Ekonomi

Mengenal Sosok Bapak Koperasi, Ini Sejarahnya

Ilustrasi Bapak Koperasi
Ilustrasi Bapak Koperasi

Ajaib.co.id – Mendengar kata koperasi sudah tidak asing tentunya. Apalagi ada sejarah panjang mengenai pembentukan koperasi hingga saat ini. Nah, untuk menengok ke sejarahnya kamu wajib tahu sosok pemersatu koperasi yang dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Sosok tersebut adalah wakil presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta.

Peran Bung Hatta dalam Perkembangan Koperasi

Selama ini mungkin kamu hanya mengetahui Bung Hatta sebagai Bapak Proklamator alias pejuang kemerdekaan Indonesia. Padahal selain itu, ia punya kontribusi besar untuk mempersatukan koperasi yang saat itu masih terpecah-belah. Sampai akhirnya pada 17 Juli 1953, Mohammad Hatta diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia yang bertepatan dengan momen Kongres Koperasi Indonesia di Bandung, Jawa Barat.

Bentuk kontribusi Hatta melalui aktif memberikan ceramah-ceramah di berbagai lembaga pendidikan tinggi. Ia pun kerap menulis berbagai karangan dan buku-buku ilmiah di bidang ekonomi dan koperasi. Hatta membuat dan mendorong gerakan koperasi untuk melaksanakan cita-cita dalam konsepsi ekonominya yakni pemerataan ekonomi melalui sistem gotong royong.

Bagi Hatta koperasi dipandang sebagai bentuk nyata dari konsep sistem ekonomi gotong-royong tersebut. Seperti yang diketahui, dalam koperasi dituntut sekali adanya pemerataan kerja dan pembagian hasil.

Kondisi ini tentu diharapkan tidak ada lagi yang namanya ketimpangan. Namun, Bung Hatta juga sadar, koperasi itu langkah jangka panjang ekonomi. Memang hasilnya nggak langsung dirasakan dalam jangka waktu yang cepat.

Prinsip Koperasi untuk Ekonomi yang Adil

Sebagai salah satu tokoh negara, Hatta memiliki pemikiran kalau jawaban dari ketimpangan ekonomi adalah gotong-royong. Dalam konsep ini, setiap orang bisa bekerja secara wajar serta mampu memenuhi kebutuhannya. Berbeda kalau dibandingkan dengan sistem kapitalisme, ekonomi gotong-royong adalah sistem yang tidak menumpuk kekayaan secara individu atau perseorangan. Tetapi yang lebih penting, pembagian kekayaan secara merata ke semua anggota koperasi.

Bung Hatta juga selalu mengingatkan kalau sistem ekonomi dan koperasi harus pintar menimbang-nimbang, bukan hanya berbicara soal idealitas. Tetapi juga harus realistis. Soalnya dengan realistis itu punya kemungkinan untuk terciptanya langkah yang taktis dan strategis. Secara dalam melakukan apapun itu kan istilahnya ada ilmunya dan ada strateginya.

Apalagi urusan ekonomi yang berkaitan dengan keberlangsungan kehidupan rakyat. Tentunya tidak bisa di bawa main-main ya. Apalagi kalau dilihat dari semangat Pancasila, kesejahteraan itu berlaku untuk semua rakyat Indonesia.

Siapa pun itu dan dari latar belakang mana pun. Nah, koperasi ini menjadi ruang agar masyarakat terutama kelas menengah dan ke bawah untuk punya kesempatan yang sama berupaya memenuhi kesejahteraannya.

Bung Hatta juga punya pandangan tersendiri mengenai ekonomi yang berimbang. Menurutnya ekonomi yang berimbang dan berdaulat itu tidak bertumpu pada orang lain atau negara asing. Koperasi yang akan dibangun harusnya sudah memiliki prioritas yang jelas dan arahnya mau dibawa kemana.

Misalnya Hatta mencontohkan dengan memperbanyak produksi, terutama usaha-usaha kecil, menengah, dan rumah tangga. Ia juga menyadarkan betapa pentingnya memperbaiki kualitas barang, sehingga kita bisa mampu bersaing dengan produk-produk negara lain.

Perjuangan Koperasi dari Masa ke Masa

Tentu beruntunglah di zaman sekarang yang merasakan manfaat ekonomi koperasi. Mungkin dari kamu juga pernah ikut koperasi? Nah ini salah satu manfaatnya lewat investasi yang sifatnya gotong-royong ini. Tapi apakah kamu tahu bahwa untuk bisa di titik sekarang meski masih banyak pembenahan yang perlu dilakukan terdapat jalan yang panjang.

Mengutip dari Tirto.id, jadi semua berawal di tahun 1886 tepatnya 16 Desember. Ada sosok R. Aria Wiraatmadja yang merupakan Patih Purwokerto, mendirikan Hulp en Spaarbank. Lembaga dengan model koperasi kredit Raiffeisen itu dimaksudkan untuk menolong kaum priyayi dari cengkeraman pinjaman dari lintah darat.

Lalu upaya Aria Wiraatmadja mendapat dukungan yang luas dari kalangan pejabat pemerintahan kolonial. Sejak itu, koperasi mulai digiatkan dan ditempatkan sebagai bagian dari pelaksanaan politik etis.

Titik terang mulai terlihat pada tahun 1908 di mana perkembangan koperasi sebagai gerakan rakyat mulai muncul. Gerakan ini dipelopori oleh Boedi Oetomo ditandai dengan pendirian koperasi rumah tangga. Lalu pada tahun 1913, diikuti oleh Syarikat Dagang Islam membangkitkan kehidupan koperasi di kalangan pedagang dan pengusaha tekstil Bumiputera.

Jalan terus berlanjut pada tahun 1927, waktu itu kelompok Studie Club (Persatuan Bangsa Indonesia) membangkitkan gerakan koperasi. Semangat kelompok ini menjadikan koperasi sebagai wahana pendidikan ekonomi rakyat dan nasionalisme kebangsaan. Baru deh setelah Indonesia merdeka, gerakan koperasi yang terpencar-pencar itu akhirnya berhasil dipersatukan.

Untuk memastikan keseriusan gerakan koperasi ini, masyarakat koperasi menggelar Kongres Gerakan Koperasi Pertama di Tasikmalaya, pada tanggal 12 Juli 1947, yang dihadiri oleh 500 utusan dari Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Meskipun pada saat itu situasi politik sedang genting.

Pada tanggal tersebut menjadi momen bagi Hatta untuk mengucapkan pidato di radio untuk menyambut Hari koperasi di Indonesia. Pikiran-pikirannya mengenai koperasi antara lain dituangkan dalam bukunya yang berjudul Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun pada 1971. Lantas untuk menghargai kontribusi besar Hatta, pada 17 Juli di tahun 1953, Mohammad Hatta resmi ditetapkan sebagai sosok Bapak Koperasi Indonesia.

Jadi tokoh penggerak pasti bukan hal yang mudah. Apalagi di masa-masa awal kemerdekaan di mana situasi politik masih rentan bahkan belum kondusif. Tapi semangat untuk bisa memberikan kontribusi untuk perkembangan ekonomi bangsa terus diupayakan. Salah satunya oleh sosok seperti Bung Hatta dan orang-orang di belakangnya yang mendukung berdirinya koperasi di Indonesia.

Artikel Terkait