Ajaib
Menu

Reksa Dana

Bagaimana Potensi Reksa Dana di Tahun 2026?

SarifaDecember 26, 2025

Walaupun kinerja reksa dana sepanjang tahun 2025 mengalami banyak tantangan dari faktor global dan domestik, namun potensi reksa dana di tahun 2026 tetap menarik di tengah dinamika pasar.

Sebagai investor, kita harus percaya di mana ada tantangan pasti ada peluang. Mungkin banyak investor di luar sana yang sedikit khawatir dengan kondisi ekonomi dan kondisi pasar di tahun 2026, apakah bersahabat dengan reksa dana atau tidak.

Hal ini wajar saja, karena berdasarkan pengalaman sepanjang tahun 2025, ada banyak fenomena ekonomi yang terjadi dan mempengaruhi kinerja reksa dana. Misalnya perang dagang AS-Tiongkok, kebijakan moneter The FED, pertumbuhan ekonomi global yang melambat, dan inflasi.

Lantas, bagaimana kondisi geopolitik dan arah kebijakan bank sentral, serta stabilitas ekonomi Indonesia dalam membentuk ekspektasi pasar bagi investor reksa dana di tahun 2026? Mari kita simak potensi, risiko, dan strateginya berikut ini.

Faktor Makroekonomi yang Mempengaruhi Reksa Dana di Tahun 2026

Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja reksa dana di tahun 2026 adalah kondisi makroekonomi. Ini penjelasannya:

Inflasi

Dalam dunia investasi, inflasi adalah musuh terbesar bagi portofolio investasi kamu. Semakin tinggi inflasi yang terjadi akan mempengaruhi imbal hasil investasi kamu. Ini juga terjadi pada seluruh jenis reksa dana di pasar.

Pada tahun 2026, Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi tahunan Indonesia masih dalam kondisi terkendali di bawah 3%.

Suku Bunga

Arah kebijakan bank sentral dalam menentukan suku bunga di tahun 2026 bisa menjadi sentimen pasar bagi reksa dana.

The FED diprediksi akan menurunkan kembali suku bunga di tahun 2026 hingga mendekati level 3% namun tidak secara agresif. Sementara untuk BI Rate sendiri diprediksi bisa mengalami penurunan tergantung dari arah kebijakan suku bunga The FED.

Potensi penurunan suku bunga global dan domestik ini bisa menjadi sentimen positif bagi reksa dana. Khususnya, jenis reksa dana pendapatan tetap yang mayoritas portofolionya adalah obligasi. Karena ketika suku bunga turun, harga obligasi cenderung naik dan dapat meningkatkan imbal hasil reksa dana pendapatan tetap.

Nilai Tukar

Pengaruh pelemahan rupiah terhadap reksa dana berbasis rupiah adalah faktor makroekonomi yang akan mempengaruhi kinerja reksa dana di tahun 2026.

Jenis reksa dana yang paling terpengaruh dengan naik atau turunnya nilai tukar rupiah adalah reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana syariah. Ini karena mayoritas dari masing-masing jenis reksa dana tersebut adalah saham dan obligasi.

Pelemahan atau penguatan nilai tukar rupiah akan mempengaruhi kinerja emiten dan penerbit obligasi yang menjadi bagian dari portofolio reksa dana kamu.  Alhasil, hal ini akan mempengaruhi kinerja reksa dana kamu.

Pertumbuhan Ekonomi

Faktor pertumbuhan ekonomi juga tidak kalah penting untuk diperhatikan investor ketika berinvestasi reksa dana di tahun 2026. Proyeksi pertumbuhan ekonomi di Indonesia 2026 akan mempengaruhi ekspektasi pasar dan mempengaruhi kinerja reksa dana.

Kebijakan Fiskal dan Moneter

Kebijakan fiskal dan kebijakan moneter dapat mempengaruhi kinerja reksa dana melalui faktor suku bunga, pertumbuhan ekonomi, nilai tukar, dan inflasi.

Ketika suku bunga naik, reksa dana pendapatan tetap diuntungkan. Namun ketika ekonomi tumbuh cepat dan suku bunga rendah, reksa dana saham menjadi jenis reksa dana yang diuntungkan.

Untuk reksa dana pasar uang, kondisi suku bunga tinggi dapat meningkatkan imbal hasil investasi.

Prospek Reksa Dana Pasar Uang 2026

Di tengah proyeksi suku bunga global dan domestik yang menurun pada tahun 2026. Walaupun sentimen tersebut dapat menurunkan imbal hasil reksa dana pasar uang dan membuat investor beralih ke instrumen yang lebih moderat hingga agresif.

Reksa dana pasar uang tetap menarik sebagai tempat untuk memarkir uang investasi atau juga sebagai instrumen defensif. Strategi ini dilakukan untuk melindungi modal investasi investor dari ganasnya inflasi dan bisa dijadikan kendaraan investasi untuk mencapai tujuan keuangan jangka pendek di bawah 1 tahun.

Hal ini mengingat reksa dana pasar uang sangat minim risiko dalam jangka pendek karena mayoritas portofolionya adalah deposito di bawah 1 tahun.

Potensi Reksa Dana Pendapatan Tetap 2026

Arah suku bunga yang diperkirakan akan kembali turun di tahun 2026 akan menjadi angin segar bagi reksa dana pendapatan tetap.

Tren penurunan suku bunga The FED yang diprediksi akan terus berlanjut di tahun 2026 hingga mendekati level 3%. Kemungkinan besar akan juga diikuti oleh Bank Indonesia (BI) yang juga menurunkan BI rate.

Dengan proyeksi penurunan suku bunga di tahun 2026, harga obligasi akan mengalami kenaikan dan menurunkan yield obligasi. Hal ini akan membuat reksa dana pendapatan tetap menarik di tahun 2026 bagi investor.

Bagaimana Prospek Reksa Dana Saham di Tahun 2026?

Karena mayoritas portofolio reksa dana saham adalah saham, potensi turunnya suku bunga di tahun 2026 cenderung akan menguatkan saham dari sisi laba perusahaan.

Alasannya di tengah suku bunga rendah, daya beli masyarakat naik dan perusahaan juga lebih mudah mendapatkan pinjaman dengan bunga rendah untuk ekspansi bisnis.

Sektor saham yang diuntungkan ketika terjadi penurunan suku bunga adalah perbankan, konsumen, komoditas, properti, dan teknologi. Racikan reksa dana saham yang didominasi saham-saham di sektor tersebut akan diuntungkan di tengah suku bunga turun.

Dalam jangka waktu menengah – panjang, kinerja reksa dana saham umumnya sudah tidak terlalu berfluktuasi. Ini karena potensi pertumbuhan reksa dana saham dalam rentang waktu tersebut sudah mampu mengalahkan inflasi.

Apakah Investor Pemula Cocok Berinvestasi Reksa Dana di Tahun 2026?

Sebagai investor pemula, reksa dana bisa dijadikan pilihan investasi terbaik di tahun 2026. Dengan kelebihan menawarkan jenis reksa dana yang beragam dan dapat disesuaikan dengan profil risiko investor.

·      Reksa dana pendapatan tetap – investor moderat.

·      Reksa dana pasar uang – investor konservatif.

·      Reksa dana saham – investor agresif.

·      Reksa campuran – investor moderat.

Peran Reksa Dana Campuran dalam Menghadapi Ketidakpastian 2026

Reksa dana campuran yang punya portofolio beragam dengan mengombinasikan saham, obligasi, dan pasar uang adalah pilihan investasi untuk diversifikasi aset.

Jenis reksa dana ini bisa kamu pilih ketika dihadapkan pada situasi ketidakpastian ekonomi yang mungkin saja bisa terjadi di tahun 2026.

Kombinasi saham dan obligasi yang ada di reksa dana campuran dapat membantu kamu menyeimbangkan risiko dan imbal hasil.

Di saat pasar saham volatile, obligasi dapat menstabilkan reksa dana dan ketika pasar saham sudah membaik, saham akan menjadi kontributor terbesar kenaikan nilai reksa dana campuran bagi investor.

Risiko yang Perlu Diperhatikan di 2026

Selama investasi reksa dana di tahun 2026, investor wajib memperhatikan beberapa risiko berikut.

·  Volatilitas pasar.

·  Risiko geopolitik.

·  Perubahan kebijakan suku bunga.

·  Risiko nilai tukar.

Selain keempat risiko di atas, penting bagi setiap investor untuk memilih jenis reksa dana berdasarkan profil risiko investor sebelum berinvestasi.

Strategi Investor Mengoptimalkan Reksa Dana 2026

Untuk mengoptimalkan investasi reksa dana kamu di tahun 2026, diversifikasi aset dan menyesuaikan alokasi aset berdasarkan tujuan keuangan bisa dijadikan strategi investasi.

Diversifikasi Aset

Ketika berinvestasi reksa dana, kamu tidak boleh hanya memilih satu jenis reksa dana saja. Misalnya jika kamu punya profil risiko agresif, kamu bisa menempatkan 70%  uang investasi di reksa dana saham dan sisanya bisa kamu tempatkan di instrumen lebih moderat hingga konservatif seperti reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap.

Fungsi instrumen yang lebih konservatif di portofolio kamu adalah berperan untuk menstabilkan nilai portofolio dan sementara instrumen agresif untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi.

Pilih Jenis Reksa Dana Sesuai Tujuan Keuangan

Jangka waktu investasi akan mempengaruhi seberapa cuan investasi reksa dana kamu. Oleh karenanya, penting bagi setiap investor untuk memilih jenis reksa dana berdasarkan tujuan keuangan.

Konsistensi Investasi Berkala

Keuntungan melakukan DCA saat investasi adalah kamu tidak perlu khawatir timing dan harga beli. Karena hal yang terpenting adalah kamu selalu investasi rutin dan memperbesar jumlah uang yang ada di investasi kamu.

Dengan harga beli yang lebih rendah dan punya banyak aset, ketika harga aset berbalik naik, kamu bisa mendapatkan lebih banyak cuan.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Mulai Berinvestasi Reksa Dana Menuju 2026?

Investasi reksa dana dapat dimulai kapan saja, terutama dengan pendekatan bertahap atau investasi rutin untuk mengurangi risiko timing pasar.

Kesimpulan: Apakah Reksa Dana Masih Menarik di 2026?

Walaupun terdapat tantangan dari faktor global dan domestik, namun reksa dana tetap menarik untuk dijadikan investasi bagi investor di tahun 2026. Potensi reksa dana secara keseluruhan dipengaruhi tren penurunan suku bunga, pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Jenis reksa dana yang mendapatkan sorotan dari kami di tahun 2026 adalah reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap, dan reksa dana campuran. Karena mempertimbangkan faktor suku bunga yang berpotensi menurun di tahun 2026 yang menjadi sentimen positif bagi saham dan obligasi.

Sehingga, jenis reksa dana dengan mayoritas portofolio saham dan obligasi sangatlah diuntungkan dari potensi penurunan suku bunga di tahun 2026.

Investasi Reksa Dana Aman

Berinvestasi reksa dana aman bagi semua kalangan, termasuk investor pemula. Selain aman, reksa dana juga menawarkan biaya investasi yang sangat terjangkau.

Investor bisa mulai investasi reksa dana dengan uang Rp10 ribu di aplikasi Ajaib yang sudah terdaftar dan berizin OJK. Sehingga, investor bisa dengan aman bertransaksi di aplikasi Ajaib tanpa khawatir isu keamanan.

Google Play StoreApple App Store

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!

Bagaimana Potensi Reksa Dana di Tahun 2026? - Ajaib