Reksa Dana Terproteksi: Reksa Dana dengan Jatuh Tempo

reksa dana terproteksi
reksa dana terproteksi

Pernah dengar reksa dana terproteksi? Bila belum, simak ulasan dari redaksi Ajaib berikut ini untuk mengetahui reksa dana dengan jatuh tempo ini. Lho, reksa dana kok jatuh tempo? Sebelum kita membahas maksud dari jatuh tempo ini, mari kita pahami pengertian reksa dana pada umumnya. Mungkin banyak yang belum memahami maksud dan cara kerja dari reksa dana, termasuk para milenial yang mungkin saja baru berkecimpung di dalam dunia investasi.

Jadi, dari banyaknya jenis reksa dana yang tersedia, ada yang dinamakan jenis reksadana terproteksi atau yang dikenal juga dengan Capital Protected Fund (CPF). Reksa dana jenis ini adalah reksa dana yang memberikan proteksi atas nilai investasi awal apabila pemegang Unit Penyertaan memegang reksa dana ini hingga tanggal jatuh tempo melalui mekanisme pengelolaan portofolio investasi. Secara periodik, Reksa Dana Terproteksi juga melakukan pembagian hasil investasi dalam bentuk dividen.

Memahami Reksa Dana Terproteksi

Reksa dana terproteksi memberikan jaminan atau proteksi atas investasi awak, atau dikenal memiliki jatuh tempo. Meski dikenal seperti itu, sebenarnya jenis reksa dana ini juga tidak memiliki jatuh tempo, melainkan dibubarkan karena instrumen obligasi yang terdapat dalam reksa dana tersebut telah jatuh tempo.

Reksa dana terproteksi merupakan reksa dana dengan strategi investasi pasif, artinya reksa dana tidak secara aktif melakukan transaksi jual beli, tetapi dengan cara buy and hold membeli instrumen tertentu yang umumnya adalah obligasi. Di mana, jenis reksa dana ini akan memegang obligasi hingga jatuh tempo. Pada saat obligasi jatuh tempo, serta seluruh hasil pembayaran diberikan kepada pemegang obligasi, maka reksa dana tersebut juga akan dibubarkan.

Alasan terdapat banyaknya seri reksa dana terproteksi (terkadang ada seri hingga 30 – 40) ini hanyalah sebatas alasan pemasaran. Misalnya seri 1 – 10 merupakan reksa dana terproteksi yang dibuat hasil kerja sama antara Manajer Investasi dengan Bank A, sementara seri 11- 20 adalah hasil kerja sama dengan Bank B.

Selain itu, dengan adanya pemberian seri ini juga bisa mempermudah investor untuk mengetahui jatuh tempo reksa dana tersebut. Misalnya, seri 11 akan jatuh tempo 1 tahun lagi, sedangkan seri 12 jatuh tempo 2 tahun lagi, dan seterusnya. Seri inilah yang akan terus bertambah, sehingga memberikan kesan baru bagi investor.

Alternatif lainnya adalah nomor seri dimulai dari 1 tapi nama reksa dana terproteksinya diubah. Kontribusi jenis reksadana ini terhadap total jumlah dana kelolaan Manajer Investasi masih sangat dominan.Namun, dari sisis pendapatan, nilainya relatif kecil karena jenis reksadana ini mengenakan biaya management fee yang jauh lebih kecil dibandingkan jenis reksadana lainm seperti reksa dana saham, reksa dana pasar uang, ataupun reksa dana pendapatan tetap.

Karakteristik Reksa Dana Terproteksi

Dari penjelasan tersebut banyak yang menyangka bahwa karakter Reksa Dana Terproteksi ini menyerupai deposito. Namun, sebenarnya reksa dana ini tidak sepenuhnya bebas risiko. Calon investor yang ingin mengambil jenis reksa dana ini bahkan perlu memahaminya secara lebih mendalam sebelum akhirnya benar-benar memutuskan untuk berinvetasi. Berikut beberapa karakteristik dari Reksa Dana Terproteksi:

#1 Adanya Jatuh Tempo

Seperti yang sudah ditanyakan di awal, kok reksa dana memiliki jatuh tempo? Memang secara peraturan, reksa dana tidak memiliki tanggal jatuh tempo, sehingga yang berlaku adalah rencana tanggal di mana Manajer Investasi dan Bank Kustodian sepakat untuk membubarkan reksa dana yang bersangkutan.

Pada Reksa Dana Terproteksi ini, tanggal tersebut biasanya terjadi setelah surat utang yang menjadi portofolio investasi jatuh tempo. Baru kemudian Manajer Investasi akan membubarkan reksa dana. Umumnya, tanggal pembubaran Reksa Dana Terproteksi bersamaan atau tidak jauh selisihnya dengan tanggal jatuh tempo surat utang. Kebijakan untuk melakukan pencairan Reksa Dana Terproteksi sebelum tanggal jatuh tempo berbeda antara masing-masing Manajer Investasi.

Ada yang memperbolehkan dan ada pula yang tidak. Bagi yang memperbolehkan, jumlah unit yang bisa dicairkan juga terbatas atau dalam artian tidak bisa seluruhnya. Konsekuensi bagi investor yang melakukan pencarian sebelum tanggal jatuh tempo adalah kemungkinan hilangnya proteksi atas nilai investasi awal. Hal ini dikarenakan penjualan surat utang menggunakan harga pasar dan jika dilakukan pada saat harga turun, nilai yang diperoleh pun juga akan turun.

#2 Adanya Indikasi Return

Berbeda dengan Reksa Dana Konvensional, Reksa Dana Terproteksi memberikan peluang atau mengindikasikan return. Besaran indikasi return ini diperoleh dari bunga/kupon surat utang setelah dikurangi faktor biaya dan pajak.

#3 Masa dan Unit Terbatas

Berbeda dengan Reksa Dana Konvensional, penawaran reksa dana jenis ini sifatnya terbatas, baik untuk nominal yang bisa ditawarkan maupun periode penawarannya. Biasanya setelah mendapat penyataan efektif, Manajer Investasi akan membuka masa penawaran reksa dana yang lamanya maksimal 120 hari kerja.

Jumlah unit penyertaan pun juga disesuaikan dengan ketersediaan surat utang yang menjadi tujuan investasinya. Setelah melewati masa penawaran dan jumlah maksimal unit yang ditawarkan, investor tidak bisa lagi melakukan pembelian Reksa Dana jenis ini. Dengan kata lain, investor hanya bisa melakukan pembelian di awal.

Secara kebijakan, Reksa Dana Terproteksi pada dasarnya hampir sama dengan Reksa Dana Pendapatan Tetap karena menempatkan sebagian besar portofolio investasinya pada instrumen surat utang. Perbedaannya terletak pada cara mekanisme pengelolaannya.

Investor Reksa Dana jenis ini membeli surat utang dan menahannya hingga jatuh tempo (hold to maturity). Sementara itu, investor Reksa Dana Pendapatan Tetap mengelola secara aktif dan bisa melakukan jual beli (trading) jika diperlukan.

Risiko Reksa Dana Terproteksi

Dari pengertian dan karakteristik yang telah dijabarkan di atas, ada pula risiko yang dimiliki instrumen investasi ini. Hal ini perlu diketahui terutama untuk para calon investor yang berniat untuk berinvestasi pada Reksa Dana. Beberapa risiko Reksa Dana Terproteksi antara lain:

#1 Risiko Likuiditas

Manajer Investasi cukup kesulitan untuk melakukan pembayaran atas kegiatan pencairan yang dilakukan investornya. Kondisi ini bisa terjadi ketika investor melakukan pencairan sementara surat utang tidak laku di pasaran.

#2 Pelunasan Lebih Awal

Adanya kekhawatiran penurunan harga jika investor melunasi investasinya lebih awal.

#3 Risiko Kredit

Bisa juga disebut dengan istilah Wanprestasi. Risiko ini terjadi saat perusahaan penerbit surat utang mengalami gagal bayar. Ini merupakan risiko yang perlu menjadi perhatian utama para calon investor. Pasalnya, jika perusahaan penerbit mengalami gagal bayar, maka semua indikasi return dan proteksi atas investasi awal akan hilang.

#4 Risiko Pasar

Risiko ini banyak dipengaruhi oleh perubahan kondisi ekonomi dan politik. Kondisi ini sangat memengaruhi pergerakan harga surat utang, mulai dari perubahan tingkat suku bunga dan kemampuan investor dalam melunasi investasinya.

#5 Risiko Industri

Secara spesifik berkaitan dengan tempat perusahaan penerbit surat utang tersebut bergerak.

#6 Risiko Perubahan Peraturan

Perubahan dalam perundang-undangan yang berlaku dan kebijakan perpajakan dapat memengaruhi hasil investasi, seperti perubahan aturan pajak dan perubahan aturan lainnya.

Secara peraturan, tidak ada kewajiban penggantian oleh Manajer Investasi, Agen Penjual, dan Bank Kustodian jika risiko-risiko ini terjadi. Untuk itu, calon investor harus benar-benar yakin bahwa perusahaan yang menjadi aset dasar Reksa Dana Terproteksi memiliki kemampuan membayar yang baik.

Dilakukan Penilaian oleh Lembaga yang Mendapat Izin OJK

Penilaian terhadap risiko kredit biasanya dilakukan oleh perusahaan yang telah mendapat izin dari OJK. Hasil penilaian dinyatakan dalam bentuk rating yang dapat dibagi dalam dua kategori, yaitu Investment Grade (Layak Investasi) dan Non-Investment Grade (Tidak Layak Investasi).

Jika kamu adalah calon investor atau bahkan sudah menjadi investor Reksa Dana Terproteksi, maka kamu sebaiknya memahami mengenai rating dan mempelajari lebih dalam mengenai perusahaan yang menjadi aset dasar Reksa Dana Terproteksi yang diambil.

Bahkan jika bisa, mintalah laporan keuangan dari perusahaan tersebut sehingga kamu tidak hanya bergantung pada perusahaan Manajer Investasi atau Agen Penjual yang melakukan kegiatan pemasarannya.

Apakah kamu jadi tertarik untuk berinvestasi di Reksa Dana Terproteksi? Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, kenali karakteristik dan risiko yang ada pada jenis reksa dana ini dan barulah benar-benar berinvestasi di dalamnya.

Reksa Dana Terproteksi dapat menjadi alternatif investasi untuk investor yang menginginkan produk reksa dana dengan profil yang relatif lebih konservatif. Namun, kamu harus siap juga jika dana investasi tidak bisa dicairkan selama beberapa tahun sesuai periode investasi.

Nah, bagi kamu yang ingin memulai investasi reksa dana, baik instrumen pasar uang, pendapatan tetap, saham, dan sebagainya, kamu bisa membelinya dengan mudah melalui Ajaib. Untuk membeli reksa dana melalui Ajaib, kamu hanya perlu mendownload dan memasukkan dana yang ingin kamu investasikan. Setelah itu, pilihlah tujuan investasi yang kamu inginkan dan pilih jenis reksa dana terbaik yang ingin kamu beli. Sebelum membeli perhatikan juga prospek dari perusahaan yang ingin kamu danai. Salah satu reksa dana dan saham yang bisa kamu percayakan adalah reksa dana blue chip.

Dengan memilih saham dan reksa dana blue chip, kamu bisa lebih mudah dan aman dalam menaruh uangmu di sana. Di mana, saham blue chip ini memiliki risiko dan return yang lebih stabil. Sehingga dapat menghindari k amudari kerugian reksa dana yang teramat dalam. Jadi tunggu apalagi? Yuk beli reksa dana sekarang di Ajaib!

Bacaan menarik lainnya:

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Jakarta


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.  

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait