Saham

GoTo Akan Listing di Bursa Amerika, Kian Ekspansif

Ajaib.co.idPT GoTo Gojek Tokopedia Tbk telah resmi mengumumkan rencana pelaksanaan pencatatan saham perdananya alias Initial Public Offering (IPO) dengan kode saham GOTO di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dengan masa penawaran awal mulai 15 Maret hingga 22 Maret 2022.

Namun tak hanya sampai di situ saja. Sesuai dengan Pasal 32 POJK No. 22/2021 setelah IPO-nya di BEI, GoTo rencananya akan melakukan Penawaran Internasional.

Berdasarkan prospektusnya yang dirilis per tanggal 15 Maret 2022, yang dimaksud dengan Penawaran Internasional adalah mencatatkan saham di New York Stock Exchange (NYSE), National Association of Securities Dealers Automated Quotations (NASDAQ), Hong Kong Stock Exchange (HKSE), Singapore Stock Exchange (SGX) atau London Stock Exchange (LSE).

GoTo punya keyakinan akan sukses selain di BEI juga di bursa lain selain di Indonesia karena aksi Pra-IPO nya telah lebih dahulu sukses menggaet lebih dari US$ 1,3 miliar atau sekitar Rp 18,6 triliun pada November 2021 sehingga valuasi GoTo meroket menjadi US$ 30-32 miliar atau sekitar Rp 429 triliun.

Rincian Penawaran Internasional GoTo

Jadi rencananya dalam jangka waktu dua tahun setelah sahamnya tercatat di BEI, emiten berencana mencari tambahan modal dari basis investor di pasar yang lebih luas.

Hal ini telah disetujui oleh Pemegang Saham pada tanggal 15 Desember 2021 yang termaktub dalam Akta No. 135/2021. Jadi secara internal tak ada lagi persetujuan yang dibutuhkan untuk melakukan Penawaran Internasional. Penawaran Internasional mengandung arti pencatatan saham di bursa efek yurisdiksi lain.

Cara GoTo agar bisa tercatat di bursa efek lain adalah dengan aksi korporasi berupa Private Placement sebanyak-banyaknya 10% dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh untuk Penawaran Internasional.

Jika kamu belum tahu Private Placement adalah pelepasan sebagian saham milik pengendali kepada publik, dalam hal ini publik yang disasar adalah para investor yang berada di bursa lain, dengan tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu alias semua orang yang belum memiliki sahamnya terlebih dahulu bisa memesan saham Private Placement.

Jadi dalam jangka waktu dua tahun sejak IPO-nya di BEI, emiten hendak melepas 10% dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh yang setara dengan 119.574.887.400 Saham Seri A, dengan risiko dilusi yang terkait, untuk ditawarkan dan dicatatkan di bursa efek yurisdiksi lain.

Belum jelas skenario Penawaran Internasional ini, namun pada pertengahan 2021 santer terdengar bahwasanya GoTo akan menggunakan perusahaan cangkang alias Special Purpose Acquisition Company (SPAC) untuk bisa melantai di bursa luar. Hal ini cukup logis untuk dilakukan karena sebuah perusahaan tak bisa serta-merta Private Placement di bursa lain.  

Kepastian Pencatatan Saham di Pasar Internasional

Lebih lanjut dalam prospektusnya emiten menambahkan bahwa realisasi Penawaran Internasional akan bergantung pada persetujuan bursa efek yurisdiksi lain, kondisi pasar, kesiapan, dan faktor lainnya.

Bursa efek yurisdiksi lain yang dimaksud adalah New York Stock Exchange (NYSE), National Association of Securities Dealers Automated Quotations (NASDAQ), Hong Kong Stock Exchange (HKSE), Singapore Stock Exchange (SGX) atau London Stock Exchange (LSE). Demikian yang diungkap dalam prospektus emiten.

Dari sisi internal, seluruh persetujuan pemegang saham untuk bisa mencatatkan saham di luar Indonesia telah didapat dan tidak menyalahi aturan karena sesuai dengan Pasal 32 POJK No. 22/2021. Jadi disimpulkan bahwa dari sisi niat, emiten sudah memiliki itikad untuk IPO di bursa asing dan hal ini tidak bertentangan dengan apapun.

Namun kepastian tentang pelaksanaan untuk menjalani prosesnya tentu tergantung dari GoTo semata, jika tak ada aral melintang maka tahun 2023 dinilai sebagai tahun yang pas untuk melantai di bursa efek yurisdiksi lain.

Yang Menarik Dari Saham GoTo

Emiten percaya diri untuk bisa mendapat penambahan modal dari banyak investor tak hanya di Indonesia, melainkan di bursa-bursa lain juga karena alasan-alasan ini:

  1. GoTo memiliki bisnis yang menjanjikan dalam hal Ride Hailing dan pemesanan makanan (GoJek), e-commerce (Tokopedia) dan pembayaran digital (GoPay alias GoTo Financial). Ketiganya adalah pemimpin dalam menguasai pangsa pasarnya masing-masing terutama di Indonesia.
  2. Meski masih merugi, namun nilai transaksi bruto (Gross Transaction Value) sudah bertumbuh positif selama 3 tahun terakhir. Dari September 2020 ke September 2021 transaksi yang dibukukan oleh GoTo adalah sebesar Rp 414 triliun lebih dengan melibatkan 55 juta konsumen.
  3. GoTo punya opsi untuk menjaga stabilnya pergerakan harga saham pasca IPO dengan skema Greenshoe. Jadi greenshoe adalah perjanjian penjaminan IPO di mana penjamin emisi membeli hingga 15% tambahan saham perusahaan atay setara dengan 7,8 miliar lembar saham pada harga penawaran. Dengan demikian harga takkan jatuh setelah IPO, hal ini adalah pelajaran yang diambil pasca IPO saham BUKA.
  4. IPO saham GoTo bukan merupakan exit strategy para investor lama karena terikat penerapan kebijakan Multiple Voting Shares (MVS) atau yang sering disebut dengan istilah SHSM. Jadi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan OJK nomor 22/POJK.04/2021 tentang penerapan klasifikasi saham dengan hak suara multipel atau multiple voting shares (MVS). Kebijakan MVS melarang para pemegang saham eksisting (investor lama) untuk menjual atau memindahtangankan saham GoTo yang dimilikinya antara 8 bulan sampai dengan 2 tahun, tergantung klasifikasi saham yang dimilikinya.

Tujuan IPO di Berbagai Bursa

Andre Soelistyo sebagai CEO Group dari GoTo mengatakan bahwa modal yang diserap akan digunakan untuk mengembangkan ekosistem untuk menumbuhkan jumlah pelanggan dan perluasan pangsa pasar di Asia Tenggara.

Integrasi armada transportasi GoJek dengan e-commerce Tokopedia akan melahirkan pengalaman bisnis ekonomi yang sangat menarik. GoTo hendak memperluas sinergi keduanya sehingga melahirkan inovasi baru bagi masyarakat.

Hal ini tentu membutuhkan modal tambahan dan dengan demikian GoTo membuka diri ke pasar lokal dan internasional agar publik bisa ikut merasakan pengalaman menjadi bagian dari perusahaan rintisan lokal berskala Decacorn.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait