang bergerak positif, rupiah masih menghadapi tekanan terhadap dolar AS. Pelemahan ini memperpanjang tren negatif rupiah yang telah berlangsung selama empat hari perdagangan berturut-turut. Tekanan terutama datang dari kuatnya permintaan terhadap aset berdenominasi dolar AS yang membuat indeks dolar (DXY) bertahan di level tinggi meskipun sempat mengalami koreksi tipis.
Faktor yang Menekan Rupiah
- Indeks dolar AS (DXY) masih tinggi, meski turun tipis ke level 101,558.
- Kondisi ini mencerminkan permintaan global terhadap dolar AS yang masih kuat.
- Ekspektasi suku bunga tinggi di AS masih bertahan.
- Pasar menunggu data inflasi PCE dan kondisi pasar tenaga kerja AS untuk membaca arah kebijakan The Fed.
- Arus modal ke negara berkembang berpotensi tertekan.
- Penguatan dolar AS biasanya membuat aset berisiko, termasuk pasar saham dan mata uang emerging market, menjadi kurang menarik.
Di tengah kondisi tersebut, Bank Indonesia terus melakukan berbagai langkah stabilisasi nilai tukar. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menegaskan bahwa menjaga stabilitas rupiah merupakan tanggung jawab bersama dan mengajak masyarakat untuk mengutamakan penggunaan rupiah dalam transaksi domestik.
Saham Top Gainers dan Top Losers Saat IHSG Menguat
Penguatan IHSG turut didorong oleh lonjakan sejumlah saham yang masuk dalam daftar top gainers. Beberapa saham bahkan menyentuh batas auto rejection atas (ARA) pada perdagangan pagi.
Top Gainers
Saham PT Mega Perintis Tbk (ZONE) menjadi pemimpin penguatan setelah melonjak hingga 24,75% ke level Rp630. Sementara itu, saham KONI, RBMS, ELPI, dan RGAS juga mencatat kenaikan dua digit dan masuk dalam jajaran saham dengan performa terbaik pada sesi pagi.
Di sisi lain, saham PT Pratama Widya Tbk (PTPW) menjadi top loser setelah turun 14,9% hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB). Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa volatilitas di sejumlah saham masih cukup tinggi meskipun indeks secara keseluruhan bergerak menguat.
Data Ekonomi AS Jadi Penentu Arah Pasar Berikutnya
Setelah sentimen MSCI mulai direspons pasar, perhatian investor kini beralih ke sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Yang paling dinantikan adalah data Personal Consumption Expenditures (PCE) yang menjadi indikator inflasi favorit The Fed.
Jika inflasi kembali menunjukkan kenaikan, peluang suku bunga tinggi bertahan lebih lama dapat semakin menguat. Kondisi tersebut berpotensi mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang pada akhirnya dapat memberikan tekanan terhadap IHSG maupun rupiah.
Selain itu, data klaim pengangguran mingguan AS juga akan menjadi petunjuk penting mengenai kekuatan pasar tenaga kerja. Kombinasi inflasi yang masih tinggi dan pasar tenaga kerja yang solid dapat membuat ruang pemangkasan suku bunga oleh The Fed semakin terbatas dalam waktu dekat.
Mulai Investasi Saham Lebih Mudah di Ajaib
Di tengah pergerakan IHSG dan rupiah yang dipengaruhi berbagai sentimen global maupun domestik, memahami perkembangan pasar menjadi langkah penting agar kamu dapat mengambil keputusan yang lebih terukur. Melalui aplikasi Ajaib, kamu bisa mendapatkan akses untuk investasi saham dengan mudah, memantau pergerakan pasar secara real-time, serta memperoleh berbagai informasi dan edukasi yang membantu kamu menyusun strategi investasi sesuai tujuan keuangan. Download aplikasi Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Sumber: CNBC Indonesia, Investor.id
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!