Analisis Saham

Saham IPCM Menguat Sejak Akhir 2020, Bagaimana Peluangnya?

Saham IPCM
Saham IPCM

Ajaib.co.id – Saham IPCM seolah bangkit di tengah pandemi. Saham milik IPC Marine terlihat menguat sejak akhir 2020. PT Jasa Armada Indonesia (JAI) Tbk atau disebut IPC Marine merupakan perusahaan yang bergerak di bidang layanan pemanduan dan penundaan kapal yang beroperasi sejak 1960.

JAI adalah anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero). Layanan yang diberikan perusahaan untuk pelanggan yaitu pemanduan (pilotage) dan penundaan (towage) untuk kapal kontainer, curah kering dan cair, transportasi air pedalaman, dan kapal lepas laut.

Pada Desember 2017, JAI tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan kode saham IPCM, perseroan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering, IPO) di level Rp 380.

Adapun pemilik saham IPCM per 31 Desember 2019 adalah PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) sebesar 76,89%, Reksa Dana Terproteksi Insight Terproteksi 44 dengan porsi kepemilikan 6,32%, dan masyarakat dengan 16,79%.

IPCM Ekspansi Layanan Di Luar Pelabuhan

Tahun ini, IPCM melakukan ekspansi layanan jasa pemanduan dan penundaan kapal di luar wilayah pelabuhan yang dikelola induk usaha PT Pelabuhan Indonesia II (IPC), Bisnis.com (11/04/2021). Perseroan akan menggarap proyek di Pelabuhan Internasional Patimban dan terminal khusus (tersus) PT Jawa Satu Power.

Manager Operasi & Komersial V IPCM Yosia mengatakan bahwa kinerja perseroan ditandai dengan peluncuran Pelabuhan Internasional Patimban yang disaksikan oleh Presiden Joko Widodo pada 20 Desember 2020. Perseroan menerima pelaksanaan layanan jasa pemanduan dan penundaan dari Kementerian Perhubungan sejak November lalu.

Saat ini, perseroan menyiapkan tiga kapal pandu tunda dan siap menambah kapal kapanpun jika kegiatan di Pelabuhan Patimban bertambah. Captain Herwantono, Koordinator Pandu (pilot) Pelabuhan Internasional Patimban IPCM mengatakan perseroan akan memberikan layanan dengan baik karena memiliki sumber daya manusia yang bermutu.

Belum lama ini, IPCM berhasil mengawal kapal Ro-Ro MV Suzuka Express berbendera Panama dengan panjang 150 meter dan berat 43.810 GT menuju Brunei Darussalam dengan aman dan lancar. Kapal tersebut berkapasitas lebih dari 3.000 kendaraan bermotor.

Pendapatan Naik di Tengah Pandemi

Di tengah pandemi, pendapatan IPCM tumbuh sekitar 2% yoy menjadi Rp 696,56 miliar selama 2020. Tahun sebelumnya, pendapatan perseroan sebesar Rp 681,67 miliar. Namun laba bersih turun menjadi Rp80,23 miliar dibandingkan tahun sebelumnya Rp90,04 miliar.

Direktur Utama IPCM Amri Yusuf menjelaskan kontribusi pendapatan datang dari jasa towage senilai Rp614 miliar atau menyumbangkan 88% dari total pendapatan, jasa pilotage berkontribusi sebesar Rp 25 miliar atau berkontribusi 4%, jasa pengelolaan kapal Rp 56 miliar atau menyumbangkan 8%.

Pendapatan jasa kapal berdasarkan segmen terdiri dari Pelabuhan Umum, Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS), dan Terminal Khusus (Tersus). Pendapatan TUKS melejit 39% yoy menjadi Rp 107 miliar dibandingkan tahun sebelumnya Rp 77 miliar, pendapatan Terus tumbuh 23% menjadi Rp88 miliar, dan pendapatan Pelabuhan Umum turun 7% yoy menjadi Rp443 miliar.

Sedangkan total aset meningkat 10% yoy menjadi Rp1,4 triliun. Menurut Direktur Utama IPCM Amri Yusuf, keuangan perseroan dalam kondisi baik, termasuk likuiditas di mana rasio kas dan setara terhadap aset lancar mencapai 69,9%, Investor.id (09/04/2021). Perseroan juga mempunyai modal kuat untuk modal kerja plus rencana ekspansi yang sedang berjalan.

Kinerja IPCM

Kinerja keuangan IPCM sejak 2016 hingga 2020 cukup baik. Perseroan mampu membukukan laba bersih, meskipun total pendapatan cenderung menurun. Pada 2020, IPCM telah melakukan beberapa hal, yatu:

–   Melakukan penyesuaian bisnis di tengah pandem covid-19.

–   Memperoleh pasar baru di Pelabuhan Patimban, Tersus Jawa Satu Power, dan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak.

–   Menambah empat kapal tunda dengan daya 2×2200 HP untuk memperluas pasar.

Sementara itu, kinerja 2019 ditopang oleh strategi:

–   Perluasan pasar ke ambang luar Sungai Musi, TUKS Titan, TUKS wilayah Gandus, Teluk Melano, dan Kendawangan.

–   Meningkatkan kinerja keuangan, seperti menambah aset 10% dan mempercepat pembayaran agar Average Collection Period (ACP) turun menjadi 61 hari.

–   Meningkatkan jumlah investasi menjadi Rp 301 miliar.

–   Memperkuat manajemen dan SDM melalui perubahan manajemen.

Berdasarkan data rasio yang dikutip dari laman Ajaib, perseroan masih mampu menjaga kinerja keuangannya. Perseroan juga bisa menurunkan CR, karena CR yang tinggi menunjukkan banyak dana menganggur yang bisa mengurangi kinerja perseroan.

Prospek Bisnis IPCM

Direktur Komersial dan Operasi IPCM Shanti Puruhita menjelaskan perseroan akan menambah empat unit armada baru tahun ini, Kontan.co.id (09/04/2021). Penambahan tersebut akan memerlukan dana investasi sebesar Rp 95,4 miliar.

Saat ini, kata Shanti, masih dalam tahap persiapan. Penambahan armada berupa satu unit kapal tunda dan tiga motor pandu yang diperkirakan selesai pada 2023. Perseroan berharap, armada baru dapat menjaga layanan level guarantee dan level agreement kepada pelanggan.

Selain itu, perseroan memiliki target pipeline yang sedang diincar untuk menjadi pasar baru di daerah Pontianak, Jambi, Jawa, dan lainnya. Sebelumnya, kapal perseroan telah beroperasi di perairan wajib pandu Pelabuhan Internasional Patimban dan Terminal Khusus (Tersus) PT Jawa Satu Power.

Beli atau Abaikan?

Sejak akhir 2020, harga saham IPCM menunjukkan penguatannya. Meski demikian harganya belum melewati ketika IPO.Pada penutupan bursa 26 April lalu, saham IPCM ditutup di level Rp286. Untuk PER 23,45 kali dan PBV 1,72 kali. Sebagai perbandingan adalah saham BULL. Harga penutupan 26 April Rp306 dengan PER 4,57 kali dan PBV 0,77 kali.

Saham IPCM layak untuk dibeli. Hanya saja investor harus tahan banting dan sabar. Karena saham ini kapitalisasinya rendah, sehingga harganya mudah fluktuatif. Terlebih saat pandemi sekarang ini, dimana kegiatan ekonomi belum stabil.

Disclaimer

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait