Investasi

Satgas Waspada Investasi, Pengawas Keuangan Terbaik dari OJK

Satgas Waspada Investasi, Pengawas Keuangan Terbaik dari OJK

Satgas Waspada Investasi (SWI) dikabarkan menutup berbagai perusahaan investasi bodong yang merugikan masyarakat pada September lalu. Dilansir dari CNBCindonesia.com, paling tidak ada 49 usaha keuangan tak berizin yang telah ditutup. Usaha tersebut antara lain trading forex, investasi uang, aplikasi investasi, dan bisnis online. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga pengawas keuangan yang siap mengawasi kegiatan layanan keuangan di Indonesia memang menugaskan SWI untuk jeli merazia investasi bodong. Tugas organisasi ini adalah menangani kasus investasi ilegal yang beredar di masyarakat. Selain itu, dilakukan pula berbagai edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar terhindari investasi bodong.

Minimnya literasi keuangan di Indonesia memang menjadi faktor tingginya kasus penipuan berkedok investasi sehingga organisasi ini sangat dibutuhkan. Terbukti dari kasus yang telah mencuat ke publik maupunyang terus dirazia oleh SWI. Namun apa sebenarnya fungsi dari SWI ini dan pengaruhnya bagi masyarakat investor? Berikut 5 fakta yang Ajaib himpun soal SWI

Berdiri sejak 2016

Tren investasi di Indonesia memang naik salah satunya dengan adanya kemajuan teknologi. Merespon hal ini, OJK membentuk SWI atau nama lengkapnya Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi. Pendiriannya dituangkan dalam Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor : 01/KDK.01/2016 tanggal 01 Januari 2016.

Gabungan banyak lembaga dan organisasi

Berbagai tugas dan fungsi SWI membutuhkan keahlian dan kewenangan banyak pihak sehingga organisasi ini dibentuk dengan kerjasama banyak lembaga. Selain OJK, ada pula Kementriaan Perdagangan, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Kementriaan Kooperasi dan UKM, Kementriaan Komunikasi dan Informasi, Kejaksaan RI, dan Polri. 

Tutup 27 lembaga penawaran investasi ilegal

Selama tahun 2019, SWI telah menutup 27 usaha investasi ilegal terkait tradig forex, investasi mata uang digital, MLM, travel umrah dan model investasi lainnya. Bukan hanya tak berizin, usaha tersebut juga berpotensi menipu masyarakat dengan menawarkan iming-iming keuntungan yang tidak masuk akal. 

Basmi 133 fintech bodong

SWI juga telah menutup 133 fintech berbasis peer to peer (P2P) lending tak berizin di berbagai daerah. Dengan jumlah ini, ada 1.073 fintech bodong yang telah ditutup oleh SWI selama tahun 2019. Jumlah ini meningkat jauh dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 404 fintech. 

Banyaknya fintech ilegal salah satunya karena minimnya akses keuangan formal untuk masyarakat. Sehingga ketika ada tawaran keuangan, meskipun tidak masuk akal, masyarakat gampang tergoda. Padahal saat ini baru ada 88 perusahaan teknologi keuangan yang secara resmi terdaftar di OJK. SWI juga telah menjalin kerjasama termasuk dengan Kominfo dan Google untuk memblokir fintech bodong tersebut. 

Laporan masyarakat

Berbagai tindakan yang telah dilakukan SWI salah satunya berasal dari informasi masyarakat yang masuk. Kalau kamu atau sekitarmu mengalami kasus penipuan investasi bodong atau curiga maka bisa melakukan pelaporan pada satgas ini. Bisa dengan menghubungi Pengawas keuangan Sekretariat SWI melalui email [email protected]

Itulah beberapa tugas keren dari pengawas keuangan dari OJK. Dengan petugas ini, kamu tidak perlu khawatir lagi terjebak investasi bodong. Jadi, sebelum kamu berinvestasi, cek terlebih dulu apakah perusahaan tersebut sudah tersertifikasi OJK atau belum?

Bacaan menarik lainnya:

World Bank/International Finance Corporation (2013). Doing business (2013): Smarter regulations for small and medium-size enterprises. 10th Edition. IBRD: Washington, DC


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait