
Sumber Tani Agung Resources Tbk.
Primer
Day Trading
Trading Limit
Laporan keuangan kuartal 3 STAA telah terbit. STAA berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp1.505.372.000.000 pada kuartal ini. Pendapatan ini naik 6.00% dari tahun sebelumnya sebesar Rp1.418.219.000.000. Pada kuartal ini STAA meraup profit sebesar Rp267.968.000.000, total profit ini naik 10.00% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp244.436.000.000. Dengan total pendapatan dan profit STAA pada kuartal ini, STAA mencatat profit margin sebesar 0.13% atau lebih kecil dari tahun lalu yang sebesar 0.20%.
🧠 Danantara Akan Restrukturisasi & Konsolidasi BUMN hingga Akhir 2025 COO Danantara, Dony Oskaria, mengatakan pada Rabu (23/7) bahwa pihaknya memiliki 22 program kerja yang akan dilakukan hingga akhir 2025. Meski tidak menjelaskannya secara rinci, Dony menyebut program–program kerja tersebut mencakup restrukturisasi, konsolidasi, dan pengembangan bisnis BUMN, yang terdiri dari: ▪️ Restrukturisasi di 4 sektor, yakni bisnis maskapai penerbangan, manufaktur baja, kereta api cepat, dan asuransi. ▪️ Konsolidasi bisnis di 9 sektor, yakni bisnis konstruksi, pupuk, rumah sakit, hotel, gula, hilirisasi minyak, asuransi, manajemen aset, dan kawasan industri. ▪️ Pengembangan bisnis akan menyasar sektor bisnis koperasi, pangan, baterai, semen, perbankan syariah, telekomunikasi, dan industri galangan kapal. Terkait rencana konsolidasi BUMN Karya, Dony mengatakan bahwa pihaknya akan mengkonsolidasikan anak–anak usaha yang tidak berkaitan langsung dengan inti bisnis. Rencana konsolidasi BUMN Karya sendiri bukanlah hal baru, mengingat wacana ini telah muncul sejak 2023. Sementara itu, anggota Komisi VI DPR, Ahmad Labib, mengingatkan kepada Danantara untuk menghindari model konglomerasi dalam menjalankan program konsolidasi dan transformasi BUMN. Ahmad mengatakan bahwa model konglomerasi yang sebelumnya diterapkan BUMN justru tidak produktif dan kerap menjadi sumber inefisiensi pada masa lalu. Kontan melaporkan bahwa Danantara dan Komisi XI DPR juga menggelar rapat secara tertutup pada Rabu (23/7). Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menjelaskan bahwa rapat tersebut digelar secara tertutup karena beberapa hal yang disampaikan Danantara dikhawatirkan akan memengaruhi pasar, mengingat informasi tersebut bersifat insider. Stockbit Snips 24 Juli 2025 tag $PGEO $PSAB $HRTA $ENRG $RAJA $COCO $GZCO $STAA $BAJA $CBUT $DRMA $CUAN $PTRO $CDIA
Analisis $STAA dengan MACD Mari kita bahas tentang $STAA menggunakan indikator MACD! Perhatikan tren dari November ke Desember, $STAA menunjukkan fluktuasi stabil. Awal Desember menampilkan lonjakan singkat sebelum penurunan beruntun yang menunjukkan sinyal 'cross' MACD bearish di pertengahan Desember, menandakan potensi penurunan lebih lanjut. Sayangnya, prospeknya tidak terlalu cerah.
Analisis On-Balance Volume (OBV) pada Saham $STAA Sekedar tahu, OBV adalah salah satu indikator yang bisa bantu kita lihat kemana arah $STAA bakal melangkah. Dari data yang ada, kita lihat ada pola naik-turun harga dan juga volume. Tanggal 3 Des, harga naik signifikan dari 815 ke 845, kemudian naik lagi tanggal 4 Des ke 875, berpotensi menaikkan OBV saat itu. Tapi, pergerakan volume besar tanpa kenaikan harga berarti bisa indikasi tekanan negatif. Jadi penting untuk selalu awas dan disiplin dalam memahami risiko, jangan cuma andalkan satu indikator.
Laporan keuangan kuartal 3 STAA telah terbit. STAA berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp1.505.372.000.000 pada kuartal ini. Pendapatan ini naik 6.00% dari tahun sebelumnya sebesar Rp1.418.219.000.000. Pada kuartal ini STAA meraup profit sebesar Rp267.968.000.000, total profit ini naik 10.00% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp244.436.000.000. Dengan total pendapatan dan profit STAA pada kuartal ini, STAA mencatat profit margin sebesar 0.13% atau lebih kecil dari tahun lalu yang sebesar 0.20%.
🧠 Danantara Akan Restrukturisasi & Konsolidasi BUMN hingga Akhir 2025 COO Danantara, Dony Oskaria, mengatakan pada Rabu (23/7) bahwa pihaknya memiliki 22 program kerja yang akan dilakukan hingga akhir 2025. Meski tidak menjelaskannya secara rinci, Dony menyebut program–program kerja tersebut mencakup restrukturisasi, konsolidasi, dan pengembangan bisnis BUMN, yang terdiri dari: ▪️ Restrukturisasi di 4 sektor, yakni bisnis maskapai penerbangan, manufaktur baja, kereta api cepat, dan asuransi. ▪️ Konsolidasi bisnis di 9 sektor, yakni bisnis konstruksi, pupuk, rumah sakit, hotel, gula, hilirisasi minyak, asuransi, manajemen aset, dan kawasan industri. ▪️ Pengembangan bisnis akan menyasar sektor bisnis koperasi, pangan, baterai, semen, perbankan syariah, telekomunikasi, dan industri galangan kapal. Terkait rencana konsolidasi BUMN Karya, Dony mengatakan bahwa pihaknya akan mengkonsolidasikan anak–anak usaha yang tidak berkaitan langsung dengan inti bisnis. Rencana konsolidasi BUMN Karya sendiri bukanlah hal baru, mengingat wacana ini telah muncul sejak 2023. Sementara itu, anggota Komisi VI DPR, Ahmad Labib, mengingatkan kepada Danantara untuk menghindari model konglomerasi dalam menjalankan program konsolidasi dan transformasi BUMN. Ahmad mengatakan bahwa model konglomerasi yang sebelumnya diterapkan BUMN justru tidak produktif dan kerap menjadi sumber inefisiensi pada masa lalu. Kontan melaporkan bahwa Danantara dan Komisi XI DPR juga menggelar rapat secara tertutup pada Rabu (23/7). Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menjelaskan bahwa rapat tersebut digelar secara tertutup karena beberapa hal yang disampaikan Danantara dikhawatirkan akan memengaruhi pasar, mengingat informasi tersebut bersifat insider. Stockbit Snips 24 Juli 2025 tag $PGEO $PSAB $HRTA $ENRG $RAJA $COCO $GZCO $STAA $BAJA $CBUT $DRMA $CUAN $PTRO $CDIA
Analisis $STAA dengan MACD Mari kita bahas tentang $STAA menggunakan indikator MACD! Perhatikan tren dari November ke Desember, $STAA menunjukkan fluktuasi stabil. Awal Desember menampilkan lonjakan singkat sebelum penurunan beruntun yang menunjukkan sinyal 'cross' MACD bearish di pertengahan Desember, menandakan potensi penurunan lebih lanjut. Sayangnya, prospeknya tidak terlalu cerah.
Analisis On-Balance Volume (OBV) pada Saham $STAA Sekedar tahu, OBV adalah salah satu indikator yang bisa bantu kita lihat kemana arah $STAA bakal melangkah. Dari data yang ada, kita lihat ada pola naik-turun harga dan juga volume. Tanggal 3 Des, harga naik signifikan dari 815 ke 845, kemudian naik lagi tanggal 4 Des ke 875, berpotensi menaikkan OBV saat itu. Tapi, pergerakan volume besar tanpa kenaikan harga berarti bisa indikasi tekanan negatif. Jadi penting untuk selalu awas dan disiplin dalam memahami risiko, jangan cuma andalkan satu indikator.