Uniswap Jadi Sorotan Usai Peretasan Exchange, UNI Dibidik US$100
Panji Yudha•November 2, 2026

Key Takeaways
- Analis Standard Chartered, Geoffrey Kendrick, menegaskan target harga Uniswap (UNI) sebesar US$100 pada 2030, atau hampir 15 kali lipat dari harga saat ini di kisaran US$6,80.
- Peretasan exchange kripto global senilai US$6,3 miliar berpotensi mendorong perpindahan volume perdagangan dari centralized exchange (CEX) ke decentralized exchange (DEX).
- Uniswap telah mengaktifkan fitur fee switch yang mengalirkan pendapatan protokol dan sequencer Unichain ke mekanisme burn otomatis. Lebih dari 113 juta UNI atau 11% total suplai telah dibakar.
Standard Chartered Bidik Harga UNI US$100 pada 2030
Uniswap (UNI) kembali menjadi sorotan setelah peretasan salah satu exchange kripto global senilai US$6,3 miliar mengguncang kepercayaan pasar terhadap platform perdagangan terpusat.
Analis Standard Chartered, Geoffrey Kendrick, menilai insiden tersebut berpotensi mempercepat perpindahan volume perdagangan spot dari centralized exchange (CEX) ke decentralized exchange (DEX), termasuk Uniswap.
Jika tren tersebut berlanjut, Uniswap berpeluang memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas perdagangan di ekosistem decentralized finance (DeFi). Atas dasar prospek tersebut, Kendrick mempertahankan target harga UNI sebesar US$100 pada 2030.
Angka ini menunjukkan potensi kenaikan hampir 15 kali lipat dibandingkan harga UNI saat ini di kisaran US$6,80. Namun, proyeksi jangka panjang tersebut perlu dicermati bersama kondisi pasar. Pasalnya, UNI masih mengalami tekanan harga dengan koreksi sekitar 23% dalam 30 hari terakhir.
Dengan berbagai perkembangan tersebut, pergerakan harga UNI menarik untuk terus dipantau. Kamu bisa memantau harga UNI sekaligus mengoptimalkan peluang trading melalui Ajaib Kripto. Manfaatkan fitur XTRA FAST untuk trading 741+ altcoin dan tokenized stock agar tidak melewatkan momentum pasar.
Fee Switch Aktif, Lebih dari 113 Juta UNI Dibakar
Selain potensi perpindahan volume perdagangan dari CEX, Uniswap juga memiliki katalis fundamental dari sisi tokenomik. Protokol ini kini telah mengoperasikan penuh fitur fee switch, mekanisme yang telah lama dinantikan oleh komunitasnya.
Melalui fitur tersebut, pendapatan biaya protokol serta pendapatan sequencer dari jaringan layer-2 Unichain dialirkan ke sistem pembakaran token secara otomatis.
Dampaknya, lebih dari 113 juta UNI atau setara lebih dari 11% total suplai telah dibakar. Mekanisme ini membuat UNI tidak lagi hanya berfungsi sebagai token tata kelola (governance), tetapi juga terhubung langsung dengan aktivitas dan pendapatan protokol.
Artinya, semakin tinggi volume perdagangan di Uniswap, semakin besar pula potensi pembakaran UNI. Mekanisme tersebut menciptakan tekanan deflasi terhadap suplai token, sehingga aktivitas protokol menjadi salah satu faktor yang dapat diperhatikan investor dalam menilai fundamental UNI.
Uniswap Perluas Ekspansi ke Pasar Aset RWA
Katalis berikutnya datang dari ekspansi Uniswap ke sektor Real-World Assets (RWA). Protokol ini merilis standar hook baru yang memungkinkan pengembang membangun fitur Permissioned Pools.
Melalui fitur tersebut, pengembang dapat menciptakan lingkungan perdagangan yang memenuhi ketentuan regulasi untuk aset dunia nyata yang telah ditokenisasi.
Kehadiran Permissioned Pools membuka peluang bagi Uniswap untuk menarik likuiditas dari institusi keuangan tradisional. Selama ini, kepastian kepatuhan terhadap regulasi menjadi salah satu kebutuhan institusi sebelum memasuki ekosistem DeFi.
Langkah tersebut juga sejalan dengan perkembangan tren tokenisasi aset yang didorong oleh sejumlah pemain besar di sektor keuangan tradisional, seperti BlackRock, Franklin Templeton, dan JPMorgan.
Dengan pengembangan infrastruktur perdagangan aset ter-tokenisasi, Uniswap berpeluang mengambil peran dalam ekosistem RWA sekaligus memperluas sumber likuiditas di luar aktivitas perdagangan kripto konvensional.
Prospek UNI Didukung Katalis, tetapi Sentimen Pasar Tetap Penting
Secara fundamental, prospek jangka panjang Uniswap didukung oleh beberapa perkembangan penting. Potensi perpindahan volume perdagangan dari CEX ke DEX, aktivasi fee switch, serta ekspansi ke sektor RWA menjadi katalis yang dapat memperkuat posisi protokol tersebut.
Meski demikian, investor dan trader tetap perlu memperhatikan dinamika pasar kripto secara keseluruhan. Dalam jangka pendek, pergerakan harga UNI masih berpotensi dipengaruhi oleh arah Bitcoin yang menjadi acuan pasar kripto.
Selain itu, kebijakan The Fed dan volatilitas pasar menjelang Pemilu Paruh Waktu AS pekan ini juga menjadi faktor yang perlu dicermati.
Dengan demikian, target US$100 dari Standard Chartered menjadi proyeksi jangka panjang yang didukung sejumlah katalis fundamental. Namun, realisasinya tetap bergantung pada perkembangan Uniswap dan kondisi pasar kripto. Download Ajaib Kripto sekarang untuk memantau pergerakan UNI dan optimalkan peluang trading berikutnya.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Informasi di atas bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau paksaan untuk melakukan transaksi. Harga aset kripto dapat berubah secara real-time. Pastikan melakukan riset dan mempertimbangkan keputusan investasi sesuai kondisi masing-masing.
Profil Penulis

Financial Expert Ajaib
Panji Yudha adalah seorang Financial Expert Ajaib yang sudah berpengalaman lebih dari 4+ tahun. Panji merupakan lulusan Victoria University, Melbourne, pada 2020 dengan gelar di bidang Financial Risk Management dan International Trade. Dengan latar belakang akademis dan pengalaman di industri aset kripto, Panji aktif membagikan analisis dan wawasan seputar investasi, trading, serta perkembangan pasar Kripto.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!