Berita

UNTR Fokus Kembangkan Bisnis Pertambangan Mineral

Ilustrasi sektor konstruksi.

PT United Tractors Tbk (UNTR) kini tengah melangkah maju dengan memacu bisnis di sektor pertambangan nonbatubara. Perusahaan akan mengembangkan bisnis di sektor pertambangan mineral. Seperti diketahui saat ini sudah ada tambang emas dan akan menjajaki tambang nikel.

Tidak hanya berbicara tentang rencana saja, UNTR juga telah bergerak nyata dengan mempersiapkan tambang emas di Sumbawa yang dijadwalkan akan beroperasi pada tahun 2023. Langkah ini merupakan bukti nyata dari niat serius perusahaan dalam memperluas sektor pertambangan mineral.

Sebagai informasi tambahan, pada tahun 2015, UNTR melalui anak usahanya, PT Pamapersada Nusantara, telah mengakuisisi 75,5% saham PT Sumbawa Jutaraya (SJR), sebuah perusahaan eksplorasi pertambangan emas di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tambang emas di Sumbawa diperkirakan akan memiliki kapasitas produksi sekitar 60.000 ons per tahun. Tak hanya itu, UNTR juga memiliki tambang emas Martabe yang dioperasikan oleh PT Agincourt Resources.

Sara K. Loebis, Sekretaris Perusahaan UNTR, menjelaskan bahwa hingga kuartal I tahun 2023, UNTR telah mengalokasikan belanja modal mencapai Rp 4,7 triliun.

Dana tersebut sebagian besar dialokasikan untuk pembelian alat berat, khususnya untuk lini bisnis kontraktor penambangan dengan tujuan menggantikan alat yang sudah usang.

Sementara itu, hingga bulan Mei tahun 2023, penjualan alat berat UNTR mencapai 2.669 unit. Jumlah ini mengalami peningkatan dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai 2.400 unit.

Rincian penjualan alat berat UNTR menunjukkan bahwa sektor pertambangan mendominasi dengan 64%, diikuti oleh sektor konstruksi sebesar 15%, sektor kehutanan sebesar 14%, dan sektor pertanian sebesar 7%.

Sara menyatakan bahwa pencapaian penjualan alat berat saat ini sejalan dengan target yang telah ditetapkan perusahaan. “Pencapaian ini masih sesuai dengan proyeksi akhir tahun sekitar 6.000 unit,” jelas Sara.

Melihat performa keuangan UNTR, tercatat bahwa pada kuartal I tahun 2023, perusahaan berhasil mencatat laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 5,3 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 23% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2022 yang mencapai Rp 4,3 triliun.

Kenaikan laba bersih ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan. Berdasarkan laporan keuangan di laman Bursa Efek Indonesia pada Selasa (18/4), pendapatan bersih konsolidasian UNTR mencapai Rp 34,9 triliun, atau meningkat sebesar 25% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022.

Sumber: United Tractors (UNTR) Jajaki Tambang Nikel dengan pengubahan seperlunya.

Artikel Terkait