Ajaib
Menu

Berita

IHSG Anjlok ke Level 6.957 Pagi Ini, Apa Penyebab Utamanya?

MaulidaApril 6, 2026

ihsg turun

Awal pekan menjadi momen yang cukup berat bagi pasar modal Indonesia. Pada pembukaan perdagangan Senin, 6 April 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terjun bebas ke zona merah. Indeks tercatat melemah 69,30 poin atau sekitar 0,99 persen ke level 6.957,48.

Sepanjang sesi awal, IHSG sempat mencoba bertahan dengan menyentuh level tertinggi di 7.008,95. Namun, tekanan jual yang masif menyeret indeks hingga ke titik terendah di 6.955,82. Dengan volume transaksi mencapai 6,29 miliar lot dan nilai perdagangan Rp327,14 miliar, terlihat jelas bahwa para pelaku pasar sedang cenderung main aman dan melakukan aksi lepas barang.

Rincian Performa Sektoral dan Saham di Tengah Koreksi

Hampir seluruh sektor saham memberikan rapor merah pada pagi ini. Sektor infrastruktur menjadi beban terberat dengan penurunan mencapai 2,15 persen. Namun, di balik koreksi massal ini, masih ada beberapa sektor dan emiten yang menunjukkan taringnya.

Berikut adalah tabel pergerakan saham yang mencatatkan kenaikan (top gainers) dan penurunan terdalam (top losers) pada sesi pembukaan:

StatusKode EmitenKenaikan/PenurunanHarga Terakhir
Top GainerCHEM+12,41%154
Top GainerOILS+10,22%302
Top GainerGUNA+8,41%232
Top LoserDATA-14,91%1.855
Top LoserSOTS-14,58%820
Top LoserMCAS-12,43%324

Menariknya, di saat sektor lain berguguran, sektor keuangan menjadi satu-satunya yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,39 persen. Hal ini sedikit banyak menahan IHSG agar tidak jatuh lebih dalam lagi. Jika kamu sedang memantau portofolio, pastikan tetap disiplin karena tekanan jual dari investor asing tercatat cukup signifikan, mencapai outflow sebesar Rp2,8 triliun.

Mengapa IHSG Sulit Menguat? Ini Analisis Penyebabnya

Penurunan IHSG ke level 6.000-an ini tidak terjadi tanpa alasan. Menurut analisis para pakar pasar modal, ada kombinasi faktor eksternal dan internal yang membuat investor memilih untuk “tiarap” sejenak.

  • Tensi Geopolitik Global: Pernyataan keras dari Amerika Serikat terkait situasi di Timur Tengah memicu kekhawatiran global. Hal ini membuat investor cenderung memindahkan dana mereka dari aset berisiko seperti investasi saham di pasar berkembang ke aset yang lebih aman (safe haven).
  • Kebijakan B50: Dari dalam negeri, rencana implementasi program B50 mulai 1 Juli mendatang menimbulkan kekhawatiran terkait pasokan crude palm oil (CPO) untuk pangan. Hal ini berpotensi memicu inflasi dan menekan daya beli masyarakat, yang berdampak langsung pada sektor barang konsumsi.
  • Tekanan Rupiah dan Harga Minyak: Nilai tukar Rupiah yang sempat menembus Rp17.000 per dolar AS serta harga minyak dunia yang bertahan di atas USD100 per barel menjadi beban ganda bagi ekonomi kita. Kondisi ini memperbesar biaya impor bahan baku dan mempersempit ruang gerak emiten.

Analis memprediksi bahwa sepanjang pekan ini IHSG masih akan bergerak terbatas dengan rentang support di level 6.700 dan resistance di 7.250.

Pantau Pergerakan Pasar Secara Real-Time Melalui Aplikasi Ajaib

Di tengah kondisi pasar yang dinamis dan penuh fluktuasi seperti saat ini, memiliki akses informasi yang cepat dan akurat adalah kunci utama. Jangan biarkan momentum investasi kamu terhambat oleh minimnya data. Dengan aplikasi Ajaib, kamu bisa memantau pergerakan IHSG, menganalisis emiten incaran, hingga melakukan transaksi dengan mudah hanya dalam satu genggaman. Yuk, download aplikasi Ajaib sekarang juga!

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini berdasarkan riset internal dan tidak dipengaruhi pihak mana pun. Informasi ini bukan merupakan ajakan atau paksaan untuk membeli atau menjual Efek tertentu. Harga saham dapat berubah secara real-time; berinvestasilah sesuai analisis dan keputusan pribadi.

Google Play StoreApple App Store

Sumber: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/ihsg-langsung-jatuh-ke-6957-saat-pembukaan-apa-yang-terjadi

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!