Analisis IPO BACH: Pendapatan Naik 40%, Laba Bersih Melonjak 98%, dan Valuasi P/E 10–13x
Tika•June 24, 2026

Key Takeaway
- BACH membukukan pertumbuhan keuangan yang kuat di FY2025: pendapatan neto Rp1,73 triliun (+39,66% YoY) dengan laba bruto melonjak 57,28% menjadi Rp311,43 miliar — jauh melampaui pertumbuhan top line-nya, sinyal operating leverage yang nyata.
- Valuasi IPO BACH di P/E 10,5–13,1x dan P/BV 2,1–2,4x tergolong salah satu yang paling murah di antara emiten IPO Juli 2026, namun trader perlu memahami konteks bisnis, risiko konsentrasi klien, dan dinamika perjanjian opsi GTP sebelum masuk posisi.
- GTP akan melaksanakan hak opsi untuk membeli 1,04 miliar saham BMSI paling lambat 5 hari kerja setelah pencatatan, menjadikannya pemegang saham pengendali 51% — sebuah corporate action yang bisa menjadi katalis atau sumber volatilitas di hari-hari awal listing.
Membedah Kinerja Keuangan FY2025: Tiga Tahun yang Bicara
Ketika sebuah saham IPO menawarkan P/E di bawah 15x sekaligus membukukan pertumbuhan laba hampir 100% dalam setahun, wajar jika itu langsung menarik perhatian. Itulah yang ditawarkan PT Bach Multi Global Tbk (BACH) yang akan listing di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026.
Data Penting Sebelum Masuk Analisis
| Parameter | Detail |
|---|---|
| Kode Saham | BACH |
| Nama Perusahaan | PT Bach Multi Global Tbk |
| Sektor | Industri — Infrastruktur & Energi |
| Harga Book Building | Rp400 – Rp500 per saham |
| Saham Ditawarkan | 615 juta saham (15,06% pasca-IPO) |
| Target Dana IPO | Rp246 miliar – Rp307,5 miliar |
| Market Cap (harga atas) | ~Rp2,04 triliun |
| P/E FY2025 | 10,5x – 13,1x |
| P/BV FY2025 | 2,1x – 2,4x |
| Listing BEI | 7 Juli 2026 |
| Underwriter | PT Erdikha Elit Sekuritas |
| Saham Syariah | ✅ Ya |
Sebelum membahas valuasi, kita perlu memahami angka di baliknya. Berikut data keuangan audited BACH tiga tahun terakhir:
| Indikator (Rp Miliar) | FY2023 | FY2024 | FY2025 | Growth YoY |
|---|---|---|---|---|
| Pendapatan Neto | 1.004 | 1.241 | 1.733 | +39,7% |
| Laba Bruto | 160 | 198 | 311 | +57,3% |
| Laba Sebelum Pajak | — | 89 | 184,6 | +107,4% |
| Laba Bersih | 35 | 79 | 155,6 | +97,5% |
| Total Aset | 680 | 816 | 1.233 | +51,1% |
| Total Ekuitas | 372 | 434 | 536 | — |
Ada tiga hal yang langsung terlihat dari tabel ini:
Pertama, laba tumbuh jauh lebih cepat dari pendapatan
Laba bruto BACH naik 57,28% secara tahunan menjadi Rp311,43 miliar — sementara pendapatan hanya naik 39,66%. Ini adalah tanda operating leverage yang bekerja: setiap rupiah pendapatan tambahan menghasilkan laba yang lebih besar. Bisnis skala ekonomi sedang berjalan.
Kedua, efisiensi operasional adalah pendorong nyata, bukan sekadar volume
Beban penjualan dan pemasaran turun menjadi Rp40,98 miliar dari Rp47,48 miliar, dan beban umum dan administrasi juga susut menjadi Rp32,37 miliar dari Rp37,78 miliar — meskipun skala bisnis membesar signifikan. Ini bukan kebetulan; ini adalah tanda manajemen yang berhasil mengontrol cost base.
Ketiga, lonjakan aset mencerminkan ekspansi nyata
Total aset melesat 51,13% menjadi Rp1,23 triliun akibat penambahan armada genset. Ini artinya perusahaan tidak hanya tumbuh di atas kertas — mereka benar-benar berinvestasi dalam kapasitas produksi.
Komposisi Pendapatan: Dua Mesin yang Jalan Beriringan
Kontributor utama pendapatan BACH berasal dari dua segmen: penjualan dan penyewaan genset senilai Rp977,95 miliar, serta jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi sebesar Rp754,98 miliar melalui PT Bach Multi Infrastruktur.
Breakdown ini penting untuk trader karena mengungkap dua karakteristik berbeda:
- Segmen Genset (56% pendapatan): lebih transaksional, lebih terikat pada siklus capex klien, tapi memiliki recurring component dari bisnis penyewaan dan O&M.
- Segmen Telko Infrastructure (44% pendapatan): lebih berbasis kontrak jangka panjang, lebih prediktable, tapi pertumbuhannya bergantung pada capex operator telekomunikasi.
Kombinasi ini memberikan balance yang cukup baik antara revenue yang bersifat recurring (telko) dan revenue yang bersifat growth-oriented (genset penjualan).
Analisis Valuasi: P/E 10–13x
Ini bagian yang paling sering diperdebatkan. Mari kita bedah secara sistematis.
Posisi BACH di Antara IPO Juli 2026
Di antara calon emiten Juli 2026, BACH dan PRDL menawarkan valuasi paling murah dengan P/E sekitar 10–13 kali, sementara JECX menjadi emiten dengan valuasi tertinggi hingga 61,7 kali. TradingView
| Emiten | P/E (FY2025) | Growth Laba YoY | Sektor |
|---|---|---|---|
| BACH | 10,5x – 13,1x | +97,5% | Infrastruktur & Energi |
| PRDL | 10,3x – 12,3x | +70,0% | Healthcare Diagnostic |
| EMMI | TBD | +210% | Alat Kesehatan |
| JELI | TBD | +202% | Consumer F&B |
| JECX | 52,9x – 61,7x | +13,5% | Healthcare RS |
Dari tabel di atas, BACH menawarkan kombinasi yang menarik: pertumbuhan laba hampir 100% dengan valuasi hanya 10–13x. Secara teoritis, PEG ratio (P/E dibagi growth rate) BACH berada jauh di bawah 1 — biasanya sinyal bahwa pasar belum mempricing pertumbuhan secara penuh.
Perbandingan dengan Peers di BEI
Kalau dibandingkan beberapa emiten di industri telko seperti MTEL, TBIG, BALI, IBST, SUPR, dan TOWR, saham BACH termasuk berada di tengah-tengah — bukan yang terlalu mahal, tetapi tidak terlalu murah juga.
Konteks ini penting: meskipun P/E 10–13x terlihat murah dibanding JECX, BACH bermain di segmen yang berbeda dari menara telko murni. Bisnis genset memiliki profil margin yang berbeda — lebih rendah dari bisnis passive tower, tapi lebih tinggi dari kontraktor biasa. Wajar jika P/E-nya tidak setinggi TOWR atau TBIG.
The Big Story: Perjanjian Opsi GTP dan Implikasinya
Ini adalah bagian yang paling krusial untuk trader yang fokus pada pergerakan harga hari pertama listing.
GTP merupakan pengendali perseroan dengan kepemilikan mutlak setelah IPO mencapai 51 persen. Kepemilikan ini didapatkan melalui aksi perjanjian opsi antara GTP dan PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI) yang sudah ditandatangani pada 7 Januari 2026. GTP telah menyatakan akan mengeksekusi hak opsinya untuk membeli 1.042.227.300 lembar saham milik BMSI melalui mekanisme crossing di pasar negosiasi BEI paling lambat 5 hari kerja setelah tanggal pencatatan saham.
Apa implikasi dari transaksi ini?
Dari sisi fundamental: GTP mengambil alih 51% kepemilikan BACH menjadikan Grup Djarum (melalui iForte → GTP) sebagai pemegang saham pengendali yang sesungguhnya. Ini membuka potensi sinergi yang lebih dalam dengan ekosistem TOWR dan Protelindo Group.
Dari sisi teknikal trading: Transaksi crossing di pasar negosiasi BEI sebesar lebih dari 1 miliar lembar saham dalam 5 hari pertama listing adalah sebuah overhang yang perlu dicermati. Transaksi pasar negosiasi tidak melalui order book reguler, sehingga tidak langsung menggerakkan harga di pasar reguler — tapi psikologis pasar bisa terpengaruh.
Penggunaan Dana IPO: Berapa yang Produktif?
Dana IPO dialokasikan untuk melunasi sebagian pokok utang kepada Bank Permata sebesar Rp91 miliar, dan Rp213,5 miliar untuk membeli genset, dengan rincian pembelian tiga unit kapasitas berbeda: 9–1.400 kVA senilai ~Rp100,8 miliar, 5,1–1.260 kVA senilai ~Rp17,4 miliar, dan 135–2.500 kVA senilai ~Rp119 miliar.
Dari total dana IPO, sekitar 69% bersifat produktif langsung (penambahan armada genset untuk dijual dan disewakan), sementara 29,6% untuk pelunasan utang Bank Permata.
Yang menarik adalah spesifikasi genset yang akan dibeli: kapasitas mulai dari 9 kVA hingga 2.500 kVA. Ini menunjukkan BACH tidak hanya membidik satu segmen pasar — mereka menyasar dari skala kecil (komersial) hingga besar (industri berat dan data center), yang sesuai dengan narasi pertumbuhan pasar genset yang diproyeksikan mencapai US$1,76 miliar pada 2035 dari hanya US$679 juta di 2024.
Katalis Positif yang Perlu Dipantau Trader
1. Eksekusi Hak Opsi GTP
Setelah GTP resmi menjadi pengendali 51%, ada potensi corporate action lanjutan — mulai dari contract channeling dari ekosistem TOWR/Protelindo, restrukturisasi keuangan yang lebih optimal, hingga kemungkinan sinergi operasional yang bisa mendorong margin lebih tinggi.
2. Boom Data Center Indonesia
Pertumbuhan AI global mendorong permintaan data center yang masif. Data center adalah pengguna genset terbesar karena membutuhkan backup power yang handal 24/7. Jika BACH berhasil memposisikan diri sebagai supplier utama untuk segmen ini, revenue dari segmen genset bisa tumbuh signifikan melampaui proyeksi saat ini.
3. Ekspansi Jaringan 5G
Pasar menara telekomunikasi Indonesia diproyeksikan mencapai US$1,87 miliar pada 2026 dengan CAGR sekitar 4,13% hingga 2031, didorong oleh pertumbuhan internet, konsumsi data, serta pengembangan jaringan 4G dan 5G. BACH dengan 41.000 site yang sudah dikelola memiliki posisi yang sangat baik untuk mendapatkan porsi dari gelombang upgrade ini.
4. Rekam Jejak Proyek yang Teruji
Hingga tahun 2025, Bach Group tercatat telah menyelesaikan lebih dari 2.510 proyek BTS Tower, sekitar 11.136 kilometer jaringan fiber optik, dan sekitar 161.710 proyek FTTH (Fiber to The Home). Portfolio proyek yang tebal ini adalah bukti track record yang meyakinkan untuk memenangkan kontrak baru.
Risiko yang Tidak Boleh Diabaikan
Analisis yang jujur tidak bisa berhenti di katalis. Ini risiko-risiko yang perlu masuk kalkulasi trader:
Konsentrasi Klien Internal Grup
Sebagian besar klien di lini telekomunikasi adalah entitas Grup Djarum sendiri (TOWR, Protelindo, SUPR). Jika grup mengurangi capex atau mengalihkan kontrak ke vendor lain, dampaknya bisa langsung terasa ke BACH. Ini bukan risiko independen murni.
Ketergantungan pada Pemasok Asing
BACH bergantung pada Himoinsa Asia Pacific Pte. Ltd. dan Guangdong Westinpower Co. Ltd. untuk produk utamanya. Risiko nilai tukar USD/IDR dan gangguan rantai pasokan global bisa langsung memengaruhi margin.
Utang yang Masih Signifikan
Total liabilitas BACH per FY2025 adalah Rp696,68 miliar dibandingkan ekuitas Rp536 miliar — DER (Debt-to-Equity Ratio) di atas 1x. Setelah IPO, sebagian utang Bank Permata dilunasi, tapi posisi keuangan tetap perlu dipantau.
Potensi Volatilitas dari Crossing Pasar Negosiasi
Eksekusi hak opsi GTP sebesar 1 miliar lembar saham dalam 5 hari pertama listing bisa menciptakan ketidakpastian di hari-hari awal. Meski transaksi terjadi di pasar negosiasi, sentimen pasar reguler bisa terpengaruh.
Underwriter Bukan Tier 1
Dari sisi teknis IPO, underwriter yang bukan tier atas dan listing yang berbarengan dengan saham lain juga patut dicermati, karena ada potensi pergerakan hari pertama tidak akan terlalu signifikan atau bisa saja dikasih turun dulu. Ini catatan penting untuk trader yang fokus pada momentum hari pertama listing.
Ringkasan Analisis: Bull vs Bear Case
| Bull Case | Bear Case | |
|---|---|---|
| Valuasi | P/E 10–13x sangat murah untuk growth 97% | Valuasi murah karena ada risiko tersembunyi |
| Kinerja | Operating leverage kuat, efisiensi terbukti | Pertumbuhan bisa melambat setelah normalisasi |
| Katalis | GTP jadi pengendali = sinergi Grup Djarum penuh | Crossing 1B saham hari pertama = uncertainty |
| Industri | AI boom → data center boom → genset boom | Ketergantungan klien internal Grup |
| Posisi | 41.000 site sudah dikelola = moat operasional | Ketergantungan pada pemasok asing |
Kesimpulan
BACH adalah salah satu IPO Juli 2026 yang paling menarik dari sisi fundamental-valuasi. Kombinasi pertumbuhan laba hampir 100% dengan P/E hanya 10–13x adalah proposisi yang jarang ditemukan — apalagi dengan latar belakang afiliasi Grup Djarum yang memberikan akses ekosistem yang masif.
Namun untuk trader, kunci pergerakan harga listing day BACH kemungkinan besar bukan soal fundamental, melainkan soal bagaimana pasar merespons perjanjian opsi GTP dan apakah demand retail cukup kuat untuk mengimbangi ketidakpastian tersebut. Pantau order book dan volume di hari pertama listing dengan cermat.
Untuk investor jangka menengah yang percaya pada thesis infrastruktur digital + energi Indonesia, BACH menawarkan entry point yang relatif menarik dibandingkan pilihan di IPO wave yang sama.
Pesan Saham IPO BACH di Ajaib
Tertarik dengan saham BACH? Kamu bisa memesan saham IPO BACH langsung melalui aplikasi Ajaib. Bebas biaya IPO dan tanpa saldo ditahan.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini berdasarkan riset dan tidak dipengaruhi pihak mana pun. Informasi ini bukan merupakan ajakan atau paksaan untuk membeli atau menjual Efek tertentu. Harga saham dapat berubah secara real-time; berinvestasilah sesuai analisis dan keputusan pribadi.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!