Berita

PMI Manufaktur Indonesia September 2023 di Level 52,3, Terendah dalam Empat Bulan Terakhir

Masih Ekspansif! PMI Manufaktur Indonesia di Level 51,8 pada Oktober 2022

Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia melambat ke level 52,3 pada September 2023, atau turun 1,6 poin dari capaian Agustus 2023 di angka 53,9. Angka ini diambil berdasarkan data S&P Global.

Meski ekspansif, namun capaian PMI September 2023 ini merupakan yang terendah dalam empat bulan terakhir.

Penurunan ini sejalan dengan output dan adanya penurunan pertumbuhan pesanan baru di tengah laporan permintaan klien yang lebih kuat di pasar ekspor utama.

Pada bulan lalu S&P Global mencatat manufaktur Indonesia memperlihatkan adanya optimisme terhadap produksi 12 bulan yang akan datang.
Kondisi permintaan yang lebih baik mendorong perusahaan mencapai kondisi paling optimistis dalam 10 bulan, tingkat kepercayaan bisnis lebih dekat dengan rata-rata jangka panjang.

Melihat Kondisi PMI Manufaktur di Asia

Sebenarnya aktivitas manufaktur tetap tidak bergairah di Asia meski menjelang libur akhir tahun. Ini membuat kemerosotan yang berkepanjangan tahun ini.

Data terbaru menjadi alarm waspada saat manufaktur yang harusnya memasuki musim puncaknya yaitu menjelang liburan Natal dan Tahun Baru.

Di satu sisi, ini menjadi momen sulit bagi produsen karena dimulainya musim kemarau El Nino dan pasokan minyak yang lebih ketat.

S&P Global melihat sebagian besar aktivitas pabrik di wilayah ini memburuk di bulan September karena permintaan global yang lesu.

PMI Jepang juga sedikit melambat menjadi 48,5 di bulan September dari 49,6 di bulan Agustus. Angka ini turun lebih jauh dari angka 50 yang memisahkan ekspansi dari kontraksi.

Indeks Taiwan mencatat lonjakan yang cukup besar menjadi 46,4 dari 44,3. Kemerosotan global telah menghantam ekonomi yang berorientasi ekspor dengan keras, membuat PMI-nya berada di zona merah sejak Mei 2022.
Manufaktur di Asia Tenggara juga kehilangan tenaga.

Selain Indonesia, pabrik-pabrik di Vietnam mengalami penurunan aktivitas setelah sebulan ekspansi, begitu pula dengan Thailand, Malaysia, Myanmar. Hanya Filipina yang mengalami peningkatan, berbalik dari kontraksi ke ekspansi.

Data dari China sebelumnya menunjukkan bahwa pemulihan ini sangat genting. PMI manufaktur resmi China naik menjadi 50,2 pada bulan lalu, setelah masuk zona kontraksi dan baru ekspansi pertama kali sejak Maret 2023.

Sumber: https://ekonomi.bisnis.com/read/20231002/9/1699965/alert-pmi-manufaktur-indonesia-anjlok-jadi-523-per-september-2023 dengan pengubahan seperlunya.

Artikel Terkait