IHSG Sepanjang 2025: Dua Kali Trading Halt, 24 Rekor Baru Tercipta
Tika•December 31, 2025

Pergerakan pasar saham Indonesia sepanjang 2025 diwarnai dinamika yang tajam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami fase naik-turun signifikan, bahkan sempat dua kali dihentikan sementara perdagangannya (trading halt), sebelum akhirnya menutup tahun dengan sederet rekor baru.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, IHSG sempat tertekan hingga menyentuh level terendah di angka 5.996 pada 8 April 2025. Tekanan tersebut tidak lepas dari berbagai sentimen global yang membebani pasar pada paruh pertama tahun ini.
IHSG Hadapi Tantangan Eksternal Berat Paruh Pertama 2025
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, dikutip dari Bisnis.com menjelaskan bahwa sepanjang semester I/2025 pasar modal Indonesia menghadapi tantangan eksternal yang cukup berat. Eskalasi perang dagang, fluktuasi nilai tukar, serta meningkatnya ketegangan geopolitik menjadi faktor utama yang menekan kinerja indeks.
“Pada periode pertengahan Maret hingga awal April 2025, IHSG mengalami koreksi cukup dalam hingga menyentuh 5.996, sehingga diberlakukan dua kali trading halt,” ujar Iman dalam penutupan perdagangan saham 2025, Selasa (30/12/2025).
Meski demikian, fase tekanan tersebut justru menjadi ujian penting bagi ketahanan pasar modal domestik. BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan seluruh Self-Regulatory Organization (SRO) mengambil sejumlah langkah strategis, mulai dari dialog dengan pelaku pasar, relaksasi kebijakan buyback saham tanpa RUPS, penyesuaian auto rejection bawah (ARB), hingga penguatan pengawasan transaksi.
IHSG Pulih di Paruh Kedua 2025, Cetak ATH di Level 8.711
Memasuki paruh kedua 2025, arah pasar mulai berubah. IHSG perlahan bangkit dari fase pemulihan dan kembali mencatatkan kinerja impresif. Puncaknya, indeks komposit menorehkan rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high) di level 8.711 pada 8 Desember 2025. Kapitalisasi pasar pun sempat menembus rekor baru di kisaran Rp16.000 triliun.
“Sepanjang 2025, IHSG mencetak 24 kali all time high. Pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan pasar modal,” kata Iman.
Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Senin (30/12/2025), IHSG ditutup menguat 1,25% ke level 8.644,25. Secara year-to-date (YtD), indeks telah melesat 22,10%.
Kinerja IHSG sepanjang tahun banyak ditopang oleh saham-saham unggulan. Beberapa emiten mencatatkan lonjakan signifikan, di antaranya DSSA yang melesat 172,97%, DCII melonjak 375,06%, BRPT naik 255,43%, BRMS menguat 217,92%, serta TLKM dan ASII yang masing-masing terapresiasi 28,41% dan 36,73%.
Namun, laju IHSG juga tertahan oleh koreksi sejumlah saham berkapitalisasi besar. BBCA turun 16,54%, BYAN terkoreksi 22,47%, AMMN melemah 24,19%, BBRI dan BMRI masing-masing turun lebih dari 10%, sementara ICBP dan ADRO merosot masing-masing 27,91% dan 25,51% sepanjang 2025. Saham-saham tersebut masuk dalam daftar pemberat utama IHSG tahun ini.
Dari sisi investor, aliran dana asing menunjukkan perbaikan. Pada perdagangan terakhir 2025, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp1,96 triliun. Dengan demikian, akumulasi net sell asing sejak awal tahun menyusut menjadi Rp16,40 triliun.
Semarak IPO di 2025
Hingga akhir 2025, jumlah perusahaan tercatat di BEI mencapai 956 emiten dengan total nilai penghimpunan dana (fundraising) sebesar Rp278 triliun. Sepanjang tahun ini, terdapat 26 perusahaan yang melantai di bursa, dengan enam di antaranya berstatus lighthouse IPO, yakni RATU, CBDK, YUPI, EMAS, CDIA, dan SUPA.
Dari sisi likuiditas, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) bursa mencapai Rp18 triliun, melampaui target awal BEI sebesar Rp13,3 triliun. Dengan capaian tersebut, BEI kini masuk dalam jajaran bursa saham dunia dengan nilai transaksi harian di atas USD1 miliar.
Iman menambahkan, ke depan fokus utama BEI adalah memastikan keandalan infrastruktur perdagangan. Pada akhir 2026, BEI berencana mengimplementasikan sistem perdagangan baru yang juga digunakan oleh Nasdaq, yakni MME, yang ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2026.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menilai kinerja pasar modal Indonesia sepanjang 2025 tetap solid di tengah tekanan global.
Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Membeli dan Menjual Saham di Ajaib
Mulai Investasi Saham di Ajaib!
Ajaib adalah aplikasi investasi all-in-one, mulai dari Saham Indonesia, reksadana, obligasi, kripto, hingga saham Amerika. Ajaib hadir untuk memberikan pengalaman investasi yang lebih cepat, aman, dan handal. Yuk mulai berinvestasi di beragam instrumen di Ajaib. Proses pendaftarannya mudah dan 100% online. Sudah berizin dan diawasi OJK & BAPPEBTI.
Sumber: https://market.bisnis.com/read/20251231/7/1940680/jatuh-bangun-ihsg-hingga-cetak-24-kali-rekor-ath-sepanjang-2025
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!