Investasi

Akankah Keuangan Astra International pulih Tahun Ini?

astra international

Ajaib.co.id – PT Astra International Tbk (ASII) pada tahun 2019 berhasil mengumpulkan keuntungan senilai Rp21,7 triliun. Laba bersih perseroan tersebut tak jauh berbeda dengan posisi tahun 2018 yang meraih keuntungan Rp21,67 triliun. 

Kinerja keuangan Astra International kembali terjadi penurunan pada tahun 2020 dikarenakan adanya penurunan volume penjualan mobil sepanjang Januari dan Februari 2019. Padahal pada tahun 2019 kinerja keuangan Astra Internasional sempat pulih karena didukung pulihnya penjualan mobil nasional tahun 2019 dan realisasi volume penjualan mobil perseroan sepanjang tahun lalu sudah sesuai ekspektasi. Astra International berusaha mempertahankan pencapaiannya tersebut agar terealisasi lagi di tahun 2020 ini, namun kenyataannya tidak semudah itu. Meski demikian, penurunan dan pelemahan tersebut tidak akan menggoyahkan perkiraan peningkatan volume penjualan mobil perseroan hingga akhir tahun 2020.

Sepanjang pembukaan tahun 2020 yaitu bulan Januari, penjualan mobil turun sebesar 2,4% menjadi 79.983 unit dibandingkan periode Januari 2018. Penurunan tersebut diperkirakan akibat banjir yang melanda sebagian besar wilayah ibu kota awal tahun ini. Lain halnya jika dilihat dari sudut pangsa pasar, Astra International justru mampu untuk menaikkan pangsa pasarnya menjadi 50,4% pada Januari 2020 dibandingkan dengan bulan Desember 2019 yang sebesar 47,4%. Meski naik dari bulan sebelumnya, jika dilihat dari sepanjang tahun 2019 pangsa pasar Astra International tetap turun karena sepanjang tahun 2019 pangsa pasarnya sebesar 51,5%.

Astra International Optimis Mempertahankan Pangsa Pasar

Astra International tetap optimis meski ada penurunan jumlah pangsa pasar tersebut, hal itu dilontarkan oleh Stefanus Darmagiri analis Danareksa Sekuritas, katanya “Kami masih yakin bahwa perseroan mampu untuk mempertahankan pangsa pasar di level 51% tahun ini, meskipun realisasinya turun menjadi 50,4% pada Januari 2020 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 51,5%” jelas Stefanus.

Keyakinan tersebut bukan tanpa beralasan Stefanus menjelaskan stabilnya pangsa pasar penjualan mobil Astra International juga didukung oleh harga jual komoditas yang diperkirakan naik tahun ini. Hal tersebut berimbas positif terhadap penjualan mobil dengan target yang diperkirakan tumbuh sebesar 3% tahun ini.

Selain harga jual komoditas yang diperkirakan naik, pangsa pasar dan penjualan juga akan naik tahun ini karena penurunan tingkat bunga kredit pembelian kendaraan bermotor yang turun sebesar 100 basis poin tahun lalu dan pelonggaran uang muka pembelian kendaraan bermotor. Stefanus beserta tim meyakini peluang peningkatan permintaan mobil sejalan dengan ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri tahun 2020 ini.

Di sisi lain, terdapat ketidakpastian global ditambah wabah Virus Korona di Tiongkok bisa berimbas negatif terhadap ekonomi dalam negeri, khususnya aktivitas perusahaan retail atau perdagangan. Apalagi wabah Virus Korona sekarang telah memasuki Indonesia, pada hari ke-10 terhitung sejak ada kasus pasien positif Korona di Indonesia, jumlah pasien positif sudah mencapai 514 orang, hal ini membuat pemerintah memberlakukan sistem lockdown bagi masyarakat Indonesia. Seluruh yayasan pendidikan dan sebagian perkantoran ditutup oleh pemerintah yang bertujuan untuk mengurangi mewabahnya virus ini. Hal ini sangat berimbas negatif pada seluruh perusahaan perdagangan di Indonesia, termasuk penjualan mobil Astra International.

Berbagai faktor tersebut mendorong Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham Astra International dengan target harga Rp8.000,00. Target tersebut dibuat setelah mempertimbangkan ketatnya persaingan penjualan mobil dalam negeri juga perkiraan kenaikan laba bersih Astra International menjadi Rp21,94 triliun pada tahun 2020 yang dibandingkan dengan perkiraan tahun lalu sebesar Rp20,64 triliun dan ternyata realisasinya mencapai Rp21,67 triliun.

Lain halnya dengan yang dijelaskan oleh Hasbie dan Willinoy Sitorus, analis Trimegah Sekuritas. Ia menjelaskan, volume penjualan mobil Astra International hanya mencapai 40,3 ribu unit pada Januari 2020. Berdasarkan angka tersebut, menunjukkan terjadi penurunan sebesar 1,8% dibandingkan bulan Desember 2019 dan turun mencapai 4,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu Januari 2019.

Turunnya volume penjualan mobil tersebut berdampak pada pelemahan pangsa pasar penjualan mobil perseroan yang turun menjadi 50,2% pada Januari 2020. “Penurunan tersebut membuat realisasi penjualan mobil perseroan baru hingga Januari 2020 baru mencapai 7,8% dari target tahun ini. Pencapaian itu di bawah estimasi yang telah kami tetapkan. Namun demikian, kami meyakini bahwa volume penjualan mobil bulan ini diproyeksikan kembali pulih,” terang Hasbie dan Willinoy.

Sejumlah pabrikan mobil lainnya yang tidak tergabung dalam Astra International sampai bulan Maret 2020 ini telah meluncurkan beberapa mobil baru segmen MPV bawah, seperti KIA Seltos dan Suzuki XL7. Namun tidak halnya dengan Astra International yang sampai saat ini belum meluncurkan satu mobil baru pun hingga bulan Maret tahun ini.

Tetapi, Astra International tahun ini setidaknya akan meluncurkan satu mobil baru untuk level SUV bawah. Peluncuran produk baru ini diharapkan menjadi faktor utama perseroan untuk bersaing dengan pabrikan otomotif lainnya guna mempertahankan pangsa pasar di atas 50% hingga akhir 2020.

Astra International diperkirakan mampu untuk mencetak pertumbuhan volume penjualan mobil sebesar 7,3% menjadi 550.949 unit tahun ini. Volume tersebut berasal dari penjualan mobil Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks, dan Peugeot. Trimegah Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih Astra International menjadi Rp23,76 triliun tahun 2020 dibandingkan perkiraan tahun lalu sebesar Rp21,37 triliun dan perolehan tahun 2018 mencapai Rp21,67 triliun.

Sedangkan penjualan diharapkan bertumbuh menjadi Rp248,50 triliun tahun ini dibandingkan perkiraan tahun lalu mencapai Rp239,76 triliun dan perolehan tahun 2018 senilai Rp239,20 triliun.

Bacaan menarik lainnya:

Fahmi, I., & Hadi, Y. L. (2009). Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Bandung: Alfabeta.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait