Bedah IPO BACH: Manuver Grup Djarum di Bisnis Telekomunikasi dan Genset, Menarik untuk Dicermati?
Salsabilla•June 23, 2026

Key Takeaways
- BACH merupakan emiten yang bergerak di bisnis infrastruktur telekomunikasi dan genset, dengan afiliasi kuat ke Grup Djarum melalui PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).
- Kinerja keuangan tumbuh agresif dalam tiga tahun terakhir, ditopang lonjakan bisnis genset dan peningkatan profitabilitas yang konsisten.
- Pada harga IPO Rp400–Rp500 per saham, valuasi BACH berada di kisaran PER 10,5–13,1 kali, relatif menarik dibanding prospek pertumbuhan dua sektor yang digelutinya.
Profil Singkat IPO BACH
PT Bach Multi Global Tbk (BACH) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang ketenagalistrikan dan telekomunikasi yang didirikan pada tahun 2006.
Perusahaan memiliki dua lini bisnis utama, yakni penyediaan genset beserta layanan pendukungnya serta penyediaan infrastruktur telekomunikasi. Kombinasi kedua segmen tersebut menjadikan BACH memiliki sumber pendapatan yang cukup terdiversifikasi dari sektor energi dan telekomunikasi.
Melalui IPO ini, BACH menawarkan sebanyak 615 juta saham baru atau setara 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.
Adapun masa book building berlangsung pada 22–24 Juni 2026 dengan rentang harga penawaran Rp400–Rp500 per saham.
Struktur Pemegang Saham
Salah satu aspek yang menarik dari IPO BACH adalah keterkaitannya dengan Grup Djarum melalui PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).
Berdasarkan prospektus, PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) yang merupakan anak usaha tidak langsung TOWR berencana mengeksekusi pembelian saham milik PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI) setelah IPO sehingga menjadi pemegang saham pengendali.
| Pemegang Saham | Pre-IPO | Pasca-IPO | Pasca Opsi GTP |
|---|---|---|---|
| PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI) | 61,55% | 52,28% | 26,77% |
| PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) | 30,00% | 25,48% | 51,00% |
| Pemegang Saham Lainnya (<5%) | 8,45% | 7,17% | 7,17% |
| Publik | – | 15,06% | 15,06% |
Performa Keuangan
Kinerja keuangan BACH menunjukkan pertumbuhan yang sangat solid dalam beberapa tahun terakhir.

Pendapatan Tumbuh Pesat
Pendapatan perusahaan meningkat dari Rp1,00 triliun pada FY2023 menjadi Rp1,24 triliun pada FY2024 dan kembali melonjak menjadi Rp1,73 triliun pada FY2025.
Secara tahunan, pendapatan FY2025 tumbuh sekitar 36,6% dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh ekspansi bisnis penjualan dan penyewaan genset, termasuk proyek pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
Laba Bersih Melonjak
Seiring kenaikan pendapatan, laba bersih BACH juga tumbuh sangat impresif +97,5% yoy Rp115,5 miliar. Kenaikan margin operasional dan margin laba bersih menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berhasil memperbesar skala bisnis, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional secara konsisten.
Prospek Bisnis BACH
Terafiliasi dengan Grup Djarum
Salah satu daya tarik utama BACH adalah keterkaitannya dengan Grup Djarum melalui TOWR.
Dalam struktur Ultimate Beneficial Owner (UBO), Grup Djarum dikendalikan oleh Martin Basuki Hartono dan Victor Rachmat Hartono, yang dikenal sebagai pemilik kelompok usaha dengan portofolio bisnis luas di sektor perbankan, teknologi, dan telekomunikasi.
Rencana GTP untuk menjadi pemegang saham pengendali pasca-IPO berpotensi membuka peluang sinergi yang lebih besar dengan ekosistem telekomunikasi milik grup.
Pasar Genset Masih Bertumbuh

Segmen genset menjadi kontributor terbesar pendapatan BACH dengan porsi sekitar 56% pada FY2025.
Menurut berbagai proyeksi industri, pasar genset global diperkirakan masih mampu tumbuh dengan CAGR sekitar 9,1% hingga 2035. Pertumbuhan ini didukung oleh meningkatnya kebutuhan pasokan listrik cadangan untuk sektor industri, komersial, data center, hingga proyek energi.
Dengan posisi yang sudah kuat di bisnis penyewaan dan penjualan genset, BACH berpotensi ikut menikmati pertumbuhan pasar tersebut.
Menikmati Pertumbuhan Infrastruktur Telekomunikasi
Selain genset, sekitar 44% pendapatan BACH berasal dari segmen infrastruktur telekomunikasi.
Industri menara telekomunikasi sendiri diproyeksikan masih tumbuh dengan CAGR sekitar 4,13% hingga 2031, didorong oleh kebutuhan peningkatan kualitas jaringan, ekspansi 5G, serta pertumbuhan konsumsi data di Indonesia.
Kombinasi dua sektor yang sama-sama bertumbuh menjadi salah satu faktor yang membuat prospek bisnis BACH menarik untuk dicermati.
Valuasi IPO BACH
Berikut simulasi valuasi berdasarkan rentang harga penawaran IPO:
| Indikator | Harga Rp400 | Harga Rp500 |
|---|---|---|
| Dana IPO | Rp246,0 miliar | Rp307,5 miliar |
| Market Cap | Rp1,6 triliun | Rp2,0 triliun |
| PER FY2025 | 10,5x | 13,1x |
| PBV FY2025 | 2,1x | 2,4x |
Secara valuasi, PER sekitar 10–13 kali masih tergolong relatif moderat apabila perusahaan mampu mempertahankan pertumbuhan laba yang telah ditunjukkan dalam beberapa tahun terakhir.
Penggunaan Dana IPO
Dana hasil IPO akan digunakan untuk mendukung penguatan struktur keuangan dan ekspansi bisnis perusahaan.
- Pelunasan Utang (29,9%)
Sekitar Rp91,2 miliar akan digunakan untuk melunasi sebagian fasilitas revolving loan kepada PT Bank Permata Tbk. Langkah ini berpotensi menurunkan beban bunga dan memperbaiki profil keuangan perusahaan. - Modal Kerja (70,1%)
Sekitar Rp213,5 miliar akan dialokasikan sebagai modal kerja. Dana tersebut terutama digunakan untuk pengadaan genset baru yang akan dijual maupun disewakan kepada pelanggan sehingga dapat mendukung pertumbuhan pendapatan di masa mendatang.
Kebijakan Dividen
BACH berencana membagikan dividen tunai maksimal 50% dari laba bersih mulai tahun buku 2026 dengan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan dan persetujuan RUPS.
Kebijakan ini tergolong cukup menarik dibanding banyak emiten yang baru melantai di bursa.
Jadwal IPO BACH
| Agenda | Tanggal |
|---|---|
| Book Building | 22 – 24 Juni 2026 |
| Penawaran Umum | 1 – 3 Juli 2026 |
| Penjatahan (Allotment) | 3 Juli 2026 |
| Distribusi Saham | 4 Juli 2026 |
| Pencatatan Perdana | 7 Juli 2026 |
Rekam Jejak Underwriter
IPO BACH ditangani oleh PT Erdikha Elit Sekuritas.
Berikut beberapa IPO yang ditangani perusahaan dalam beberapa tahun terakhir:
| Emiten | Dana IPO | Kenaikan Saat Listing |
|---|---|---|
| PART | Rp71 miliar | +25% |
| MEJA | Rp49 miliar | +10% |
| TOSK | Rp109 miliar | +4% |
| SMLE | Rp81 miliar | +35% |
| RGAS | Rp40 miliar | +4% |
Meski performa IPO sebelumnya tidak menjamin hasil yang sama untuk BACH, rekam jejak penjamin emisi tetap dapat menjadi salah satu referensi bagi investor.
Apakah IPO BACH Menarik?
BACH menawarkan kombinasi eksposur terhadap dua sektor yang masih memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang, yaitu genset dan infrastruktur telekomunikasi.
Di sisi fundamental, perusahaan berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba yang agresif dalam tiga tahun terakhir, sekaligus meningkatkan margin keuntungan secara konsisten. Selain itu, afiliasi dengan Grup Djarum melalui TOWR menjadi faktor tambahan yang menarik untuk dicermati investor.
Namun demikian, investor tetap perlu memperhatikan risiko terkait siklus belanja infrastruktur telekomunikasi, kebutuhan modal kerja yang besar pada bisnis genset, serta kemampuan perusahaan mempertahankan laju pertumbuhan setelah IPO.
Bagi investor yang mencari emiten berorientasi growth dengan valuasi yang masih relatif moderat dan memiliki potensi sinergi dengan ekosistem Grup Djarum, IPO BACH layak masuk ke dalam radar pemantauan menjelang masa penawaran umum.
Pesan IPO BACH di Ajaib
Tertarik mengikuti IPO BACH? Pantau jadwal penawaran dan pesan saham IPO langsung melalui aplikasi Ajaib selama masa penawaran berlangsung.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!