5 Penyebab Susah Nabung yang Seringnya Tidak Disadari

penyebab susah nabung
penyebab susah nabung

Ajaib.co.id – Ada penyebab susah nabung yang membuat kamu tidak bisa mengumpulkan uang dengan optimal. Apa saja penyebab susah nabung tersebut? Simak ulasan redaksi Ajaib berikut ini.

Kerja udah mau setahun, tapi saldo rekening segitu-segitu aja? Baru top-up uang elektronik minggu lalu, tapi saldonya tiba-tiba habis? Kalau kamu merasakan hal-hal ini, kamu tidak sendirian! Pada kenyataannya, yang namanya nabung itu memang sulit dilakukan. Faktor penyebabnya macam-macam, tapi sebagian besar bisa datang dari dirimu sendiri. Nah, jangan mengeluh dulu kalau saldo rekening kamu segitu-segitu aja, mungkin ada beberapa kebiasaanmu sehari-hari yang perlu diubah. Yuk, intip lima penyebab susah nabung yang sering orang lupakan.

Tidak Punya Rencana dan Tujuan

Apa tujuanmu menabung? Punya tabungan dan aset melimpah mungkin jadi tujuan hidup sebagian orang. Tujuannya bisa macam-macam, ada yang memang ingin menabung sebagai persiapan hari tua, untuk memenuhi kebutuhan di masa depan, untuk biaya tak terduga, atau karena ingin merasa lebih tenang dan aman secara finansial. Nah, kalau selama ini kamu masih merasa sulit menabung, kamu bisa coba tetapkan dan ingat tujuan sebenarnya kamu menabung.

Misalnya, kalau kamu sudah menetapkan tujuan menabung untuk bisa liburan ke luar negeri tahun depan, coba ingat tujuan itu setiap kali kamu ingin belanja hal-hal yang tidak perlu. Siapa tahu kamu jadi benar-benar termotivasi untuk menyisihkan pengeluaran dan mulai disiplin menabung.

Dengan mengetahui tujuan kamu menabung, kamu bisa mulai dari langkah kecil seperti menyiapkan rencana keuangan setiap bulannya. Jangan mengeluh nabung itu sulit tapi tidak membuat rencana dan tujuan yang jelas, karena kamu akan semakin merasa terpaksa ketika melakukannya.

Menabung Hanya Jika Ada Sisa Uang

Ini salah satu faktor penyebab susah nabung yang masih sering dilakukan banyak orang. Tidak punya sisa uang jadi alasan untuk tidak menabung. Mungkin uangmu yang didapat setelah gajian langsung dipakai untuk membayar cicilan atau dialokasikan untuk kebutuhan sehari-hari, lalu menabung jika ada sisa uang saja. Kalau pola ini terus dilakukan, bisa-bisa uangmu akan habis begitu saja untuk keperluan-keperluan yang tidak begitu penting.

Nah, jangan mengeluh saldo rekeningmu cepat habis kalau kamu memang tidak mengalokasikan uangmu dengan benar. Setelah gajian, segera alokasikan beberapa persen gajimu untuk ditabung. Agar lebih efektif, tabungan ini harus terpisah dengan rekening yang kamu gunakan untuk transaksi sehari-hari agar uang tabunganmu tidak terganggu atau terpakai untuk hal-hal yang tidak penting.

Terlalu Banyak Melakukan Self-Reward

“Ini namanya self-reward, bentuk apresiasi untuk diri sendiri yang udah kerja keras!” Kalimat ini pasti sering kamu jadikan alasan saat kamu mulai sadar pengeluaranmu sudah melebihi batas karena nafsu semata. Wajar saja jika kamu ingin menikmati hasil jerih payahmu bekerja, tapi ingat, uangmu bisa habis begitu saja jika tidak terkontrol dengan baik. Jangan mengeluh terus kalau saldo uang elektronikmu cepat habis sebelum waktunya, padahal selalu kamu pakai jajan tiap ada promo cashback yang jumlahnya tidak seberapa.

Kebiasaan ini memang sulit diubah karena butuh kemampuan mengontrol diri yang cukup tinggi. Kamu bisa coba menerapkan poin sebelumnya, yaitu berniat sepenuh hati untuk memiliki tabungan agar bisa mencapai tujuan tertentu. Jika kamu sudah benar-benar tahu tujuanmu menabung, tentunya akan semakin mudah untuk menahan diri mengeluarkan uang dengan alasan self-reward, karena sudah punya reward lebih besar yang sesungguhnya untuk masa depan.

Punya Latte Factor yang Tidak Disadari

Latte factor adalah istilah yang diperkenalkan oleh David Bach, salah seorang pakar keuangan. Istilah ini mengacu pada pengeluaran kecil yang tidak disadari tetapi rutin dilakukan setiap hari. Kebiasaanmu beli kopi atau boba favorit setiap hari, rutin beli camilan setiap kali pulang kantor, hingga biaya administrasi dari top-up uang elektronik adalah beberapa pengeluaran yang termasuk ke dalam latte factor. Coba ingat-ingat lagi, berapa biaya yang sudah kamu keluarkan untuk beli es kopi bulan ini?

Tenang saja, latte factor ini bisa kamu atasi agar rencana menabungmu tetap berjalan lancar. Kamu bisa mulai dengan mencari apa saja latte factor-mu. Coba mulai catat pengeluaran harianmu dan kategorikan pengeluaran apa saja yang tidak terlalu penting. Lalu, pertimbangkan apakah pengeluaran tersebut bisa kamu hentikan sama sekali, kamu kurangi sedikit demi sedikit, atau benar-benar tidak bisa kamu hindari. Kalau tidak bisa kamu hindari, artinya kamu perlu mencari alternatif untuk pengeluaran semacam ini. Misalnya, jika kamu punya kebiasaan makan camilan sambil kerja, kamu bisa siapkan stok camilan sendiri dari rumah agar tidak kebablasan membeli makanan di luar.

Bilang “Ayo” Tiap Diajak Hangout

Ada tempat nongkrong baru yang sedang tren. Teman-temanmu mengajakmu pergi ke sana di akhir minggu, padahal saldo rekeningmu hanya cukup untuk makan sehari-hari. Akhirnya kamu tetap mengiyakan ajakan tersebut karena tidak mau kalah hits dan ingin melewatkan momen bersama teman-teman. Apakah kamu familiar dengan situasi ini?

Di era media sosial seperti sekarang ini, mencoba segala sesuatu yang sedang tren seakan menjadi kebutuhan, bukan keinginan semata. Hal ini tentu bisa berdampak negatif jika kamu lakukan tanpa pertimbangan. Jika kamu selalu bilang “ayo” untuk setiap ajakan hangout padahal kondisi keuanganmu sedang tidak baik, jangan mengeluh kalau pada akhirnya kamu kesulitan menabung. Mulai sekarang, kamu bisa coba lebih tegas mengatakan “tidak” ketika berhadapan dengan situasi semacam ini. Tentunya, agar kamu bisa lebih mudah menabung dan melindungi keadaan finansialmu sendiri.

Menabung memang sesuatu yang tidak mudah dilakukan, tapi hasilnya sepadan dan akan kamu rasakan manfaatnya di masa depan. Selain menabung, kamu juga perlu mulai berinvestasi untuk mencapai tujuan finansialmu, baik yang akan dicapai dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Apapun tujuanmu berinvestasi, pastikan kamu lakukan investasi yang aman dengan aplikasi Ajaib. Ada berbagai pilihan reksa dana yang bisa kamu sesuaikan dengan rencana finansialmu.

Bacaan menarik lainnya:

Affa, Robert C. & M.D. JK Lasser. (2001). Expert Financial Planning. JohnWiley & Son, Inc.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait