Saham Terkait



Lihat saham-saham Top Loser hari ini : 1. MPXL 139 (-14.72 %) 2. CBUT 1045 (-14.69 %) 3. APEX 140 (-14.63 %)




Lihat saham-saham Top Loser hari ini : 1. MPXL 139 (-14.72 %) 2. CBUT 1045 (-14.69 %) 3. APEX 140 (-14.63 %)




Lihat saham-saham Top Loser hari ini : 1. MPXL 139 (-14.72 %) 2. CBUT 1045 (-14.69 %) 3. APEX 140 (-14.63 %)




Lihat saham-saham Top Loser hari ini : 1. MPXL 139 (-14.72 %) 2. CBUT 1045 (-14.69 %) 3. APEX 140 (-14.63 %)


Citra Borneo Utama Tbk.
Primer
🧠 Danantara Akan Restrukturisasi & Konsolidasi BUMN hingga Akhir 2025 COO Danantara, Dony Oskaria, mengatakan pada Rabu (23/7) bahwa pihaknya memiliki 22 program kerja yang akan dilakukan hingga akhir 2025. Meski tidak menjelaskannya secara rinci, Dony menyebut program–program kerja tersebut mencakup restrukturisasi, konsolidasi, dan pengembangan bisnis BUMN, yang terdiri dari: ▪️ Restrukturisasi di 4 sektor, yakni bisnis maskapai penerbangan, manufaktur baja, kereta api cepat, dan asuransi. ▪️ Konsolidasi bisnis di 9 sektor, yakni bisnis konstruksi, pupuk, rumah sakit, hotel, gula, hilirisasi minyak, asuransi, manajemen aset, dan kawasan industri. ▪️ Pengembangan bisnis akan menyasar sektor bisnis koperasi, pangan, baterai, semen, perbankan syariah, telekomunikasi, dan industri galangan kapal. Terkait rencana konsolidasi BUMN Karya, Dony mengatakan bahwa pihaknya akan mengkonsolidasikan anak–anak usaha yang tidak berkaitan langsung dengan inti bisnis. Rencana konsolidasi BUMN Karya sendiri bukanlah hal baru, mengingat wacana ini telah muncul sejak 2023. Sementara itu, anggota Komisi VI DPR, Ahmad Labib, mengingatkan kepada Danantara untuk menghindari model konglomerasi dalam menjalankan program konsolidasi dan transformasi BUMN. Ahmad mengatakan bahwa model konglomerasi yang sebelumnya diterapkan BUMN justru tidak produktif dan kerap menjadi sumber inefisiensi pada masa lalu. Kontan melaporkan bahwa Danantara dan Komisi XI DPR juga menggelar rapat secara tertutup pada Rabu (23/7). Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menjelaskan bahwa rapat tersebut digelar secara tertutup karena beberapa hal yang disampaikan Danantara dikhawatirkan akan memengaruhi pasar, mengingat informasi tersebut bersifat insider. Stockbit Snips 24 Juli 2025 tag $PGEO $PSAB $HRTA $ENRG $RAJA $COCO $GZCO $STAA $BAJA $CBUT $DRMA $CUAN $PTRO $CDIA
Ekspor Minyak Sawit Indonesia ke AS Berpotensi Turun 15–20% Karena Tarif Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Hadi Sugeng, mengatakan bahwa ekspor minyak sawit dari Indonesia ke AS dapat turun sekitar 15–20% karena tarif 32% yang dikenakan oleh AS terhadap produk impor asal Indonesia. Hadi menjelaskan bahwa rata–rata ekspor minyak sawit Indonesia ke AS mencapai 2,25 juta metrik ton per tahun dalam 3 tahun terakhir. Selama 2024 sendiri, Indonesia mengekspor 29,5 juta ton produk minyak sawit ke pasar global. Produk minyak sawit Indonesia – yang mencakup 85% dari impor kelapa sawit AS – dapat kehilangan pangsa pasar terhadap minyak sawit Malaysia, mengingat Malaysia dikenakan tarif yang lebih rendah di level 25%. Selain itu, Hadi menyebut daya saing minyak sawit Indonesia juga akan menurun terhadap minyak nabati lainnya – seperti minyak kedelai dan minyak lobak – terutama jika negara–negara pengekspor minyak nabati tersebut menerima tarif yang lebih rendah. [Sumber: Reuters] _____ Stockbit Sekuritas $SSMS $CBUT $SMAR $LSIP $SIMP $TBLA $AALI
Analisis ADX Saham $CBUT Saham $CBUT ini menunjukkan volatilitas yang cukup menarik belakangan ini. Berdasarkan data harga buka dan tutup, kita bisa menghitung ADX (Average Directional Index) untuk mengevaluasi tren. Sejak awal 2025, range harga fluktuatif membuat ADX berfluktuasi. Dengan peningkatan harga dari $950 pada 2024-12-30 menjadi $1155 di akhir Januari 2025, menunjukkan momentum positif. Pantau terus untuk peluang untung! 🚀
🧠 Danantara Akan Restrukturisasi & Konsolidasi BUMN hingga Akhir 2025 COO Danantara, Dony Oskaria, mengatakan pada Rabu (23/7) bahwa pihaknya memiliki 22 program kerja yang akan dilakukan hingga akhir 2025. Meski tidak menjelaskannya secara rinci, Dony menyebut program–program kerja tersebut mencakup restrukturisasi, konsolidasi, dan pengembangan bisnis BUMN, yang terdiri dari: ▪️ Restrukturisasi di 4 sektor, yakni bisnis maskapai penerbangan, manufaktur baja, kereta api cepat, dan asuransi. ▪️ Konsolidasi bisnis di 9 sektor, yakni bisnis konstruksi, pupuk, rumah sakit, hotel, gula, hilirisasi minyak, asuransi, manajemen aset, dan kawasan industri. ▪️ Pengembangan bisnis akan menyasar sektor bisnis koperasi, pangan, baterai, semen, perbankan syariah, telekomunikasi, dan industri galangan kapal. Terkait rencana konsolidasi BUMN Karya, Dony mengatakan bahwa pihaknya akan mengkonsolidasikan anak–anak usaha yang tidak berkaitan langsung dengan inti bisnis. Rencana konsolidasi BUMN Karya sendiri bukanlah hal baru, mengingat wacana ini telah muncul sejak 2023. Sementara itu, anggota Komisi VI DPR, Ahmad Labib, mengingatkan kepada Danantara untuk menghindari model konglomerasi dalam menjalankan program konsolidasi dan transformasi BUMN. Ahmad mengatakan bahwa model konglomerasi yang sebelumnya diterapkan BUMN justru tidak produktif dan kerap menjadi sumber inefisiensi pada masa lalu. Kontan melaporkan bahwa Danantara dan Komisi XI DPR juga menggelar rapat secara tertutup pada Rabu (23/7). Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menjelaskan bahwa rapat tersebut digelar secara tertutup karena beberapa hal yang disampaikan Danantara dikhawatirkan akan memengaruhi pasar, mengingat informasi tersebut bersifat insider. Stockbit Snips 24 Juli 2025 tag $PGEO $PSAB $HRTA $ENRG $RAJA $COCO $GZCO $STAA $BAJA $CBUT $DRMA $CUAN $PTRO $CDIA
Ekspor Minyak Sawit Indonesia ke AS Berpotensi Turun 15–20% Karena Tarif Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Hadi Sugeng, mengatakan bahwa ekspor minyak sawit dari Indonesia ke AS dapat turun sekitar 15–20% karena tarif 32% yang dikenakan oleh AS terhadap produk impor asal Indonesia. Hadi menjelaskan bahwa rata–rata ekspor minyak sawit Indonesia ke AS mencapai 2,25 juta metrik ton per tahun dalam 3 tahun terakhir. Selama 2024 sendiri, Indonesia mengekspor 29,5 juta ton produk minyak sawit ke pasar global. Produk minyak sawit Indonesia – yang mencakup 85% dari impor kelapa sawit AS – dapat kehilangan pangsa pasar terhadap minyak sawit Malaysia, mengingat Malaysia dikenakan tarif yang lebih rendah di level 25%. Selain itu, Hadi menyebut daya saing minyak sawit Indonesia juga akan menurun terhadap minyak nabati lainnya – seperti minyak kedelai dan minyak lobak – terutama jika negara–negara pengekspor minyak nabati tersebut menerima tarif yang lebih rendah. [Sumber: Reuters] _____ Stockbit Sekuritas $SSMS $CBUT $SMAR $LSIP $SIMP $TBLA $AALI
Analisis ADX Saham $CBUT Saham $CBUT ini menunjukkan volatilitas yang cukup menarik belakangan ini. Berdasarkan data harga buka dan tutup, kita bisa menghitung ADX (Average Directional Index) untuk mengevaluasi tren. Sejak awal 2025, range harga fluktuatif membuat ADX berfluktuasi. Dengan peningkatan harga dari $950 pada 2024-12-30 menjadi $1155 di akhir Januari 2025, menunjukkan momentum positif. Pantau terus untuk peluang untung! 🚀