IHSG Hari Ini Naik 1,56%, Saham Bakrie dan DSSA Pimpin Penguatan
Ratih Mustikoningsih•September 23, 2026

Key Takeaway
- IHSG ditutup di level 6.374, naik 1,56% atau 97,87 poin. IHSG bergerak di level tertinggi 6.380 dan terendah 6.253.
- Nilai transaksi mencapai Rp12,90 triliun dengan volume 367 juta lot dan frekuensi 1,92 juta kali.
- DSSA dan DEWA mencatat kenaikan masing-masing 9,18% dan 9,20% pada perdagangan sesi II.
- Sektor material dasar melanjutkan penguatan dari 1,92% di sesi I menjadi 3,47% di penutupan perdagangan.
IHSG Hari Ini Menguat 1,56%
IHSG hari ini ditutup di level 6.374, naik 97,87 poin atau 1,56%. Sepanjang perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.380 dan level terendah 6.253.
Aktivitas perdagangan saham hari ini mencatat nilai transaksi sebesar Rp12,90 triliun, dengan volume transaksi mencapai 367 juta lot dan frekuensi transaksi sebanyak 1,92 juta kali.
Saham DSSA dan DEWA Pimpin Penguatan di Sesi II
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatat kenaikan sebesar 9,18%, sementara PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menguat 9,20%. Penguatan kedua saham tersebut memberikan tambahan poin terhadap IHSG pada sesi II.
Di sektor material dasar, penguatan berlanjut dari 1,92% pada sesi I menjadi 3,47% di penutupan perdagangan. Penguatan tersebut didorong oleh stabilitas harga komoditas logam, yaitu nikel dan emas.
Basic Materials Makin Kuat Dipimpin Saham Komoditas

Sektor Basic Materials melanjutkan penguatan dari +1,92% di Sesi 1 menjadi +3,47% saat penutupan, ditopang stabilitas harga nikel dan emas.

Di LQ45, INDY +10,04%, DEWA +9,20%, MDKA +8,83%, dan BUMI +4,89% masuk jajaran top gainers.
LQ45: Daftar Top Gainer dan Top Loser
Top 5 Gainer LQ45
Top 5 Loser LQ45
BI-Rate dan Pergerakan SBN

BI-Rate berada di level 5,75% selama empat pertemuan berturut-turut. Ajaib Research menyebut kebijakan tersebut menekankan prioritas moneter dalam menjaga daya beli atau purchasing power rumah tangga dan stabilitas ekonomi domestik.
Optimisme juga tercermin dari aksi beli di pasar obligasi, yang terlihat dari penurunan imbal hasil SBN 10 tahun menjadi 7,03% pada 23 September.
Menurut Ajaib Research, penurunan yield acuan tersebut menurunkan Cost of Equity dalam kalkulasi valuasi ekuitas sehingga membuka ruang apresiasi IHSG.
Di sisi lain, investor asing masih mencatat outflow di pasar reguler sebesar Rp468 miliar hari ini karena memilih mengamankan yield obligasi yang merupakan aset rendah risiko di tengah ketidakpastian makro global.
Pantau Pergerakan IHSG dan Trading Saham di Ajaib
Pantau pergerakan IHSG, saham-saham pilihan, dan aktivitas pasar secara real-time melalui Ajaib. Kamu juga bisa melakukan trading saham langsung dari Ajaib dan Ajaib Terminal.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Sumber: Bank Indonesia, Ajaib Research
Profil Penulis

Financial Expert Ajaib
Ratih Mustikoningsih merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman lebih 10 tahun di pasar modal Indonesia, khususnya dalam analisis saham dan strategi investasi. Melalui artikel dan edukasi yang ia sajikan, Ratih membantu investor memahami fundamental perusahaan, dinamika pasar, serta mengambil keputusan investasi saham yang lebih tepat.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!