Investasi

Bandarmologi Menganalisis Eksploitasi Market Maker, Maksudnya?

bandarmologi

Ajaib.co.id – Dibandingkan dengan analisis fundamental, analisis bandarmologi lebih cocok dikombinasikan dengan analisis teknikal. Apa sebenarnya bandarmologi itu? Bagaimana hubungannya dengan bursa saham? Simak ulasan ini untuk lebih memahaminya.

Ada dua jenis perilaku pelaku pasar: fair play seperti investor Warren Buffet, atau licin seperti Jordan Belfort di film Wolf of The Wall Street. Fair play tentunya dengan serius mengerahkan kecerdasan mendapatkan informasi, lalu mengolahnya lewat analisis fundamental – teknikal cerdas yang visioner.

Sayangnya, investor ritel sering sulit memperoleh data corporate action dan insight peluang ter-update emiten, yang harusnya menjadi amunisi Market Maker untuk menggerakkan naik atau turun harga saham. Yang ada hanyalah publikasi resmi laporan keuangan yang sering bocor duluan ke publik, sehingga strategi trading keburu tersalip di tikungan.

Kebrengsekan Rumor Mendorong Lahirnya Bandarmologi

Itulah pemicu analisis fundamental berubah haluan menjadi bandarmologi, alias analisis rumor! Karena selalu ada motif keuntungan sepihak di balik penyebaran rumor ke kalangan investor ritel, maka analisis berdasarkan rumor seperti itu tentunya menjerumuskan. Mungkin satu atau dua kali rumor sukses mendatangkan keuntungan, namun itu tetaplah bersifat manipulasi recehan yang tidak akan membuahkan kesuksesan berkualitas jangka panjang. Ilmu streetsmart baru ini terlahir guna menganalisis rumor dan mencegah penjerumusan yang ditimbulkannya.

Ketajaman Bandarmologi Mengamati Eksploitasi Pasar

Di dunia pasar saham, analisis jenis ini hampir tidak pernah dituliskan secara gamblang oleh para pakar ataupun dibahas dalam textbook. Metodenya adalah menganalisis transaksi Trader dan mengindentifikasi pergerakan yang dilakukan oleh Market Maker.

Analisis jenis ini akan semakin unfaedah bagi mereka yang menguasainya jika semakin banyak pelaku pasar yang memahami metodenya, maka tak banyak yang mau membagikan ilmunya! Meski ilmu ini jarang diulas di berbagai forum, semua full time Trader dan Trader kawakan malah beramai-ramai menggunakannya untuk mengambil keputusan jual-beli saham, yang masing-masing didapat melalui pengalaman menggeluti pasar modal bertahun-tahun.

Perbedaan pengalaman pribadi dan metode pengaitan informasi untuk menganalisis pergerakan saham, menyebabkan ilmu Bandarmologi masing-masing Trader menjadi sedikit berbeda-beda dan khas tiap individunya. Mungkin analoginya mirip ilmu meramu masakan para Chef restoran.

Satu-satunya jejak Market Maker yang bisa didapatkan adalah rekam jejak pembelian yang dilakukan oleh tiap broker setiap harinya. Trader bisa melihat siapa saja yang sedang melakukan pembelian dan penjualan melalui Broker Summary yang telah disediakan oleh sekuritas dengan menggunakan Excel, yang bisa secara sangat kuat mengindikasikan adanya akumulasi atau distribusi pada suatu saham di hari tersebut.

Dibandingkan dengan analisis fundamental, analisis Bandarmologi lebih cocok dikombinasikan dengan analisis Teknikal, karena metodenya yang mendeteksi pergerakan Big Player yang secara tak langsung menandakan Big Money, dan Big Money berarti Good Information, bahkan Source of Information!

Analisis jenis ini secara tidak langsung memberikan logical reason untuk melakukan pembelian, karena Trader nonton langsung saat Market Maker tengah melakukan pembelian atau penjualan saham yang sedang diamati, sehingga sangat membantu pengambilan keputusan di setiap perubahan kondisi. Metode ini sangat berbeda dengan pengambilan keputusan berdasarkan informasi fundamental yang jarang berubah mendadak.

Umumnya Market Maker (Big Player/Bandar) melakukan 3 pergerakan yaitu:

Akumulasi

Market Maker mengumpulkan saham dengan cara melakukan pembelian saham dari para investor kecil guna memperbanyak jumlah kepemilikan saham, agar selanjutnya Market Maker ini bisa menguasai suplai saham dan mengontrol pergerakan harganya. Ciri-ciri Akumulasi:

  • Aksi jangka panjang.
  • Saham belum terkenal, dan isunya di kalangan investor kecil.
  • Menggunakan lebih dari 1 broker.

Distribusi

Aksi penjualan saham oleh Market Maker ke para investor kecil ketika mereka sudah mendapatkan keuntungan, dan harga saham sudah mencapai harga yang dikehendaki.

Ciri-ciri Distribusi:

  • Aksinya terjadi saat euforia kenaikan harga saham yang singkat.
  • Terjadi setelah berbagai berita muncul.
  • Menggunakan > 1 broker.

Menimbun/Do Nothing

Market Maker paling sering melakukan penimbunan/do nothing pada saham-saham lapis 2 dan 3, di mana saham yang bersangkutan sedang tidak dimainkan, harganya cenderung diam, volume transaksinya mengecil, dan antrian bid dan offer menjadi tipis.

Market Maker Berjasa dan Berbahaya

Bank atau perusahaan broker yang siap di setiap detik hari perdagangan dengan harga permintaan dan penawaran perusahaan adalah Market Maker. Berarti, mereka sejatinya memang “membuat pasar” untuk saham. Tanpa Market Maker, pembeli dan penjual sulit berjodoh, meningkatkan biaya perdagangan dan mengurangi likuiditas karena sulit untuk masuk atau keluar dari posisi investasi. Cara Market Maker meraup untung adalah dengan mengambil selisih antara harga permintaan dan penawaran dari memperdagangkan jutaan saham sehari!

Sayangnya, faktanya Money is The Root of every Evil. Tak ada kata cukup bagi keuntungan. Peribahasa tersebut menggambarkan kegilaan syahwat keuntungan, ogah rugi dan manipulatif recehan, seperti karakter Jordan Belfort di Wolf of The Wall Street. Tetapi jangan salah, di Indonesia Stock Exchange dan bursa modal lainnya di seantero dunia pun, bandar jenis ini juga bertebaran.

Lahir Untuk Mengimbangi Mafia Trading

Perilaku trading memprihatinkan jenis itulah yang akhirnya mendorong lahirnya ilmu Bandarmologi, yang mampu menganalisis, mengcounter penjerumusan, serta melindungi keuntungan para Trader lainnya.

Meskipun Investasi saham dan Trading Saham sama-sama bertujuan memperoleh keuntungan, ternyata keduanya berbeda. Inti perbedaan mereka adalah jangka waktu; investasi berfokus pada jangka panjang, sedangkan trading jangka pendek, yang akhirnya membentuk perbedaan strategi, prinsip serta tindakan.,

Penggunaan analisis Bandarmologi adalah dengan mengikuti pergerakan Market Maker dalam mendapatkan keuntungan. Jadi pada saat fase akumulasi, investor retail dapat membeli suatu saham, dan kemudian pada saat fase distribusi, menjual saham tersebut. Pendekatan analisis ini dapat dilakukan dengan mengolah data Broker Summary yang telah disediakan oleh sekuritas dengan menggunakan Excel, guna meningkatkan efektifitas kinerja trading para Trader yang fair play.

Investor dan Trader yang Fair Sehatkan Pasar Modal

Jika kamu galau mana yang lebih menguntungkan investasi saham atau trading saham, baca sekali lagi artikel ini, lalu tanyakan ke diri sendiri: mana yang karakternya lebih kamu banget? Suka berkarya dalam jangka panjang dengan hasil skala epic, atau, jangka pendek dengan hasil lumayan?

Yang manapun pilihanmu, gelutilah dengan cara tekun mencermati situasi, perkaya literasi dan teknik analisis termasuk Bandarmologi, serta passionately menjiwainya.

Tetapi, jangan ikut-ikutan bikin rumor dan menghasut pasar ala Market Maker receh ya!

Ingatlah juga untuk selalu berupaya meminimalkan risiko investasi ataupun trading saham dengan investasi reksa dana yang berintegritas, fleksibel dan menguntungkan seperti di Ajaib. Dengan aplikasi mudah, menu pilihan paket investasi variatif, minimum modal hanya Rp10.000 dan menyandang status kelulusan dari program pembinaan inkubator startup terkemuka Y Combinator di Silicon Valley, serta pengawasan penuh Otoritas Jasa Keuangan. Ajaib tetap jadi pilihan cerdas untuk kaum milenial!


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang. 

Artikel Terkait