IHSG Hari Ini Ditutup Rebound 0,40% ke 6.462, INET Akuisisi 60% SGI Senilai Rp280,4 Miliar
Ratih Mustikoningsih•September 17, 2026

Key Takeaway
- IHSG rebound 0,40% ke 6.462 setelah terkoreksi selama enam hari beruntun.
- Harga minyak Brent turun 1,46% ke US$104 per barel, sementara yield US Treasury 10 tahun terkoreksi 0,64% ke 4,98%.
- Investor asing kembali mencatatkan inflow Rp152 miliar di pasar reguler.
- Indonesia mengantongi komitmen investasi Rp88,1 triliun melalui kerja sama RI-China dalam skema Two Countries Twin Parks.
- INET resmi mengakuisisi 60% saham SGI senilai Rp280,4 miliar untuk memperluas bisnis ke konstruksi dan pemeliharaan sistem kabel bawah laut.
IHSG Rebound Setelah Koreksi Enam Hari Beruntun
IHSG berhasil rebound 0,40% atau 25,58 poin ke level 6.462 pada perdagangan hari ini. Penguatan tersebut terjadi setelah IHSG mengalami koreksi selama enam hari beruntun.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 6.418–6.500. Nilai transaksi mencapai Rp13,93 triliun, dengan volume transaksi sebesar 285,43 juta lot dan frekuensi transaksi sebanyak 1,86 juta kali.
Penguatan IHSG terjadi seiring dengan koreksi harga minyak Brent dan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) tenor 10 tahun. Indeks sempat mencapai level tertinggi 6.500 dan level terendah 6.418 selama perdagangan.
Statistik Perdagangan IHSG
| Indikator | Data |
|---|---|
| IHSG | 6.462 |
| Perubahan | +0,40% |
| Perubahan poin | +25,58 |
| High | 6.500 |
| Low | 6.418 |
| Nilai Transaksi | Rp13,93 triliun |
| Volume Transaksi | 285,43 juta lot |
| Frekuensi Transaksi | 1,86 juta kali |
Berdasarkan Ajaib Research, penguatan IHSG terjadi seiring dengan profit taking pada harga minyak Brent yang turun 1,46% ke US$104 per barel pada 17 September.
Sementara itu, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun terkoreksi 0,64% ke level 4,98% setelah sebelumnya menyentuh level 5%, yang disebut sebagai level tertinggi sejak 2007.
Inflow obligasi AS pasca kenaikan suku bunga juga tercermin dari pergerakan rupiah JISDOR yang berada di level Rp17.753 per dolar AS pada 17 September, meskipun pelemahannya disebut belum signifikan.
Foreign Inflow Kembali Rp152 Miliar
Ajaib Research mencatat investor asing kembali membukukan inflow Rp152 miliar di pasar reguler.
Pergerakan foreign flow menjadi salah satu hal yang dipantau untuk melihat apakah penguatan IHSG dapat berlanjut setelah enam hari koreksi.
Selain itu, Ajaib Research memproyeksikan BI-Rate tetap di level 5,75%, dengan rupiah masih disebut ditopang instrumen SRBI.
SRBI tercatat mencapai Rp1.062,91 triliun, atau tumbuh 40,83% secara year-to-date (YTD), dengan imbal hasil sebesar 6,8%–7,3%.
Faktor yang Dipantau Pasar
| Faktor | Data |
|---|---|
| Foreign Net Buy Pasar Reguler | Rp152 miliar |
| UST 10Y | 4,98% |
| Perubahan UST 10Y | -0,64% |
| Rupiah JISDOR | Rp17.753/USD |
| Proyeksi BI-Rate | 5,75% |
| SRBI | Rp1.062,91 triliun |
| Yield SRBI | 6,8%–7,3% |
| Pertumbuhan SRBI YTD | +40,83% |
Ajaib Research juga mencatat bahwa pasar mulai merespons rumor atau ekspektasi kenaikan suku bunga seperti proyeksi kenaikan Fed Rate yang mendorong penyesuaian BI-Rate sekitar 21 hari kerja sebelum pengumuman.
Pada fase H-21 tersebut, berdasarkan data Ajaib Research, IHSG secara historis terkoreksi hingga 84 poin untuk setiap kenaikan suku bunga sebesar 0,25% atau 25 basis poin.
Komitmen Investasi RI-China Capai Rp88,1 Triliun
Indonesia mengantongi total komitmen investasi sebesar Rp88,1 triliun melalui kerja sama RI-China dengan skema Two Countries Twin Parks.
Dari total tersebut, Rp37,1 triliun berasal dari 30 nota kesepahaman (MoU) sebelumnya. Nilainya kemudian bertambah sekitar Rp51 triliun dari konferensi investasi terbaru di Xiamen.
Fokus berikutnya adalah mengubah komitmen investasi tersebut menjadi proyek nyata.
INET Resmi Akuisisi 60% SGI Senilai Rp280,4 Miliar
Dari sisi emiten, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) resmi menjadikan PT Sarana Global Indonesia (SGI) sebagai entitas anak melalui kepemilikan saham sebesar 60%.
Nilai transaksi tersebut mencapai Rp280,4 miliar. Akuisisi dilakukan untuk memperluas cakupan usaha INET ke bidang konstruksi dan pemeliharaan sistem kabel bawah laut.
Detail Akuisisi INET
| Keterangan | Detail |
|---|---|
| Pengakuisisi | PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) |
| Entitas yang diakuisisi | PT Sarana Global Indonesia (SGI) |
| Kepemilikan | 60% |
| Nilai transaksi | Rp280,4 miliar |
| Bidang ekspansi | Konstruksi dan pemeliharaan sistem kabel bawah laut |
| Skema saham | Primary shares |
Menurut penilaian Ajaib Research, akuisisi 60% saham SGI senilai Rp280,4 miliar tersebut merupakan langkah ekspansi strategis bagi INET.
Meski transaksi dilakukan dengan harga premium sekitar 6,7% di atas nilai wajar KJPP, penggunaan skema primary shares membuat seluruh dana segar masuk langsung ke SGI untuk memperkuat kas dan modal kerja anak usaha dalam ekspansi bisnis kabel bawah laut.
Saham LQ45 Top Gainers dan Losers
Sejumlah saham LQ45 mencatatkan kenaikan maupun penurunan pada perdagangan hari ini.
Top 5 Gainer LQ45
Top 5 Loser LQ45
Foreign Flow dan Yield Jadi Kunci Pergerakan Berikutnya
Menurut Ajaib Research, terdapat beberapa faktor yang perlu dipantau untuk melihat perkembangan pergerakan IHSG berikutnya.
Foreign net buy Rp152 miliar menjadi salah satu perhatian setelah IHSG mengalami enam hari koreksi.
Sementara itu, US Treasury 10 tahun berada di 4,98%. Pergerakan yield selanjutnya juga menjadi salah satu faktor yang dipantau.
Dari sisi nilai tukar, rupiah berada di Rp17.753 per dolar AS dengan pelemahan yang disebut belum signifikan.
Di sisi suku bunga domestik, BI-Rate diproyeksikan tetap 5,75%, dengan SRBI yang mencapai Rp1.062,91 triliun dan menawarkan yield 6,8%–7,3%.
Pantau Pergerakan Saham dan Susun Trading Plan di Ajaib
Pantau IHSG, foreign flow, dan saham pilihanmu di Ajaib. Cek pergerakan harga saham dan data pasar untuk mengikuti perkembangan pasar Indonesia dalam satu aplikasi. Dan siapkan trading planmu untuk market besok di Ajaib.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Sumber: Keterbukaan Informasi BEI (16 September), Ajaib Research, Antara News.
Profil Penulis

Financial Expert Ajaib
Ratih Mustikoningsih merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman lebih 10 tahun di pasar modal Indonesia, khususnya dalam analisis saham dan strategi investasi. Melalui artikel dan edukasi yang ia sajikan, Ratih membantu investor memahami fundamental perusahaan, dinamika pasar, serta mengambil keputusan investasi saham yang lebih tepat.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!